
"Sayangg "
"Iya bee " ucap Sani sambil membolak balikan buku novelnya.
"Aku dapet undangan pesta nih "
"Dari siapa bee, "
"Dari rekan kerjaku, biasa tapi ini katanya sih pesta kalau menantunya udah hamil dia udah tunggu cucunya selama 7 tahun dan sekarang baru hamil dia, kita pergi aja sayang kesana sambil kita jalan jalan "
Sani menyimpan bukunya dan menganggukan kepalanya " yaudah kalau emang harus Dateng kenapa engga bee"
"Beneran kita mau Dateng, soalnya aku juga gak terlalu kenapa sih sayang "
"Yaudah gak apa apa kalau gak kenal juga bisa kenal, kamu juga harus menghargai orang yang udah ngundang kamu,kita kan bisa sekalian silahturahmi bee "
"Yaudah deh kalau istri aku setuju kita Dateng kesana, dua hari lagi sih sayang, tapi jauh rumahnya itu ada pinggir kota sayang, dan supaya kamu gak cape lebih baik kita dari sekarang aja kesana nya, ya hitung hitung kita bulan madu kan "
Tok tok tok
__ADS_1
Tiba tiba ada yang mengetuk pintu, " masuk "
Saat orang itu masuk langsung tersenyum kearah Sani dan juga Sena, Sani membalasnya juga, dia juga tersenyum sedangkan Sena seperti biasa hanya diam saja.
Ya sekarang Sani sedang ada di kantor sang suami, dirinya ikut kerja karena dirumah sepi tak ada siapa siapa, dari pada sendiri mending ikut saja kan ,dan dirinya juga tak menganggu sang suami untuk kerja.
Dirinya hanya membaca novel, memakan camilan tiduran di sofa hanya itu saja tak menganggu.
"Maaf tuan ada dokumen yang perlu ditandangani"
"Mana "
"Baik tuan saya akan melakukannya saya permisi dulu "
"Hemm "
Fatimah segera keluar dari ruangan itu dan Sena bangkit membangunkan istrinya untuk berdiri " ayo sayang kita harus makan, kau belum makan siang "
"Emm tapi aku belum selesai membaca buku ini "
__ADS_1
"Nanti kau bisa meneruskannya sayang, ayo sekarang kita pergi "
Sani dengan ogah ogahan akhirnya mengikuti suaminya, tangannya dituntun seperti anak kecil, Gea yang memang sedang menunggu Fatimah hanya diam saja, sampai Sena dan juga Sani pergi barulah Gea bicara.
"Itu tuan sama Sani kok kayak anak sama ayah ya, aku masih nggak percaya loh kalau mereka berdua tuh udah menikah mereka tuh emang benar-benar kayak ayah dan anak aja tau nggak sih, beda dari yang lain "
"Ya udah nggak apa-apa namanya juga jodoh nggak pernah ada yang tahu kan, kita akan berjodoh sama siapa"
"Ya aku sih dulu pikirnya kalau kamu yang bakalan nikah sama Tuan, kalian tuh kan deket banget"
"Beda lagi konsepnya bang bang aku ini sama Tuan tuh cuman sebatas atasan dan karyawan nggak ada hubungan apa-apa, dan aku pun nggak berharap untuk bersama Tuan Sena "
"Kalau misalnya tuan sukanya sama kamu gimana apakah kamu masih akan menolaknya apakah kamu masih nggak mau sama tuan, ayo jujur aja, gimana gimana nih "
"Ahh tau ah udah yu mau makan gak, atau mau terus ngerumpi disini gak enak ah kalau ke denger sama yang lain, nanti malah jadi gosip "
"Heheh maaf ya udah ayo makan "
Gea segera mengandeng tangan Fatimah mereka akan makan di kantin kantor saja.
__ADS_1