
Sena yang melihat Sani memejamkan kedua bola matanya tersenyum, meniup wajah Sani, dan Sena bisa melihat Sani mengerutkan dahinya.
"Aku tak suka penolakan, kau harus mengambil uang itu dan ponselnya, bila kau tak mau aku akan memberhentikan beasiswa mu "
Sani langsung membuka kedua bola matanya dan tak sengaja jidat mereka bertabrakan.
Sani langsung mengusap dahinya, namun Sena mengambil alih dan mengusap ngusap dahi Sani, lalu kembali lagi keposisi semula "jadi bagaimana kau masih berminat mengembalikan uang dan ponsel itu "
Sani langsung mengelengkan kepalanya dan langsung memasukan kembali uang dan ponselnya lalu diam dan tak mau berbicara kembali.
"Anak baik, ayo aku antarkan pulang, apakah kau sudah makan "
"Tidak om aku pulang sendiri saja aku harus mencari pekerjaan lagi, emm aku makan saja dirumah "
"Aku akan mengantarkan mu, aku sudah bilang jangan bekerja lagi, "
Sena memberhentikan mobilnya dan turun membukakan pintu untuk Sani, Sani yang binggung keluar saja.
"Om_"
"Kau membawa pakaian yang aku beri tadi kan "
"Iya aku membawannya "
"Gantilah pakaian mu "
"Tapi_"
"Sudah jangan banyak bicara "
Sani mengangguk dan masuk kedalam wc umum, sedangkan Sena dia menunggu diluar "untung aja Fatimah beli pakaian biasannya juga, kalau engga sekarang aku seperti jalan bersama anak ku, untuk urusan Alvaro biarlah aku tak bisa jauh jah dari Sani ternyata " gumam Sena
Sani yang masih dikamar mandi melihat dirinya yang memakai dres bermotif bunga bunga, dengan rambut yang di kuncir kuda "rasannya sangat aneh, dan ini apakah tidak terlalu pendek, sepertinya aku harus memakai seragam lagi deh "
Sena yang sudah lelah menunggu Sani mengetuk pintunya "Sani apakah kau baik baik saja didalam, ayo cepat "
Sani yang kaget ada suara ketukan dari Sena langsung membuka pintunya namun hanya sepotong dan menongolkan kepalanya saja.
"Kenapa tidak keluar "
"Om kayanya aku pake seragam aja ya "
"Kenapa sih sini keluar "
Saat Sani sudah menarik Sani dia melihat dari atas sampai bawah "tak begitu buruk ayo kita pergi "
"Tapi om aku tak bisa "
__ADS_1
"Sudah ayo ikut saja, kenapa sih kau sangat sulit diajak olehku "
"Aku ini apakah tidak terlalu pendek pakaian ku "
"Tidak itu sangat cantik dan bagus, sudah ayo "
Sani kembali masuk kedalam mobil dengan cepat Sani menutup pahanya yang cukup terbuka dengan tasnya.
Sena yang melihatnya hanya tersenyum saja dan melajukan mobilnya kembali.
Hari ini dirinya rasannya sangat senang sekali, akhirnya bisa mengobrol banyak bersama Sani, dan mengajaknya jalan jalan, tapi tenang saja dia tak melupakan tentang maneger songgong tadi, nanti pagi akan ada kejutan untuk manager itu, kita lihat dan saksikan.
Kembali mobil itu berhenti di sebuah lestoran mewah, "kenapa kita kemari om, aku mau pulang "
"Ayo kita makan dulu "
"Tidak aku tidak mau om "
Tiba tiba saja suara perut Sani berbunyi "tuh liat perut kamu aja udah setuju dan pengen cepet cepet di isi, jadi ayo kita makan dulu ah "
Akhirnya mau tidak mau Sani mengikutinya dengan kaki yang pincang sebelah, karena memang masih sakit, Sena yang melihanya tiba tiba langsung mengendong Sani dan masuk kedalam "Om om gak gini om, aku bisa jalan turunin aku om, nanti kalau ada yang lihat gimana om, aku gak mau ada orang yang salah sangka "
"Kamu ini bisa diem gak "
Sani tak menjawabnya dirinya langsung menundukan kepalanya dna Sena langsung mendudukan Sani, lalu melihat menu makanan yang ada disini "kamu mau apa "
"Sani angkat kepala kamu, saya tidak suka "
Sani dengan kesal mendongakan kepalanya dna langsung bertatapan dengan Sena.
