Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Meminta untuk bertemu dengan orang tuanya


__ADS_3

Sani sekarang sudah dibolehkan beristirahat, dengan cepat Sani keluar dari restoran untuk mencari makan siangnya, terus saja dia berjalan tanpa menemukan apa yang dirinya inginkan. Dirinya ingin sesuatu yang berbeda namun entahlah apa itu.


Saat Sani melihat kearah sebrang di melihat seorang ibu ibu yang akan menyebrang, dan dia langsung saja menyebrang tanpa lihat kiri kanan, padahal banyak mobil yang melaju dengan cepat, Sani berteriak Teriak "Bu awas Bu, awas Bu " teriak Sani


Namun ibu itu tidak mendengarkan teriakan Sani, Sani berlari ke sana dan menerjang tubuh ibu ibu itu, dan mobil yang melaju kencang itu tak menabrak ibu ibu itu, hampir saja kan untung saja dirinya cepat menyelamatkannya.


Sani langsung bangkit dan membantu ibu-ibu itu untuk segera bangun "Apakah ibu baik-baik saja. Apakah ada yang terluka maafkan aku tiba-tiba menerjang ibu seperti ini, kalau aku tidak melakukan itu ibu bisa-bisa tadi tertabrak, sekali lagi aku minta maaf"


Ibu-ibu itu langsung bangkit dan menatap Sani sambil menatap wajahnya dirinya seperti pernah melihatnya namun dimana lupa lagi, "terima kasih atas bantuannya sungguh aku sangat berterima kasih, aku tidak tahu kalau mobil itu berjalan dengan begitu kencang maafkan aku tadi aku memang tidak lihat kanan kiri langsung saja ingin menyeberang, aku sampai lupa ini jalan besar yang masih banyak mobil motor berlalu lalang, terima kasih atas bantuanmu namamu siapa"


"Namaku Sani Bu, ibu ke sini dengan siapa " sambil celingak celinguk.


"Aku ke sini bersama sopirku, tadinya aku mau berbelanja ke sana sepertinya tidak jadi, lebih baik sekarang aku pulang saja terima kasih atas bantuannya sebentar-sebentar "ibu-ibu itu langsung membuka tasnya dan membuka dompetnya lalu memberikan beberapa lembar uang kepada Sani.


Namun dengan sopan Sani mendorong uang itu ke arah ibu itu kembali" tidak usah Bu"


"Sudah terima saja ini uang untuk kau, karena kau sudah membantuku"


"Tidak usah Bu, aku menolong ibu dengan ikhlas aku tidak mengharapkan imbalan apapun jadi tidak usah Bu. Ya sudah aku permisi dulu ya Bu, ibu di jalan hati-hati ya"


Sani tanpa mendengar ucapan ibu-ibu itu langsung saja pergi meninggalkan ibu-ibu itu, untuk segera membeli makanannya karena perutnya sudah ingin segera diisi.

__ADS_1


"Saani nama yang seperti aku kenal, tapi ya sudahlah terima kasih dia sudah menolongku dengan ikhlas jarang-jarang ada anak muda seperti itu lebih baik aku ke kantor anakku sajalah , untuk membicarakan tentang hal perempuan yang disukainya "ibu itu langsung kembali masuk ke dalam mobilnya dan pergi dari jalanan itu, tadinya ingin membeli dulu kue tapi tak jadi karena peristiwa tadi.


Takutnya terjadi lagi hal seperti tadi, bisa gawat kan dirinya masih ingin hidup dan melihat anak serta cucunya menikah.


