Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Mira itu yah


__ADS_3

Mamihnya Mira yang baru saja pulang dari pasar langsung masuk, memang kalau urusan belanja makanan sayuran memang dirinya yang melakukan tidak bibi, bibi hanya perlu masak beres-beres dan yang lainnya memang dirinya sangat suka berbelanja ya biar enak aja kalau dirinya yang memilih sayuran, buah-buahan dan makan yang lainnya untuk keluarganya.


Namun saat dirinya masuk malah melihat sebuah kaki dengan perlahan dirinya berjalan ke arah orang yang tergeletak itu saat sudah dekat dia sangat kaget ternyata itu Mira anaknya, mulutnya sudah berbusa.


Dirinya langsung mengahampiri Mira dan menguncang tubuh ya "Mira Mira kamu kenapa, kamu lakuin apa , bibi bibi Kamu di mana Bibi" air matanya sudah mengalir tak karuan, bibi sudah datang dan kaget.


"Ya Allah ada apa ini dengan nona Mira sebentar Nyonya saya panggil dulu Asep saya panggil Asep, "


Bibi langsung keluar dari dalam rumah dan datang kembali bersama Asep, Asep juga kaget saat melihat nonanya seperti ini, Asep segera mengangkat tubuh nonannya untuk segera pergi kerumah sakit.


Mamihnya Mira terus saja menagis saat didalam mobil, dia terus saja menangis melihat keadaan sang anak, sedangkan bibi sendiri hanya bisa diam saja tak bisa berbicara apa apa.


Padahal tadi nonanya sedang mengobrol dengan Den Arzan tapi kenapa tiba-tiba nonanya sudah berbusa seperti ini mulutnya. Apakah Den Arzan memberikan sesuatu dan akan membunuh nona Mira tapi tidak mungkin den Arzan melakukan itu dia kan temannya Nona Mira. Kenapa dengan Nona nya ini jangan sampai nyonya menyalahkan dirinya yang tidak becus menjaga nona Mira bagaimana ini.


"Kenapa ini bisa kayak gini Bi. Apa yang terjadi sama Mira. Apa ada orang yang datang ke rumah Bi, jelasin sama saya kenapa Mira bisa sampai kayak gini mulutnya berbusa jawab Bi jangan diam saja "


"Tadi ada den Arzan ke rumah Nyonya, dia mau main saya juga nggak tahu kapan den Arzan pulang saya juga nggak tahu kalau non Mira udah kayak gini, saya nggak tahu beneran saya nggak tahu tadi saya lagi di dapur nyonya lagi masak. Saya kira mereka baik-baik aja "


"Ya ampun kenapa anak itu datang ke rumah ngapain coba mang Asep nanti setelah kita sampai di rumah sakit kamu telepon anak itu dan suruh ke rumah sakit secepatnya"


"Iya siap nyonya siap nanti saya telepon den Arzan "


Tak lama kemudian mereka sampai di rumah sakit dan Mira langsung ditangani oleh dokter, dia langsung dimasukkan ke ruang IGD sedangkan maminya masih saja menangis dengan Bibi yang masih takut , dirinya takut disalahkan padahal memang tidak terjadi apa-apa tadi.

__ADS_1


"Bibi tahu nggak mereka bicarain apa gitu apa ada pertengkaran di antara mereka Bi, tadi Bibi dengar nggak di dapur "


"Nggak sih Nyonya saya nggak sama sekali nggak denger pertengkaran mereka, hanya ngobrol biasa malahan ya minum terus ngobrol lagi udah nggak ada yang aneh saya juga tadi kira mereka masih ngobrol, makanya saya nggak temuin mereka saya fokus aja masak"


"Seharusnya saya nggak ngebolehin Bibi masukin laki-laki itu pasti semua ini gara-gara Arzan pasti semua ini gara-gara laki-laki itu"


**


Arzan yang tadi ditelepon sama mang Asep katanya Mira masuk rumah sakit dengan cepat langsung melesat ke rumah sakit, bahkan sekarang dia sudah ada di lorong rumah sakit untuk mencari di mana ruangan Mira, saat dia melihat ibunya Mira, Arzan langsung menghampirinya dengan nafas yang ngos-ngosan, Arzan langsung melontarkan pertannyaan pada ibunya Mira "tante Mira kenapa"


Ibunya Mira mengalihkan pandangannya namun tiba-tiba plak, Arzan ditampar begitu saja oleh maminya Mira, Arzan yang binggung belum bisa mencerna, ada apa ini kenapa dirinya tiba tiba ditampar seperti ini dirinya memangnya salah bertanya seperti itu.


"Kamu apakan anak saya sampai-sampai dia kayak gitu. Apa yang sudah kamu lakuin, apa Zan apa kamu dateng kerumah mau apa pagi pagi hah, kamu mau kasih racun anak saya ya"


"Tante kalau bicara jangan kemana aja ya, aku sama sekali enggak ada niat buat racunin Mira. Aku tadi cuman ke rumahnya aja main udah ngobrol gitu aja Tan, aku sama sekali enggak racunin Mira dan aku juga enggak tahu Mira kenapa, aku tadi langsung pulang dan Mira juga tadi baik-baik aja enggak ke napa napakan aku beneran enggak tahu apa-apa tante "


"Alah enggak tahu apa-apa, kemarin malam aja kamu tuh udah bikin anak saya sakit hati, kamu ini ya dasar laki-laki enggak berguna tahu enggak sih, kamu apain anak saya, kamu apain dia kalau ada apa-apa sama Mira kamu yang tanggung jawab, saya enggak mau tahu kamu yang tanggung jawab atas semua ini. Kamu diam di sana dan jangan kemana-mana jangan kabur mang Asep jagain dia jangan sampai dia kabur sampai Mira sadar dan jelasin apa yang sebenarnya terjadi sama mereka berdua, anak ini udah racunin Mira "


Arzan yang sudah tersulut emosi lebih baik duduk saja daripada dirinya nanti malam-marah-marah pada maminya Mira. Lebih baik diam duduk dan melamun apa yang dirinya lakukan dirinya sama sekali tidak melakukan apa-apa.


