Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Tak bisa kemana mana


__ADS_3

Sani yang sudah sampai dikosannya menjadi binggung, dirinya langsung menghubungi Mira dan pada deringan pertama langsung diangkat oleh Mira


"Hallo San kamu gak kenapa napa kan "


"Mir ini gawat banget Mir "


"Kenapa San ceritain sama aku, gawat kenapa "


"Tadi di kedai itu aku gak sengaja lempar botol minuman ke kepala om Sena, terus dia pingsan aku malah pergi dan tinggalin dia sama Kak Fatimah, aku bingung harus lakuin apa aku takutnya nanti malah Alvaro nyalahin aku dan bilang aku biang kerok lah aku ketemuan sama Om Sena lah atau apa gitu sekarang apa yang harus aku lakuin "


"What kenapa bisa om Sena ada di sana dan kenapa juga kamu lempar botol minuman ke kepalanya. Gila ya kamu bisa-bisa kalau Alvaro tahu dia makin-makin benci sama kamu tahu gak sih, mungkin dia akan terus-terus bully kamu kenapa bisa kayak gitu sih"


"Aku juga gak sengaja kali Mir tadinya aku mau pisahin suami istri yang lagi berantem dan dia tuh dorong aku, ya aku kesel lah aku mau lempar itu laki pakai botol minum eh malah kena kepala om Sena karena laki laki itu menghindar gimana dong"


"Ya udah kamu sini aja ke rumah aku deh cepetan bawa pakaian buat besok sekolah. Cepet ke sini dari pada nanti kamu dicariin terus sama Kak Fatimah dan sama Alvaro udah cepetan sini "


"Jadi aku gak usah tanggung jawab gitu, aku pergi aja ke rumah kamu gitu aja iya masa sih gak akam apa apa nih "


"Iya udah kamu sini aja cepetan, nanti keburu ada yang datang loh ke rumah kamu, cepet Sen jangan banyak fikir lagi "


"Iya iya ya udah sebentar aku ke sana"


Sani segera mematikan sambungannya dan membawa baju seragamnya dan beberapa buku pula, namun saat dirinya membuka pintu sudah ada Kak Fatimah di sana "Eh kak Fatimah kok tahu sih kosan aku dari siapa"


"Ya tau lah ayo cepat kamu harus ke rumah sakit, tuan Sena ingin bicara sama kamu "


"Tapi kan itu bukan salah aku , aku gak sengaja aku tadi cuman bela orang lain tadinya mau lempar ke laki-laki itu, tapi kenapa malah kenapa om Sena, aku beneran minta maaf Kak Fatimah aku gak sengaja"


"Ya udah kamu ke rumah sakit dulu aja, temuin Tuan Sena dari pada nanti masalah kan, lebih baik kamu temuin dulu aja dia gimana-gimananya nanti aja gimana tuan, ayo cepat datang ke sana kamu lagi tadi kabur tiba-tiba pulang. Bukannya tolongin saya gimana gitu, untung aja kan tuan bisa secepatnya dibawa kerumah sakit "


"Iya iya deh saya kaget makanya saya tadi langsung pergi kayak gitu. Ya udah ayo kita ke rumah sakit kak "


Dengan wajah yang pasrah akhirnya Sani pergi, tadinya mau lari lagi mau kabur tapi Kak Fatimah memegang tangannya dengan erat, supaya dirinya tak kabur mungkin ya trauma mungkin Kak Fatimah


**


"Baik Tuan Sena hanya luka ringan saja dan akan sembuh dalam beberapa hari, hanya kulit kepalanya saja yang terluka tapi tidak sampai melukai yang lainnya tuan. Baik saya Permisi tuan"

__ADS_1


Sena hanya mengangguk dan tak menjawab dokter itu lalu tiba-tiba Fatimah datang dan tersenyum pada Sena namun Sena sama sekali tidak tersenyum "tuan saya sudah membawa Nona Sani kemari dia ada diluar sekarang "


"Suruh dia masuk "


"Baik tuan "


