
Sena yang pulang kerumah melihat anaknya yang sudah menyiapkan segalanya, bahkan sedang memasuk masukan pakainnya.
"Alvaro kamu mau kemana " tanya Sena pura pura tak tau
"Pih aku mau daftar kuliah sekalian jalan-jalan sama Sani boleh kan"
"Bukannya kalian masih belajar ya, emang nggak papa pergi kayak gitu aja dan juga Sani bukannya kerja emangnya dia mau kamu ajak pergi jauh-jauh. Kalian berangkat berdua atau ada yang lain papih nggak mau ya ada yang aneh-aneh nantinya"
"Udah bebas kali Pih, udah kok dia udah ngasih surat cuti sama bosnya, sekali-kali jalan-jalan gitu Pih. Ya Alvaro sama dia berdua sama siapa lagi nggak mungkinkan Alvaro ajak teman-teman yang lain pih, ini kan cuma daftar sekolah aja dan jalan-jalan sebentar juga langsung pulang kok pih. Emang papih gak izinin ya, kita nggak punya hubungan apa-apa aku tuh sama Sani cuman temen "
__ADS_1
Sena menarik nafas sudahlah biarkan anaknya ini pergi, dari pada nanti curiga dan malah membuat Alvaro tahu tentang perasaannya pada Sani, Alvaro akan kembali benci pada Sani. Ya sudah lebih baik izinkan saja daripada nanti bermasalahkan "Baiklah Papi akan mengizinkan kamu pergi berdua dengan dia. Tapi ingat jangan lakukan apa-apa papih tahu kamu pasti akan jaga Sani dengan baik tapi jangan sampai lakuin hubungan terlarang atau ya semacamnya papih tidak mau sampai kamu menghancurkan masa depanmu seperti papi dulu ingat itu, papih sudah berbicara beberapa kali padamu kan tentang itu"
"Iya Papi tenang saja Alvaro selalu ingat kata-kata Papi dan Alvaro tidak akan pernah melakukan apa-apa dengan Sani kami hanya ingin berjalan-jalan dan Sani mengantarkan Alvaro mendaftar saja, ya sebenarnya memang bisa secara online tapi Alvaro hanya ingin pergi keluar jalan-jalan sudah lama kan Alvaro nggak jalan-jalan pih. Apalagi papi kan sibuk banget sama kerjaan makanya aku ajak Sani aja ya sekali-kali ajak dia jalan-jalan ke tempat yang belum pernah dia datangin gitu Pih"
"Yaudah pokoknya hati hati kamu harus jaga Sani dia perempuan dan belum pernah kemana mana "
Sena hanya mengangguk saja sebenarnya dirinya enggan melepaskan Sani untuk pergi jauh namun bagaimana lagi, ini anaknya yang membawa Sani pergi bukan orang lain, semoga saja tak ada perasaan apa apa diantara mereka, karena dirinya tak akan pernah bisa menerimanya.
**
__ADS_1
Bella yang sedang kesal mengacak ngacak kamarnya "udah Bell ngapain sih setiap marah marah itu acak acak barang "
"Diem Rizki Kenapa Alvaro nggak ajak aku malah ajak Sani buat daftar kuliah, kenapa nggak aku kenapa malah ajak Sani. Ada apa sih sebenarnya sama Alvaro. Ada apa sih sama Sani juga apa mereka punya hubungan aku makin ke sini makin nggak pernah diperhatiin sama Alvaro. Bahkan aku rasa aku kayak bukan pacarnya kayak Sani aja pacar dia"
"Sabar sabar kemana sih gak bisa sabar ya pantes aja Alvaro gak perhatiin lo lagi, liat dong kelakuan lo aja kayak anak kecil "
"Ahh lo sama aja kayak sahabat lo, lebih baik lo pergi Rizki pergi "
Rizki hanya mengakat bahunya dan langsung pergi meninggalkan Bella yang sedang mengamuk, nanti dirinya akan bertanya pada Alvaro langsung ada apa sebenarnya ini.
__ADS_1