Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Bertemu Anggia


__ADS_3

"Sanii "


Sani yang dipeluk dari belakang membalikan badannya dan menatap orang yang memeluknya " Anggia kamu "


"Sani aku kangen sama kamu " ucap Anggia


Sani segera membawa Anggia duduk dan memesankan makanan dan juga minuman.


"Kamu baik baik aja Anggia, kamu tinggal dimana " tanya Sani yang melihat keadaan Anggia.


"Emm kayak gini deh, setelah Ibu jual rumah ya gini aja sih luntang-lantung gimana keadaan kamu sekarang. Pasti enak ya tinggal di rumah besar"


"Emm ya gitu deh, ya maksud ku kamu ada tempat tinggal gak "


"Gak ada San, boro-boro punya tempat tinggal punya uang aja nggak punya"


Sani diam dan menatap saudara tirinya, apakah dirinya jahat tak membawa mereka diam dirumahnya bersama suaminya tapi dirinya juga numpang dirumah suaminya.


Tiba tiba makanan datang dan Anggia dengan senang segera menyantap makanan itu dengan sangat lahap, bahkan makanan itu habis dengan seketika.


"San boleh pesen lagi "


Sani menganggukan kepalanya dan memesan kembali makanan untuk Anggia dan beberapa dibungkus.


"Kalau boleh tahu kamu tepatnya tinggal dimana "

__ADS_1


"Aku tinggal di tempat kenalan ibu, tapi ya gimana kita dijadiin pembantu kayak gitu, bahkan uang yang kamu kasih sama suami kamu itu malah Ibu kasih sama orang itu dan akhirnya kita nggak punya uang sepeserpun bahkan mau beli ini itu nggak punya uang semuanya diatur sama dia, dia bilang kita tinggal di sana itu uang untuk bayar rumah"


"Sekolah mu bagaimana maksudnya kamu jadi kuliahan kan "


Lagi lagi Anggia menggelengkan kepala " gak aku gak kuliah, mana mungkin aku kuliah, aku gak punya biaya"


"Kamu mau gak kuliah sambil kerja "


Anggia mendongakan kepalanya " beneran "


"Iya aku beneran "


"Aku mau, aku mau San kamu beneran kan gak bohong "


"Ya aku bener bener mau, dan aku mau kuliah Sani, aku juga gak apa apa kuliah sambil kerja yang terpenting aku punya uang, yang terpenting aku membiayai hidupku, aku sungguh butuh itu San "


"Baiklah aku akan berbicara dengan suamiku, besok kita akan ketemu lagi disini, setelah aku pulang kuliah ya "


"Iya San makasih ya, Maaf dulu aku pernah jahat sama kamu, dulu aku pernah manfaatin kamu bahkan aku dulu pernah nggak sopan sama kamu, ya meskipun emang umur kamu lebih kecil dari aku tapi seharusnya aku nggak lakuin itu sama kamu, seharusnya aku tuh mengayomi kamu sebagai adik aku ini malah jadi kakak yang jahat sama adik. Maaf ya selama ini aku nggak pernah baik sama kamu San, selama ini aku cuman mikirin diri aku tanpa mikirin kamu gimana cari uang gimana kamu belajar sambil kerja dan sekarang aku ngerasain semuanya, ngerasain gimana kamu ngerjain tugas-tugas rumah dulu aku nggak pernah berpikir sampai ke sana San "


"Aku udah maafin kok tanpa kamu minta maaf juga, mungkin ini adalah sebuah hukuman buat kamu Anggia, agar kamu sadar dan kamu bisa menghargai orang lain kamu perbaiki diri kamu aku udah bayar semuanya dan ini buat kamu di rumah, aku pulang ya soalnya sopir udah jemput. Maaf banget aku nggak bisa nemenin kamu tapi besok kita ketemu lagi ya"


"Iya San makasih sekali lagi "


Sani menganggukan kepalanya dan segera membawa belanjaan, Sani sedikit berlari dan masuk kedalam mobil, Anggia hanya menatapnya dan tersenyum kecil, lalu kembali memakan makanannya yang begitu enak, dan ini pertama kalinya lagi dirinya makan enak, biasannya dirinya hanya makan nasi saja, tak lebih dari ini.

__ADS_1


***


Sani yang sedang melamun dikagetkan dengan deringan ponselnya saat dilihat ternyata suaminya yang menelfon.


"Hallo bee"


"Kamu di mana sayang, pergi ke mana kamu sama Arzan mau apa kalian pergi berdua, kenapa kalian bisa satu tempat kuliah sudahlah besok kau pindah saja tempat kuliah tidak usah kuliah di sana lagi, aku tidak mau kau bertemu lagi dengan Arzan "


"Bee tenang, aku hanya pergi ke rumah Bella saja, aku tak melakukan apa apa bee, aku ini sedang di jalan pulang bersama pak sopir tadi aku membelikan suatu makanan untukmu. Apakah benar kau tidak akan pulang dan tidak mau bertemu denganku. Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu dan aku juga tidak mau pindah kuliah aku sudah nyaman di sana"


"Kau nyaman karena apa, Karena ada Arzan iya kau nyaman karena ada laki-laki itu"


"Kau ini ya pikirannya ke mana saja, ya tidaklah aku sudah nyaman saja bersama teman-teman di sana aku juga sudah berkenalan dengan mereka bukan karena Arzan atau bukan karena apa-apa, aku sudah nyaman di sana bee, aku tidak mau pindah sekolah kemana-mana titik, aku tidak mau kemana mana sama sekali jangan sampai tiba-tiba kau mendaftarkanku ke tempat kuliah yang lain aku tidak akan terima dan aku tidak akan kuliah. Lebih baik aku di rumah saja kalau begitu"


"Baiklah sayang aku tidak akan mendaftarkanmu ke tempat kuliah yang lain, aku akan pulang sekarang aku tak jadi lama-lama di sana aku tidak bisa meninggalkan istriku sendirian di rumah ya meskipun ada pelayan dan juga ada satpam, tapi tetap saja aku tidak bisa meninggalkanmu sendirian sayang, aku sekarang bersama Fatimah sedang pulang kau tunggu aku ya sayang dandan yang cantik sayang "


"Hemm baguslah bee kalau kau pulang, baiklah aku akan dandan yang cantik, kau hati hati dijalan ya, aku cinta kamu bee "


"Apalagi aku sangat mencintaimu, bahkan cintaku ini tak bisa diukur saking besarnya "


Sambungan pun terputus Sani memeluk ponselnya rasanya dirinya begitu senang bisa dicintai oleh laki-laki dengan begitu dalam seperti ini, dirinya tidak menyangka kalau hidupnya akan berubah sedrastis ini dari yang tadinya tidak punya apa-apa, banting tulang sendirian tapi sekarang ada laki-laki yang membiayainya dan juga yang mencintainya dengan begitu tulus.


Dirinya begitu beruntung mendapatkan seorang Sena laki-laki baik itu telah merubah segalanya merubah hidupnya. Dirinya begitu mencintai laki laki itu, tapi tetap saja da uang mengganjal dalam hatinya, Alvaro kalau tahu akan bagaimana apakah dia akan marah, apakah dia akan membenci dirinya.


Sani menarik nafasnya dan mengalihkan pandangannya kearah luar saja, sudahlah yang pasti alvaro pasti akan sangat membencinya.

__ADS_1


__ADS_2