
"Kau hamil Bella, anak dari laki laki yang tadi turun dengan mu "
Bella menggelengkan kepalanya " bukan orang yang tadi mencium bibirku kau tau kan kau melihatnya "
"Bukannya dia sudah mempunyai istri "
"Ya di sudah mempunyai istri dan aku istri keduanya, boleh aku menelfon Alvaro aku ingin berbicara dengannya"
"Tentu boleh sebentar "
Sani mengeluarkan ponselnya dan segera menelfon Alvaro dan tak lama kemudian sambungan langsung terhubung " hallo San " namun tak ada jawaban.
"Sani "
Bella masih diam dan menangis mendengar suara laki laki yang begitu dirinya cintai, laki laki yang selalu baik padannya dan mengerti akan dirinya.
"Hallo Alvaro apakah kau baik baik saja " ucap Bella
"Bella apakah ini benar dirimu sayang, apakah ini kau Bella"
Sambungan langsung berubah menjadi fidio call, Bella mengangkatnya dan terpampang lah wajah laki lakinya, alvaro kaget saat melihat wajah Bella, ada rasa kaget dan bahagia.
__ADS_1
"Bella kau masih hidup aku yakin kau masih hidup selama ini, kau dimana sayang, kau sekarang dimana, kau baik baik saja kan "
"Iya aku masih hidup Alvaro dan aku baik-baik saja, sekarang bagaimana dengan kabarmu apakah kau baik-baik juga di sana. Apakah kuliahmu lancar"
"Aku kehilangan dan hatiku hampa tanpamu Sekarang aku ingin tahu di mana kau berada, aku akan menjemputmu apa kau bersama Sani sekarang kau bersamanya kan, kau pergi bersamanya sekarang ya kau pergi bersama Sani aku akan menemuimu aku akan pulang"
"Tidak kau jangan pulang, kau jangan kemana-mana aku baik-baik saja Alvaro, kau jangan membahayakan dirimu aku tidak tinggal di tempat yang aman aku tinggal di tempat bahaya kau jangan pernah pergi kemari dan jangan pernah mencariku kembali Alvaro. Karena untuk kita bisa bersama itu tidak akan pernah mungkin aku hanya ingin mengabarimu saja kalau aku baik-baik saja agar kau tidak merasa bersalah atas kehilanganku, semua ini bukan kesalahanmu Alvaro semuanya ini bukan karena dirimu, ini hanya karena keteledoranku saja sampai-sampai aku bisa terjebak di sini kau baik-baik di sana ya, carilah perempuan yang bisa membahagiakanmu aku tidak akan pernah bisa kembali lagi padamu aku akan tetap mencintaimu Alvaro"
"Tidak tidak aku akan pulang dan bertemu denganmu, tempat apa yang sekarang kau tinggali aku akan menyusulnya dan membawamu pulang di mana sekarang dirimu kenapa kau berbicara seperti itu kenapa kau ingin meninggalkanku kau ingin membalas apa yang telah aku lakukan padamu iya itu yang ingin kau lakukan padaku Bella"
"Pokoknya kau harus membereskan dulu sekolahmu setelah itu kau boleh menemuiku jika kita memang jodoh kita akan bertemu, tapi aku yakin keluargamu tak akan menerima keadaanku, kau akan kecewa saat nanti melihatku jadi lebih baik kau lupakan aku dan hapus semua cintamu padaku jalanilah hidupmu dengan baik dan jangan terlalu banyak begadang dan bermain games banyaklah belajar dan menjadilah orang sukses di kemudian hari Alvaro, aku tahu kau bisa dan aku tahu kau pasti akan mampu untuk mengejar semua mimpi-mimpimu yang telah kau susun selama ini. Selama ini aku bukanlah pacar yang baik untukmu tapi aku bersyukur telah menjadi pasanganmu saat itu, menjadi perempuan yang berarti dalam hidupmu aku senang bersamamu dan aku bahagia bersamamu sekali lagi jangan kau cari aku, aku tidak akan pernah bisa kembali padamu Alvaro di sini hidupku sudah berubah"
"Aku akan tetap mencarimu meskipun kau melarangku aku akan tetap mencarimu, karena tujuan hidupku hanya untukmu Bella apa sebenarnya yang terjadi kenapa hah"
Tanpa mendengarkan jawaban dari Alvaro, Bella langsung mematikan sambungannya dia menutup wajahnya dengan tangannya dan menangis kembali sungguh rindunya sudah terobati tapi rasa sakitnya begitu menyakitkan melihat wajah Alvaro saat mengatakan kalau dirinya tidak bisa bersamanya.