"Mau makan apa "
"Gimana om aja "
"Mau pesen apa "
"Yaudah sini aku lihat menunya "
Lalu Sani mempunyai ide dia tersenyum senang, dirinya akan membuat om om ini ilfil padannya dan menjauhinya jangan sampai nanti dirinya di permalukan oleh anaknya Alvaro, karena terlalu dekat dengan ayahnya padahal kan ini tak sengaja.
"Mba sini dong, catet ya "
"Baik mba "
"Aku pengen cajangmyeon , kimbab, cheese ramyeon, spicy tobokki, cabbage kimchi, rapoki dan untuk minumnya pink fire dan satu lagi sparkling monalisa "
Sena hanya tersenyum kecil dan mengambil menunya "flying bana dan champong "
"Ada tambahan lagi tuan "
__ADS_1
"Sudah itu saja "
"Baik ditunggu ya tuan dan nona "
Pelayan itu langsung pergi, "Makan mu banyak juga ya ternyata, aku baru tau selera makan mu sangat besar "
"Iya makannya om jangan mau bawa aku makan kaya gini, nanti habis lo uangnya lebih baik om tabung aja uangnya biar gak abis, atau gak buat Alvaro aja om "
"Uang ku tak akan habis hanya kau memesan makanan itu, "
"Sombong sekali "
Tiba tiba makanan datang dan Sani memelotokan matanya, apakah sebanyak itu yang aku pesan.
"Ayo Sani makanan dan habiskan apa yang kamu pesan, aku tak mau tau harus habis "
"Baiklah aku akan memakannya "
Sani langsung mengambil salah satu makanan lalu memakanya dengan bar bar, agar makin ilfil kan ayahnya Alvaro ini, "om makan dong " dengan mulut yang penuh
"Ya kau makan saja tak usah banyak bicara nanti makan keselek"
Sani hanya menganguk anggukan kepalanya. melahap kembali makanannya, sungguh sangat enak, ini baru pertama dirinya memakan, makanan seperti ini. ayahnya harus merasakannya.
Sani lalu menyisikan dua makanan untuk sang ayah, Sena yang sedang makan mengembalikan kembali piring piring itu ketengah "kenapa ini "
"Ini untuk ayahku, ayah harus mencobannya juga, masa aku makan enak tapi ayah tidak "
"Nanti aku akan memesankannya kembali, aku ingin kau menghabiskan semuanya, bukannya kau memesan ini berarti kau harus menghabiskan semuanya "
Sani hanya mengedikan bahunya saja dan kembali memakan makananya, makannya sudah habis 3 tinggal empat lagi, sekarang yang keempat dan saat akan memakan yang ke 5 Sani menyenderkan badannya, mengusap perutnya yang sudah buncit.
"Kenapa ayo makan "
"Aku sudah kenyang, aku sungguh tak kuat om "
"Habiskan "
"Aku kenyang, jangan membuat aku tak bisa berjalan "
"Kau kan yang mau, kau yang memesan ayo cepat makan jangan membuang buang makanan "
"Dibungkus saja nanti aku akan memakannya lagi dirumah, ayolah om, perutku sakit "
"Tidak jika kau ingin memakannya lagi aku akan memesankannya untuk di bungkus jadi habiskan sekarang yang ini "
Sani dengan sebal akhirnya kembali memakan makanan kelima dengan engan dan habis, sekarang yang terakhir, Sani menghirup banyak banyak udara dan kembali memakan itu dan "akhh akhirnya habis juga, "
Dengan lunglai Sani membaringkan kepalanya dimeja, Sena hanya bisa tersenyum saja dengan kekonyolan Sani hari ini sungguh mengemaskan..
__ADS_1