Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Kita berjuang sama sama


__ADS_3

"Sudah selesai bunda semuanya "


"Ya sudah Alvaro semuanya baik-baik saja adikmu baik-baik saja, ayo kita pulang apa kau ingin makan dulu diluar "


Alvaro mengelengkan kepalanya dan tersenyum samar kepada kedua orang tuanya " aku tidak mau, aku mau pulang saja, aku ingin menghabiskan waktu bersama kalian saja ,sebentar lagi aku akan memulai kuliahku lagi kan "


"Baiklah nak ayo kita pulang kita habiskan waktu bersama sama, kita akan bersenang senang " ucap Sena dengan senang anaknya akhirnya mau bersama sama lagi, maksudnya berkumpul jangan sampai ada kecanggungan diantar mereka semua.


Sani memegang tangan suaminya dan juga anak sambungnya itu, lalu berjalan bersama sama keluar dari rumah sakit.


***


"Hay temen temen gimana kalian senang gak ada aku disini "


Arzan yang sedang meminum jus jeruknya sampai tersedak dan menatap Mira yang ada dihadapannya duduk disamping pacarnya Anggia " ngapain lo disini hah, bukannya seharusnya lo sekolah di Jepang ya "


"Enggak aku udah pindah kok ke sini dan kalian tahu siapa yang bantu aku buat bisa sekolah di sini Sani sama Alvaro, kaget nggak sih kalian yang satu adiknya Anggia yang satu sahabatnya Arzan mereka baik banget ya udah bantuin aku buat bisa masuk ke sini, rasanya senang banget bisa sama kalian, bisa sekolah sama-sama yang meskipun bukan Sani sih yang di sini. Tapi sama aja kan Sani sama Anggi, kalian itu enggak ada bedanya senang enggak ada aku disini "


Anggia hanya diam saja, dia menatap Arzan pacarnya yang wajahnya sudah masam sekali, sedangkan dirinya tak mau merespon kata kata dari Mira, kenapa coba dia bisa masuk kuliah disini, tapi kan bebas kalau mau masuk manapun kan.

__ADS_1


"Kok gak ada tanggapan, kalian cuman diem aja nggak ada gitu rasa kaget atau rasa marah sama temen-temen kalian itu, maksudku sama Sani Anggia kamu nggak marah sama adik kamu tiba-tiba bantu aku buat bisa kembali lagi ke sini dan sekolah di kuliah yang sama kalian dan kamu Zan kamu nggak marah sama Alvaro karena udah bantu aku juga, masa sih enggak ada respon"


Anggia memutar badannya dan menatap Mira sambil tersenyum "kenapa aku harus marah sama Sani emangnya kamu masuk sini masalah buat aku, nggak kok mau kamu masuk tempat kuliah manapun aku nggak masalah, mau kamu satu kelas denganku itupun juga tidak masalah, aku tidak akan pernah menyalahkan Sani, untuk apa kau ini hanya memanfaatkan Sani saja aku tahu kau ingin mengadu domba aku dan juga adikku, jadi jangan merasa menang dulu karena aku tidak akan mempercayai kata-katamu, aku tahu apa saja yang pernah kau lakukan pada Sani, ya memang tabiatnya Sani saja terlalu baik pada orang lain jadi seperti ini bisa dimanfaatkan olehmu lagi, seharusnya kau itu berpikir mempunyai teman sebaik dia bukannya baikin dia bukannya disayang tapi ini malah dimanfaatkan aneh banget kan"


Mira diam dan menatap mata Anggia dengan kesal "kamu itu nggak tahu apa-apa kamu mungkin baru dekat lagi kan sama adik kamu, dari dulu kamu itu nggak akrab sama dia Mungkin kamu tahunya kalau Sani itu baik hati tapi kamu nggak tahu dalamnya"


"Oh ya apakah kau lebih mengenal Sani daripada aku kakaknya, mungkin kami dulu memang tidak tega tapi aku tahu watak dia seperti apa kau jangan meremehkan aku kami tumbuh besar bersama sedangkan kau hanya kenal dengan Sani cuma sebentar satu tahun dua tahun saja kan kalian dekat , jangan merasa dekat dengan orang lain kalau kau belum tahu dia yang sesungguhnya seperti apa, sepertinya aku harus memberitahu Sani kalau temannya ini hanya memanfaatkannya saja dan di belakang dia masih menjelek-jelekannya saja aku akan mencoba untuk membatasi pertemanan adikku sepertinya, karena aku tidak akan percaya padamu kau itu licik kau itu wanita ular dan sampai kapanpun kau tidak akan berubah kau hanya bisa memanfaatkan Sani saja sampai kapanpun"


Anggia mengambil tasnya dan segera pergi dari hadapan Mira dirinya tak mau malah jadi bertengkar dan jambak jambakan disini dirinya sudah dewasa dan tak mau melakukan itu.


