
"Al gimana keadaan Rizki " tanya Sani dengan wajah yang takut.
"Bun, belum ada yang keluar dokternya "
Arzan melongo melihat Sani juga Alvaro mereka seperti suami istri kalau orang yang tidak tahu.
"Sini Bun duduk dulu "
Alvaro menepuk sebelah tempat duduk disampingnya dan Sani tanpa banyak bicara langsung duduk saja.
"Kalian berdua beneran ibu dan anak " tanya Arzan dengan polosnya.
"Ya kelihatannya gimana Bambang, gue panggil dia bunda ya otomatis dia ibu gue "
"Hehehe aneh aja gitu dulu kita temenan nih deket tapi sekarang lo panggil bunda sama Sani ya kelihatannya kayak suami istri aja gitu kalian apa lagi Sani lagi ngandung "
"Hemm lo ya, panggil yang bener jangan Sani Sani dia istri papih gue "
"Emm panggil apa dong, Tante tapi kan Sani belum Tante Tante dia masih muda seumuran lagi sama kita "
__ADS_1
"Panggil aja yang sopan "
Saat Sani akan merelai malah datang ayahnya Bella bersama seorang laki laki, Sani menatap laki laki itu dia kan suaminya Bella tapi Alvaro langsung menuju orang itu dan menarik pakainnya Sani yang kaget langsung menghampiri mereka.
"Heh gara gara lo ya Bella diculik pasti ini ulah lo kan, terus sahabat gue dia kritis lo ya parah banget jadi laki"
Adi melepaskan cengkraman tangan Alvaro dengan mudah lalu menatap Sani yang khawatir " urus istrimu dia sedang hamil, jangan malah sibuk ngejar istri orang "
"Jaga ya omongan lo , dia ibu gue bukan istri gue "
Adi malah tertawa mendengar itu, ibu muda sekali sedangkan anaknya sudah besar seperti ini.
"Jangan ganggu dokter Rizki masih di obati "
Namun namanya juga Adi dia tak mau kalah terus saja menerobos dan ternyata Rizki sudah sadarkan diri.
Adi duduk dan menatap Rizki yang sudah tak seperti temannya Bella sangat parah sekali lukanya.
Belum juga Adi berbicara Rizki sudah memulainya "tolong Bella tuan dia dia dibawa oleh banyak orang, aku tak bisa menahannya maafkan aku tak bisa mencegah kepergian Bella saat dibawa oleh mereka " ucap Rizki dengan suara pelan.
__ADS_1
"Kau tahu bagaimana ciri ciri mereka "
"Ciri ciri mereka itu bermuka garang, badannya tinggi besar tapi ada sebuah tato ditangannya, tato tanda x kecil.
Adi mengingatnya hemm sekarang dirinya tahu siapa orang yang telah menculik Bella "terimakasih kau telah membantuku banyak, sembuhkan badanmu aku akan menyimpan beberapa orang untuk menjagamu, aku sangat berterimakasih karena kau mau menaruhkan nyawa untuk Bella aku berhutang padamu "
Tanpa mau mendengarkan jawaban dari Rizki Adi langsung pergi meninggalkan rumah sakit, sekarang dirinya tahu harus kemana dan apa yang harus dirinya lakukan.
"Hey mau kemana dasar laki laki gila ya " teriak Alvaro.
Lagi lagi Adi hanya jalan saja, dia tak menghiraukan teriakan Alvaro.
"Sudah Al sudah mending kita masuk saja lihat keadaan Rizki "
"Tapi Bun aku harus mencari Bella "
"Serahkan semua itu pada ayahnya Bella lihat sudah banyak yang mencari Bella jangan ikut campur dulu, kita lihat keadaan Rizki kau juga tak tahu kan keadaan Rizki seperti apa "
"Ya Bun mari kita lihat dulu Rizki setelah itu aku akan mencari Bella aku tak tenang sama sekali "
__ADS_1
Sani mengangguk dan masuk kedalam ruangan Rizki.