Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Satu kampus


__ADS_3

Hari ini Sena dan juga Sani sudah pulang kerumah, urusan Sena sudah selesai semuanya sudah selesai, dan suaminya sekarang masih harus pergi meninggalkannya karena urusan pekerjaan lagi.


Sedangkan dirinya harus kuliah sekarang, sekarang adalah hari pertamanya untuk bekerja.


"Apakah kau harus pergi lagi bee, memangnya tak bisa nanti saja " ucap Sani sambil memeluk suaminya dari belakang.


"tidak bisa sayang. Aku harus pergi ke sana aku juga akan pulang dengan cepat kau tenang saja ya"


"Kau tak takut kalau aku pergi dengan yang lain, kalau aku berkencan dengan yang lain "


Sena membalikan badannya dan bertatapan dengan sang istri " tidak akan mungkin istriku melakukan itu, aku yakin itu kau bisa menjaga hati mu untuk ku, ini kau pakai ya kartu ini habiskan sesukamu " ucap Sena sambil memberikan kartu ATM pada sang istri.


Sani mengambilnya dan tersenyum " Sampai kosong tidak apa kah "


"Tentu sayang, tak apa sampai kosong pun kau gunakan saja, nanti saat kuliah kau harus hati hati ya "


"Baiklah bee kau hati hati dijalan "


Sena mencium kening Sani dan langsung pergi, sedangkan Sani memanyunkan bibirnya " nyebelin banget deh masa sih cuman cium kening aja nggak romantis banget sih punya suami"


Tiba tiba saja pintu kamar terbuka lagi dan Sena masuk dengan senyum yang tersungging di bibirnya " kenapa apa ada yang kau lupakan Bee "


"Ya ada sesuatu yang aku lupakan sayang "


Sena langsung ******* bibir istrinya, Sampai sampai Sani kaget dibuatnya.


**


"Sani "


Sani mencari asal suara yang memangilnya dirinya baru saja selesai kelas.

__ADS_1


"Zan "


"Iya kamu kuliah disini juga "


"Eh iya Zan " .


"Ke kantin yu "


"Emm aku mau pulang aja Zan "


"Sebentar aja San, aku pengen ngobrol sama kamu, Alvaro kemarin telfon katanya kamu ketemu sama Bella kan "


Sani menganggukan kepalanya akhirnya mau tidak mau Sani mengikuti langkah Arzan dan mereka memesan makanan di kantin itu.


"Terus bella-nya ke mana sekarang San, kamu tahu nggak tempat dia di mana gitu. Aku diminta sama Alvaro buat pergi ke rumah itu dan cek keadaan Bella"


"Ya tahu tapi kayaknya itu di rumah mertuanya deh dan gak akan mungkin kan mereka ngizinin kamu tiba-tiba ketemu sama Bella, dia udah nikah dan lagi mengandung aku juga sebenarnya nggak nyangka gitu kalau Bella udah nikah dan udah mempunyai anak aja. Tapi aku bersyukur dia masih hidup dan selamat ternyata apa yang dikatakan oleh papinya Bella semua itu memang benar kalau anaknya Bella masih ada kalau Bella masih hidup"


"Terus kita mau cari ke mana Zan tanpa tujuan kita tiba-tiba cari keberadaan ayahnya Bella, kita juga kan sekarang baru mulai kuliah kita harus cari ke mana coba"


"Emm ya udah mau nggak kita temuin dulu aja ibunya atau kakaknya gitu kita bicara sama mereka kan sekarang ibunya Bella juga masih sakit, pasti kalau dikasih tahu Bella masih ada dan masih hidup ibunya Bella pasti punya semangat hidup lagi gitu "


Sani diam belum menjawab dia binggung harus menjawab apa dirinya juga harus berbicara dulu pada suaminya gak mungkin kan gegabah pergi tanpa izin.


"Aku ke toilet dulu sebentar ya "


"Ya udah aku tunggu disini San "


"Iya "


Sani segera pergi meninggalkan Arzan sendirian, setelah Sampai di toilet Sani mengeluarkan ponselnya dan menghubungi suaminya tapi tak aktif.

__ADS_1


"Hemm kenapa tak aktif kemana coba suamiku ini "


Sekali lagi Sani menghubunginya tapi tak diangkat sudahlah kirim pesan dulu saja.


My husband


Bee aku pergi sama Arzan ya kerumahnya orang tuanya Bella, aku sama Arzan cuma mau ke sana aja, cuman mau kasih tahu orang tua Bella kalau Bella tuh masih hidup biar mereka tuh bisa tenang maksudnya tenang kalau anaknya itu masih ada dan ternyata yang dikubur itu bukan Bella. Aku juga setelah itu langsung pulang kok ya sebentar dan aku juga sama Arzan nggak akan ngelakuin apa-apa kamu cukup percaya aja sama aku


Setelah pesannya terkirim Sani segera keluar dari dalam toilet dan bergabung kembali bersama Arzan bahkan makanan mereka sudah ada.


"Tadi waktu kamu ke toilet makanannya Dateng "


"Iya Zan gak apa apa "


"Oh ya San kamu sama Mira gimana " tanya Arzan ingin mengetahui tentang keadaan pertemanan Sani dan juga Mira


"Ya udah sih Zan gitu aja, nggak ada perubahan maksudnya aku juga nggak berharap sih untuk berteman lagi sama Mira. Bukannya aku kacang lupa kulitnya tapi aku takut dengan sifat Mira yang sekarang dia udah berubah banget dari Mira yang dulu. bahkan aku sekarang udah nggak ngenalin sifat Mira aku tuh kalau ketemu sama Mira tuh kayak bukan Mira sahabatku yang dulu, bukan Mira yang baik Mira yang selalu ada buat aku sekarang tuh beda banget"


"Iya juga sih emang perubahan Mira tuh besar banget tapi maaf ya semua ini gara-gara aku, gara-gara aku nolak perasaan Mira. Karena aku emang nggak punya perasaan apa-apa sama Mira dari dulu aku anggap Mira ya kayak temen aja temen biasa dan aku juga nggak bisa paksain hati aku buat suka sama Mira"


"Iya aku tahu kok, dan aku ngerti, kalaupun aku ada di posisi kamu ya aku juga pasti kayak gitu nggak mungkin kan terima perasaan seseorang tapi kitanya nggak punya perasaan sedikitpun sama dia, nanti ujung-ujungnya nyakitin dia juga kan lebih baik jujur daripada nanti malah menyakiti"


"Ya bener gitu, tapi Mira orangnya keras kepala apapun yang dia inginkan harus menjadi miliknya"


"Iya bener, pokoknya sifat Mira tuh udah berubah banget dari Mira yang dulu sampai ke Mira yang sekarang tuh benar-benar kerasa perubahannya bukan main-main"


"Hemm bener banget yaudah yu makan setelah ini kita pergi kerumahnya Bella kita kasih tahu keluarganya ya"


"Iya kita kasih tahu mereka "


Tak ada pembicaraan lagi, mereka berdua fokus menghabiskan makanannya dengan Arzan sesekali menatap Sani dengan kagum, Sani makin kemari makin cantik saja.

__ADS_1


Perasaan yang dulu pernah hilang malah kembali lagi, kembali untuk memiliki Sani kembali, memang aneh ya dirinya ini.


__ADS_2