Arzan juga dia segera bangkit dan meninggalkan Mira, bahkan Mira memegang tangan Arzan dengan erat, namun Arzan segera menghempaskan ya.


Mira diam dia menatap kepergian Arzan Air matanya tiba tiba saja mengalir dengan cepat Anggia menyusutnya dan bangkit dari duduknya.


"Kayaknya kalian pengen perenang ya sama aku, baiklah kita perang, kita lihat siapa yang akan menang, siapa yang akan dapetin Arzan sampai kapan pun Arzan harus menjadi miliku bukan Anggia, dia siapa ? dia hanya mendatang baru dihati Arzan, sedangkan aku sudah lama bersamanya "


Anggia mengambil tasnya dan berjalan dengan angkuh saat melihat mahasiswi dan mahasiswa disini, Mira tak mau berteman dengan mereka tujuannya datang kesini adalah untuk mendapatkan hatinya Arzan lagi, dirinya tak berbicara untuk berteman dengan siapa pun selain Arzan"


***

__ADS_1


"Sayang kamu mau kemana kamu marah ya sama aku "


Anggi menatap Arzan " apaan sih aku gak marah kok "


"Ya terus kenapa kamu buru-buru pergi kayak gitu, gak tungguin aku, aku juga mau pergi kali tapi kamu tiba-tiba pergi gitu aja kenapa kamu marah sama aku"


"Aku sama sekali nggak marah sama kamu, aku cuman kesel aja sama Mira dia itu kenapa sih harus kembali lagi ke sini, kenapa juga harus memanfaatkan Sani lagi untuk sekian kalinya, sebenarnya mau dia itu apa dia tuh mau kamu kan"


Arzan menggenggam tangan Anggia dengan erat "kamu janji ya jangan tinggalin aku, kamu jangan menyerah ya kita harus berjuang sama-sama mungkin itu adalah rintangan buat kita. Mira adalah rintangan buat hubungan kita berdua kamu bisa kan berjuang sama aku, kamu jangan mundur ya aku minta tolong sama kamu untuk satu hal itu kamu harus kuat dengan Mira jangan kamu lengah olehnya tolong"


"Aku nggak akan pernah ninggalin kamu kalau kamu yang nggak ninggalin aku, jadi kuatin aja hati kamu bukannya kuatin hatiku, karena di sini kamu yang dikejar-kejar bukan aku jadi kamu yang harus kuat dan aku akan terus berjuang jika kamu mau berjuang dengan aku, tapi jika kamu mau mundur aku juga akan mundur aku nggak mau berjuang sendirian"


"Aku nggak akan pernah mundur kamu bisa pegang kata-kata aku, aku akan hanya setia sama kamu dan aku hanya akan berjuang sama kamu aja jadi kamu bisa tenang ya aku tidak akan pernah tergoda sama Mira, karena aku juga nggak suka sama dia aku malahan benci sama dia"


"Awas jangan terlalu benci sama orang nanti kamu malah balik cinta, banyak juga kan orang yang dari benci malah jadi cinta awas aja tiba-tiba kamu cinta sama dia, aku sih nggak apa-apa aku lebih baik mundur jika kamu memang mau sama Mira aku nggak bisa bertahan sama laki-laki yang gak bisa berkomitmen"


"Aku gak akan seperti itu kamu bisa pegang kata kataku ya, beneran kamu boleh pegang kata kataku ini, aku tak akan pernah mungkin tertarik dengan Mira sampai kapan pun "


"Akan aku pegang setiap kata katamu, aku akan selalu ingat kata katamu itu "

__ADS_1


Kembali Anggia berjalan sekarang dengan Arzan mereka berpegangan tangan.


__ADS_2