**


Sena yang masih berkutat dengan pekerjaannya dikagetkan dengan kedatangan ibunya yang tiba-tiba "mami selalu saja mengagetkanku, kenapa datang dengan tiba-tiba seperti itu, ada apa mih "


"Memangnya mami tidak boleh bertemu dengan anak mami sendiri, Apakah kau masih menjalin hubungan dengan perempuan itu perempuan muda yang seumuran dengan anakmu Alvaro "


"Ya tentu kenapa. Ada apa dengan mami memang ya kenapa kalau aku berhubungan dengannya, aku sudah bilang kan mami tidak usah ikut campur tentang urusan aku ke depannya lagi, ini hidupku maka aku yang mengatur bukan mami, ingat itu rumah tanggaku yang pertama hancur gara gara mami"


"Ya aku tahu ini hidupmu kau yang mengaturnya kau sudah sukses tanpa uang orang tua, aku tahu itu tapi menurutku dia tidak cocok dengan mu, lihat dia seumuran dengan anakmu. Apakah kau akan membuat istrimu lebih cocok menjadi anakmu tidak mungkin kan carilah perempuan yang memang seumuran denganmu, banyak kan perempuan di luar sana yang seumuran denganmu dan lebih baik daripada dia, banyak juga perempuan yang suka padamu Sena "


"Ya sudah kalau dia sulit untuk kau dapatkan lepaskan dia, tidak usah mengejar-ngejar orang yang sulit untuk kau dapatkan, kau punya uang sedangkan dia punya apa lihatlah umurnya masih 17 tahun sedangkan kau sudah berapa tahun Sena, kau sudah tua kau sudah berkepala tiga jadi lebih baik kau cari perempuan lain "


"Keputusanku sudah mutlak mih, aku tidak akan mencari perempuan lain lagi, aku sudah percaya dia akan menjadi istri yang baik dan ibu yang baik untuk anakku dan Alvaro juga pasti akan menerimanya aku yakin itu, lambat lamun pasti Alvaro akan menerimanya "


"Baiklah kalau begitu bawa dia ke hadapan mami, mami ingin bertemu dengannya dan ingin berbicara juga dengannya "


"Tapi mih"

__ADS_1


Maminya langsung saja pergi dari ruangannya. Sena yang sedang fokus-fokusnya jadi tak konsen kan gara-gara maminya berbicara seperti itu, bagaimana ini aku harus berbicara apa pada Sani.


Tiba-tiba mami ingin bertemu dengannya bukannya dia sudah pernah bertemu ya dengan Sani di rumah sakit tapi ini sepertinya akan berbeda, aku harus berbicara dengan Sani sekarang juga.


Sena langsung bangkit dan pergi dari ruangannya, niatnya akan mengerjakan semua tugasnya tapi menjadi tidak selera gara-gara mamihnya ingin bertemu dengan Sani, lebih baik sekarang temui dulu Sani sajalah daripada kepalanya makin pusing.


***


"Ada apa Om kenapa Om membawaku kesemak semak seperti ini, aku harus kerja kembali. Om ini datang tiba-tiba biasanya telepon aku dulu atau WhatsApp aku dulu tapi ini tiba-tiba datang, ada masalah apa om "


"Ada yang ingin saya bicarakan Sani "sambil memegang tangan Sani


"Apakah begitu penting"


"Tentu ini sangat penting mamihku ingin bertemu denganmu. Ya mungkin sekedar mengobrol-ngobrol saja"


"Apa tidak salah "


"Tidak ini benar mamiku ingin bertemu denganmu jadi kau bisa kan datang untuk menghampirinya "


Sani berjalan mondar-mandir di hadapan Sena lalu berhenti di hadapan Sena kembali "akan aku pikirkan semuanya dulu ya Om, aku harus memikirkan dulu semuanya karena aku belum siap untuk bertemu dengan mami om yang waktu itu pernah ke rumah sakit kan, tapi aku sudah lupa sih wajahnya seperti apa jadi aku harus pikir-pikir dulu. Lebih baik aku kerja lagi dan Om juga kerja lagi saja"

__ADS_1


Sani langsung pergi meninggalkan Sena dengan pikiran yang sudah mumet, dirinya harus bertemu dengan orang tuanya Sena bagaimana ini apa tanggapannya, sedangkan waktu itu saja waktu di rumah sakit ibunya Sena begitu marah padanya apalagi sekarang ya mungkin sekarang dirinya dan juga Sena sudah dekat sekali ya sangat dekat bahkan, bagaimana ini sudahlah lebih baik sekarang bekerja saja dulu.


__ADS_2