Fatimah segera melambaikan tangannya untuk Sani segera masuk, dengan perlahan-lahan Sani masuk dan mepet mepet ke arah tembok Fatimah yang kesal segera menarik tangan Sani, dan akhirnya Sani bertatapan langsung dengan om sena" jangan laporkan aku ke kantor polisi Om, tolong aku tidak sengaja aku tidak sengaja "


"Baiklah tapi ada satu syarat yang harus kau turuti"ucap Sena sambil tersenyum miring ke arah Sani


"Apa itu om Sena jangan berat-berat ya, apa lagi jangan minta ginjal saya ya, "


"Tidak saya tidak akan meminta ginjal mu, saya juga punya, kalau begitu kau menjadi pelayan pribadiku bagaimana "


"Apa tidak tidak tidak Om, aku tidak mau aku harus sekolah dan aku harus bekerja kamu tahu sendiri kan jadwal aku tuh padat banget, gimana mau menjadi pelayan om kalau gitu "


"Fatimah telepon pengacara "


"Jangan jangan jangan kak Fatimah Jangan telepon pengacara, ini udah malem gak enak lo malem malem gini telfon orang, om Sena tolong jangan memberatkan aku, aku hanyalah seorang anak sekolah, berapa biaya yang harus aku ganti biar aku ganti nanti aku cicil deh om. Beneran aku minta maaf "


Dengan cepat Fatimah segera menghitungnya dan memberikan kalkulator itu pada Sani untuk memperlihatkan berapa jumlah yang harus diganti


"Apa 50 juta kenapa sangat besar sekali, kenapa begitu besar, Om tadi kata dokter Om baik-baik saja Om tidak kenapa-napa, tapi kenapa biayanya sebesar ini, kenapa ini sangat memberatkan ku om kenapa "


"Karena kau telah kabur tadi dan akan melarikan diri kembali, aku di sini menggunakan kamar VIP dan juga pengobatanku tidak mungkin hanya sekarang saja, dan obat obat ku yang pasti akan mahal "


"Kurangi sedikit Om sedikit saja jangan terlalu besar seperti itu , ayolah Om kenapa Om menjadi seperti ini padaku om menjadi keras dan menyebalkan "


"Ya sudah kau pilih yang mana ingin membayar pakai uang atau menjadi pelayan pribadiku pilih saja di antara dua itu"


"Baiklah aku akan menjadi pelayan Om tapi bagaimana dengan Alvaro nanti dia salah sangka lagi dan bilang kalau aku deketin Om kan"


"Tenang kamu tidak usah khawatir tentang Alvaro karena saya yang akan mengunjungi kosan mu, kau harus memasak untukku dan harus selalu ada untukku dimanapun dan kapanpun "


"Memasak om masakan aku tidak enak"


"Tidak masalah tidak masalah meskipun makan mu itu tidak enak saya akan memakannya kau tak usah khawatir"

__ADS_1


"Baiklah aku akan menurutinya kalau om memaksa "


"Hemm baiklah "


"Apakah aku boleh pulang "


"Fatimah kau pulang, biarkan Sani disini "


"Baik tuan "


Sani langsung duduk dan menatap Sena yang hanya diam saja sambil menatapnya.


"Om kalau aku yang menunggui om yang ada nanti Alvaro datang ke sini dan marah-marah bagaimana "


"Tak usah kau khawatirkan Alvaro dia tidak akan kemari dan tidak akan tahu saya dirawat atau sedang di mana kau tenang saja"


"Baiklah baiklah"


"Suapi saya "


"Harus ya Om kenapa harus disuapi"


"Kamu kan sekarang pelayan saya "


"Baiklah om aku suapi "


Sani mengambil makanan yang ada dinakas, lalu menyuapi Sena dengan perlahan, namun tiba tiba Sena mengambil makanan itu.


"Kenapa om "


"Saya sudah tak lapar, kamu saja yang makan "


"Tidak mau om, tidak "


"Makan Sani, atau saya akan berubah fikiran "


Akhirnya Sani mau tak mau memakannya dari pada harus ganti rugi kan, soalnya itu sangat besar, makan saja dirinya susah apa lagi ganti rugi sebesar itu kan, bisa kacau lah semuanya.

__ADS_1


__ADS_2