
Sani dan juga Sena sudah ada direstoran, Sani duduk dengan tenang sesekali tersenyum pada Sena, namun Sena sendiri sama sekali tak tersenyum padannya. Hanya diam sambil menatap Sani dengan sendu.
"Jadi om ada rangka apa kita makan diluar kayak gini, restorannya juga bagus banget deh"
"Saya mau bicara sesuatu sama kamu, ada yang perlu saya bicarakan"
Sani sudah tersenyum senang, dalam hati dia berkata apa om Sena akan menyatakan perasaanya, lalu aku harus menjawab apa, apakah aku harus langsung menerimanya atau bagaimana ya. Aku harus siap siap nih dan semoga saja perkiraan ku benar.
"Apa itu om, apa yang ingin om katakan padaku " sambil menundukan kepalanya dan masih tersenyum senyum senang.
"Mulai hari ini saya tidak akan menyuruh kamu untuk memasak lagi untuk saya, atau pun melakukan apa pun itu, saya tak akan melakukannya lagi"
Sani langsung mendongakan kepalanya " kenapa om apa makanan yang aku buat tidak enak ya sampai-sampai Om tidak mau lagi makan masakanku. Apa aku pernah melakukan kesalahan pada om sampai-sampai om berkata seperti ini"
"Tidak masakan kamu enak, semua ini hanyalah sebuah lelucon saja untukku sebenarnya kau tidak punya hutang apa-apa, kau tidak harus membayar apapun saya hanya melakukan sebuah permainan saja sungguh saya minta maaf"
Makanan tiba dan langsung disajikan, Sani hanya menatapnya tanpa mau memakannya. Tidak ada selera sama sekali, yang ada hanya ingin mendengarkan penjelasan dari om Sena yang tiba tiba ini.
Sani yang mendengar itu semua tiba tiba tak kuasa menahan air matanya, Sani mengusap air matanya dan mencoba untuk tak menangis lagi namun sangat sulit air matannya terus saja mengalir.
"Aku kira kebersamaan kita ini berbeda om, aku kira tak akan seperti ini akhirnya "
"Maafkan saya, tapi kamu tenang saja untuk sekolahmu saya yang akan menanggung nya, jika kau ingin bekerja di manapun bilang saya akan membantu kamu untuk masuk ke sana kau bilang saja ya, saya pasti akan membantumu"
"Tidak perlu om dari dulu aku membiayai sekolahku sendiri, jadi om tidak perlu untuk membantuku, semua bantuan yang om memberikan itu sudah sangat cukup untukku, jadi Om tidak perlu susah-susah lagi untuk membantuku, aku mampu mencari pekerjaan sendiri dan aku mampu untuk membiayai diriku sendiri. Pelayan kita bagi dua ya makanan ini setengah-setengah kita bayar om "
Pelayan itu datang dan Sani langsung mengambil kertas yang bertuliskan makanan dan hargannya pula "kenapa ini begitu mahal aku pernah kerja di restoran tapi tak semahal ini hargannya, kau yang benar menulis harganya "
Sena langsung menyuruh pelayan itu untuk pergi "Sani disetiap tempat berbeda harganya tak akan sama, beda Sani"
Sani langsung bangkit dan membawa tasnnya, tanpa pamitan dia langsung pergi meninggalkan Sena dengan air mata yang mengalir deras.
Sedangkan Sena sama sekali tak bisa mengejar Sani, dirinya harus kembali pada kehidupannya yang dulu, seperti kata anaknya, mungkin anaknya sampai kapan pun tak akan merestui hubungan ini, jadi lebih baik mundur dari sekarang.
**
__ADS_1
Saat Sani keluar hujan sangat deras seperti sedang mewakili hatinya yang sedang sakit, namun Sani tak menghiraukan itu semua, dai berjalan di derasnya hujan.
Dirinya masih tak menyangka kalau ini adalah pertemuan terakhir dengan om Sena, mungkin tak akan ada lagi pertemuan pertemuan lainnya, ya tak akan mungkin ada lagi.
"Baru juga pertama kali merasakan cinta tapi udah gini aja udah sakit duluan kenapa sih gak adil banget dunia ini, kenapa sih nasibku tak pernah baik selalu saja begini"
Sani mempercepat jalannya, banyak orang orang yang menegurnya untuk berteduh namun Sani sama sekali tak mendengarkannya, namun tiba tiba ada sebuah mobil yang berjalan lambat.
"Sani ayo saya antar kamu pulang, kamu jangan hujan hujanan seperti ini, ayo saya antar kamu " Teriak orang itu
Sani langsung mengalihkan pandangannya ternyata om Sena " tidak usah Om lebih baik Om pulang saja sekarang kita sudah tidak ada kaitannya lagi, jadi bersikaplah seperti dahulu seperti kita tidak mengenal, awalnya kita tidak mengenal kan hanya karena tidak sengaja kita bertemu dan kau menolongku jadi kita akrab, sekarang kita buka siapa-siapa lagi dan bersikaplah seperti dulu saja itu akan lebih baik "
Sani langsung berlari kearah gang dan membuat Sena tak bisa melakukan apa apa "sial kenapa akhirnya menjadi seperti ini, kenapa akhirnya malah tak bahagia "
Tin tin "ya sebentar " Sena langsung menjalankan mobilnya dengan masih khawatir dengan keadaan Sani.