Tadi minta nomor telfon Sani itu aja udah nggak ada yang lain, bahkan tadi dirinya tak melakukan apa apa pada Mira, tapi kenapa maminya nyalahin dirinya, katanya dirinya yang racunin Mira.


Racun apa emang dirinya bawa racun tikus gitu, kalau bawa racun tikus buat apa juga racun Mira enggak ada gunanya. Tiba-tiba datang dokter dari dalam ruangan Mira, ibunya Mira langsung menghampiri dokter itu dengan cepat.

__ADS_1


"Mira sudah siuman Bu. Anda bisa menengoknya silakan masuk, Mira terlalu banyak minum obat tidur Bu kenapa anaknya dibiarkan minum obat tidur yang begitu banyak sekali sampai-sampai dia overdosis. Untung aja Ibu datangnya dengan tepat waktu "


Ibunya Mira kaget. Mira memakan obat tidur berarti bukan Arzan pelakunya, namun masih dengan pendirinya dirinya tetap menyangka semua ini pasti Arzan yang telah memberikan obat tidur itu dan membuat Mira harus meminumnya.


"Makasih Dok saya masuk dulu " setelah dokter itu pergi ibunya Mira mengalihkan pandangan pada Arzan


"Mang Asep bawa dia masuk ke dalam biar dia jelasin dan Mira juga jelasin apa yang sebenarnya terjadi, pasti ini gara-gara dia Mira minum obat itu, pasti gara-gara orang ini pasti dia maksa Miraz ayo cepet bawa dia mang Asep "


Arzan tanpa di ditarik oleh mang Asep langsung masuk dan ingin mendengar penjelasan langsung dari Mira orang yang telah meminum obat itu langsung. Mira harus bertanggung jawab dirinya sama sekali tidak tahu tentang masalah ini.


Kenapa Ibunya Mira tiba-tiba menjelek-jelekkan dirinya, kalau dirinya telah membuat anaknya meminum racun, padahal itu anaknya sendiri yang minum. Kenapa jadi nyalahin dirinya, dirinya tidak tahu? apa-apa.


Saat mereka masuk Mira langsung menangis dan melihat mamihnya mereka langsung berpelukan , mamihnya melepaskan pelukannya dia sedikit kesal pada anaknya "Apa yang kamu lakukan. Kenapa kamu minum obat tidur itu, apa karena diaa kamu minum itu, karena dia karena dipaksa sama laki-laki itu kan, kamu jujur sama Mami apa yang dia lakuin. Diakan yang nyuruh kamu buat minum obat itu. Kamu ini kenapa sih bodoh banget mau aja disuruh sama laki-laki itu"


Mira langsung menggelengkan kepalanya dia menatap Arzan dengan air mata yang bercucuran "ini bukan salah Arzan mih, ini salah Mira, Mira sendiri kok yang minum obat itu tanpa suruhan siaapapun. Arzan dia enggak salah apa-apa mih , sungguh ini tuh Mira yang salah, mamih kenapa tiba-tiba nyalain Arzan dia gak salah apa apa kok mih "


Arzan yang mendengar itu hanya tersenyum miring lalu mendekati ibunya Mira " Maaf Tante bila saya lancang makanya tante kalau apa-apa itu jangan salahin dulu orang lain, tanya dulu baik-baik sama anaknya dan tunggu dulu anaknya sampai sadar sebelum tante nyalahin orang lain, sekarang udah kebuktian kan kalau saya nggak salah. Jadi udah kan selesai masalahnya saya permisi. Terima kasih atas tuduhan tante yang telah membuat saya sakit hati dan tante juga sudah menyadarkan saya kalau saya tidak akan pernah mau berteman lagi dengan anak tante yang nyatanya hanya membawa sial saja buat saya. Saya permisi semuanya "Arzan langsung pergi begitu saja meninggalkan Rumah Sakit sedangkan Mira makin saja histeris


"Mami gimana sih lihat Arzan pergi mih. Kenapa Mami nuduh dia Mira nggak akan bisa hidup tanpa dia Mira enggak mau ditinggalin sama Arzan mami ini gimana "


"Udah kamu ini terlalu dibodohi oleh cint, udah kamu ini masih kecil kamu itu harusnya mikirin sekolah bukannya cinta cinta dan cinta kamu itu enggak baik tergantung sama laki-laki. Emang kamu selama ini dikasih makan sama dia enggak kan sama Mami sama papi jadi stop pikirin laki-laki itu dan lupain semua rasa cinta kamu sama Arzan, mamih gak mau punya menantu kayak dia udah lupain dia untuk selama-lamanya dan jangan pikirin dia lagi Mami mau ngurus administrasi dulu, kamu di sini jangan macam-macam. Bibi mang Asep jagain Mira jangan sampai dia macam-macam minum-minum yang aneh lagi, jagain dia dengan ketat "


"Siap Nyonya kami akan menjaga Nona Mira dengan ketat sekali "

__ADS_1


Setelah mendengar jawaban dari kedua pekerjanya maminya Mira langsung keluar dari dalam kamar rawat anaknya, dia begitu kesal dengan tingkah anaknya ini kenapa masih saja memikirkan Arzan dirinya tahu pasti Mira meminum obat tidur itu setelah pertengkarannya bersama Arzan mereka pasti bertengkar lagi, kenapa anaknya harus seperti ini.


__ADS_2