Mengatakan semuanya pada Alvaro itu sangat menyakitkan tapi dirinya harus mengatakan itu agar Alvaro tidak berharap lebih padanya, karena dirinya akan mempunyai seorang anak dan keluarga Alvaro tidak akan pernah bisa menerima dirinya dan dirinya juga tidak mau membuat Alvaro harus menanggung anaknya nanti, biarkan dirinya yang mengurus anaknya sendiri.
Ponsel Sani kembali berdering Bella melihat ke arah Sani dan menggelengkan kepalanya "tidak usah kau angkat, jangan lebih baik kau matikan saja sambungannya aku sudah selesai berbicara dengan Alvaro dan ceritaku dan juga Alvaro sudah berakhir kami tidak akan pernah bisa bersatu lagi"
"Tapi Alvaro pasti akan menerimamu Bella dia sangat mencintaimu, aku yakin dia bisa membujuk omah ayahnya pasti dia bisa melakukan itu"
__ADS_1
"Tetap saja itu tak akan pernah mungkin aku tidak akan pernah mungkin bisa bersatu dengan Alvaro tolong kau jaga Alvaro dengan baik-baik ya, aku sudah tidak akan pernah bisa ada disampingnya lagi dan aku tidak akan pernah bisa untuk mencintainya lagi sampai kapanpun, kau adalah orang baik dan kau orang yang tepat untuk ada di samping Alvaro"
Belum juga Sani berbicara sudah ada yang mengetuk pintu. Bella segera mengusap air matanya dan membuka pintu ternyata itu adalah Adi "Kau sedang apa di sini kenapa kau tidak bergabung dengan yang lain di pesta"
"Aku tadi mengantar nona ini ingin ke kamar mandi, saat ke kamar mandi belakang penuh makanya aku membawanya ke sini ke kamar
"Baiklah ayo "
Adi langsung menggandeng Bella tanpa melihat Sani yang ada di belakang, Sani sekarang yakin kalau laki-laki itulah yang menikahi Bella karena dari gerak-geriknya sudah terbaca kalau laki-laki itu mengkhawatirkan Bella, tapi kenapa jalan ceritanya harus seperti ini kenapa Bella harus menikah dengan laki-laki yang sudah bersuami.
Sani segera keluar dari ruangan itu dan mencari suaminya, dirinya sedikit berlari ke arah suaminya dan duduk di sampingnya.
"Dari mana saja aku tadi mencarimu"
"Aku habis berbicara dengan Bella dan itu memang benar Bella dia masih hidup"
"Sudah jangan ikut campur tentang masalah dia, kita di sini hanya ingin mendatangi sebuah pesta jangan sampai ada yang curiga ataupun menahan kita di sini, kita tidak usah ikut campur tentang masalah mereka semua"
"Ya aku tahu bee aku hanya ingin memastikan saja apakah itu benar-benar Bella, karena Bella pun pasti tak akan pernah mau dibawa untuk pergi bersamaku kau tahu penjagaan di sini begitu ketat"
"Ya maka dari itu sudah jangan ikut campur"
__ADS_1
Sani menganggukan kepalanya dan menatap semua orang, para perempuannya menatapnya dengan sangat sinis.