**
Sani yang baru sampai dirumah segera masuk dan mengunci kembali pintunya, lalu langsung menganti pakaiannya dan membaringkan badannnya sambil menangis sesegukan "akhhhh kenapa begini, kenapa aku malah jadi patah hati, kenapa om Sena tega melakukan ini semua padaku, kenapa begini, baru saja aku merasakan jatuh cinta namun malah langsung jatuhh "
"Sani ada apa dengan ku, kenapa kau menangis, kau tidak apa apa kan"
"Mira aku sudah menelan ludahku sendiri sekarang aku mengakui kalau aku menyukai om Sena tapi setelah itu om Sena malah meninggalkan aku Mira bagaimana ini Mir, hatiku sakit sekali Miraa "
"Tuh kan apa kataku aku benar kan kalau kau memang menyukai Om Sena. Kenapa dia bisa tiba-tiba meninggalkanmu. Apa kalian ada masalah setahuku sepertinya om Sena sangat sayang padamu dari tatapannya dari gerak-geriknya pun kelihatan kalau dia memang peduli padamu, sekarang kenapa dia tiba-tiba meninggalkanmu"
"Aku juga tidak tahu Mira tiba-tiba saja dia meninggalkanku tanpa sebab dan aku tidak sempat untuk menanyakan apa alasannya, aku malah menangis dan tidak kuat untuk mendengarkan penjelasannya yang lain, baru juga aku merasakan jatuh cinta tapi kok kayak gini sih rasanya kalau emang kayak gini aku nggak mau lagi deh"
"Nggak boleh kayak gitu dong hidup tuh harus berjalan meskipun sakit hati harus berjalan. Apa alasannya gara-gara Alvaro ya"
"Aku juga gak tau Mir, mungkin saja bisa, kamu masih ingatkan tatapa benci Alvaro sama aku, mungkin aja karena itu kan, mungkin Alvaro sudah mengetahui semuanya, semua tentang kedekatan aku sama om Sena "
"Hemm iya bisa jadi juga deh , aku kira kamu sukannya sama Arzan kaliankan deket banget, bahkan juga Arzan udah bilang kalau kalian itu pacaran "
"Gak mungkin lah Mir aku suka sama Arzan itu tuh nggak mungkin banget, tiba-tiba aja aku tuh sayang sama Om Sena tanpa diduga-duga dan saat itu tiba , tiba tiba aja Om Sena tinggalin aku, gimana nggak sakit Mir aku sakit hati banget tau gak sihh "
__ADS_1
"Sabar ya, aku juga pernah ada di posisi kamu, kalau om Sena emang sayang sama kamu, dia pasti akan kembali tampa harus kamu meminta, aku yakin om Sena akan kembali lagi, jadi kamu yang sabar aja ya "
"Iya Mir, mau gimana lagi om Sena udah tinggalin aku, aku gak bisa lakuin apa apa, masa iya aku harus marah sama dia gak mungkin kan Mir, yang ada aku egois dong "
"Yaudah mending kamu istirahat aja ya, udah malem jangan sampai mata kamu bengkak saat sekolah nanti malah buat orang orang curiga lagi sama kamu "
"Iya deh Mir, makasih yah udah dengerin cerita aku, maaf ya aku ganggu kamu malem malem kayak gini "
"Iya sama sama San, kamu kayak kesiapa aja tenang aja kita kan sahabat "
Setelah sambungan terputus, Sani langsung menutup wajahnya mengunakan selimbut dan kembali menangis tak karuan, dirinya sangat sedih dan entahlah hatinya sakit sekali.
**
Sedangkan Mira yang baru mendengar kalau Sani tak menyukai Arzan dia malah loncat loncat di atas tempat tidur " Yes berarti masih ada kesempatan buat aku deketin Arzan. Sani kan nggak suka sama Arzan jadi kalau Arzan suatu saat nyatain perasaannya sama Sani nggak akan mungkin terima kan, akhirnya aku punya peluang lebih buat deketin Arzan untung aja aku tanya sama Sani dia suka atau enggak sama Arzan "
Kembali Mira loncat loncat tak karuan sambil berteriak teriak namun tiba tiba pintu terbuka dan menampakan mamihnya "Mira kamu ini ya kayak anak kecil, udah malem malah loncat loncat dan teriak teriak "
Mira langsung berhenti dan menatap mamihnya, lalu duduk dan memeluk mamihnya dengan erat "Mira tu lagi seneng banget mamih, pokoknya seneng deh sampai sampai Mira nggak bisa ungkapin Mih "
"Apa sih yang buat anak mamih seneng itu, gak bisannya kemarin kemarin murung banget sampai sampai makan gak mau, tapi sekarang girang banget "
"Ada deh pokoknya seneng banget, mamih belum tidur "
"Ini juga mamih mau tidur tapi denger kamu yang teriak teriak mamih jadi khawatir takut terjadi apa apa "
"Heheeh maaf ya mih, yaudah mamih tidur ya, aku soalnya gak bisa tahan makannya kayak gitu mih "
"Iya mamih mau tidur kamu juga ya, jangan loncat loncat lagi gak baik loh"
"Iya mihh" sambil melepaskan pelukannya.
Mira langsung membarikan badannya dan lampu dimatikan oleh mamihnya, namun Mira yang masih kesenangan segera mengambil ponselnya dan melihat foto Arzan.
"Nggak sabar deh aku pengen ketemu sama kamu dan aku rasanya pengen cepet-cepet ke sekolah aja Zan, semoga aja aku bisa dapatin hati kamu ya, dan kamu bisa lupain Sani buat seutuhnya, karena Sanj nggak suka sama kamu dia sukanya sama Om Sena, jadi kamu harus jadi milik aku nggak boleh jadi milik orang lain pokoknya aku senang banget hari ini "
__ADS_1
Mira menyimpan ponselnya dan memejamkan kedua bola matanya, hari ini adalah hari yang bisa membuatnya tersenyum lebar ya meskipun dirinya masih belum bisa mendapatkan hati Arzan, namun yang terpenting Sani tak suka pada Arzan.