
Sonia melemparkan ponselnya kearah tembok sampai hancur, hancur sekali " kenapa sekarang nomornya tidak aktif kurang ajar Sena, berani-beraninya dia tidak mengangkat teleponku dulu saja dia selalu saja takut bila tidak mengangkat teleponku, tapi sekarang dia begitu angkuh mentang-mentang sudah menjadi orang kaya lagi dulu saja saat miskin bersamaku"
"Kakak ini sebenarnya apa sih maksudnya telepon Tuan Sena dan bicara kalau Kakak lagi ada dalam masalah. Sedangkan kakak sendiri sekarang ada di rumah. Kenapa sih buat apa sih Kak terus Kakak juga beli nomor banyak banget cuman buat telepon tuan Sena yang ada tuh Kakak malah ganggu dia gimana kalau dia laporin Kakak kekantor polisi bisa gawatkan kak jadinya, udahlah lepasin Tuan Sena ngapain juga berharap sama laki-laki yang nggak akan mungkin bisa kakak dapetin lagi"
"Diem Gea kamu itu nggak tahu apa-apa. Jadi kamu nggak usah ikut campur kamu itu cuman anak kecil kamu itu nggak akan tahu gimana rasanya mau dapatin seseorang yang benar-benar kita cintai udah deh kamu nggak usah ikut campur, kamu itu nggak tahu apa-apa diam dan sana masuk kamar aja nggak usah ikut campur mau aku lakuin apa-apa kamu nggak usah ikut campur ya"
"Kalau Kakak emang bener-bener sayang sama Tuan Sena mungkin Kakak dulu nggak akan tinggalin Tuan Sena buat nikah sama laki-laki lain, aneh banget ya cinta tapi malah nikah sama laki-laki lain, itu ya yang dinamakan cinta, cinta kakak itu aneh tahu nggak sih sekarang tuan Sena saat dia sudah ada di atas Kakak mau balik lagi ke dia dan setelah suami kakak ada di bawah Kakak nggak mau temenin dia. Kenapa sih Kakak ini gila banget sama harta apa nggak bisa cinta karena memang mencintai orangnya bukan karena hartanya, bisa nggak sih Kak, Kakak tuh udah ninggalin anak udah ninggalin suami cuman buat ngejar mantan suami kakak yang udah pernah kakak tinggalin"
__ADS_1
Sonia langsung mengebrak mejannya dan memelotkan matanya kearah Gea " diam kamu aku sudah bilang kan kamu tidak usah ikut campur tentang urusanku mau aku bagaimanapun kau tidak usah ikut campur. Lebih baik kau pergi dari rumahku saja jangan kau tinggal lagi di sini aku tidak mau lagi berurusan dengan anak kecil yang selalu saja ikut campur urusan orang dewasa, kau pergi saja dari sini tidak usah tinggal di sini, aku tidak mau tinggal dengan kau lagi pergi Ini rumahku bukan rumahmu, aku tidak akan pernah membutuhkanmu lagi Gea pergi dari sini sekarang juga, aku tidak mau melihat wajahmu barang-barangmu dan apapun yang kau punya di sini aku mau kau pergi dari sini"
Gea tersenyum sinis pada kakaknya itu "Baiklah aku akan pergi lihat saja jika kau nanti butuh padaku aku tidak akan pernah membantumu lagi dan nanti kalau tuan Sena akan bertanya-tanya padaku apalagi tentangmu aku akan membongkar semuanya aku akan bilang semuanya pada Tuan Sena kalau kau lah yang menyuruhku untuk bekerja disana untuk memata matainya dan kau juga berbohong tentang kau yang sedang dalam masalah lihat saja aku tidak akan pernah bermain-main dengan kata-kataku aku akan membongkarnya semuanya pada Tuan Sena kau tidak akan pernah mendapatkan laki-laki itu sampai kapanpun"
Sonia yang kesal langsung berlari kearah Gea dan menerjangnya, mereka sekarang malah bertengkar saling jambak dan saling cakar, namun Sonia kalah dengan Gea, Gea mendorongnya dengan keras dan metap kakak sepupunya itu dengan kesal.
"Kau tidak akan pernah bida bertengkar denganku jadi jangan macam-macam meskipun umurmu lebih tua dan berpengalaman tapi staminaku lebih kuat kau sudah tua kau bahkan sudah memiliki beberapa anak sedangkan aku masih muda jangan harap kau akan menang"
__ADS_1
"Ahhh aku kesal padamu Gea "
Tak lama kemudia Gea keluar dari dalam kamarnya dengan beberapa koper " Jangan harap aku akan bisa diperbudak lagi olehmu. Aku tidak akan pernah mau lagi tinggal bersama nenek sihir sepertimu. Aku tidak akan pernah mau tinggal lagi bersama orang matre sepertimu yang hanya memikirkan uang dan uang saja, aku akan membongkar semua kebusukanmu pada Tuan Sena aku tidak akan main-main dengan semua ini aku sudah benci pada orang akan benci seterusnya dan tidak akan pernah memaafkannya, meskipun kau adalah kakak sepupuku aku tidak akan pernah memaafkanmu, kau sudah mengusirku dari sini. Padahal selama ini aku yang merenovasi semua rumah ini, tapi kau dengan seenaknya mengusirku seperti ini, kau saja sekarang tidak punya uang, kau makan saja sekarang dariku kau akan jatuh miskin kau akan menjadi wanita melarat dan aku yakin tidak akan ada yang mau memungut perempuan matre sepertimu. Dasar perempuan tidak tahu diri dikasih hati malah minta jantung" maki Gea dengan kesal.
Gea langsung pergi dari dalam rumah dan Sonia hanya bisa menahan amarahnya agar tak berteriak dimalam hari, jangan sampai tetangga menegornya dan memarahinya.
"Awas saja Gea kau sudah ingin bermain main denganku, aku akan membuatku menyesal telah mengatakan kata kata itu padaku, awas saja aku akan menjatuhkan mu, saat aku nanti kembali lagi pada Sena kau tak akan pernah bisa bekerja dikantor Sena lagi, aku akan memecatmu, orang pertama yang aku pecat adalah dirimu "
__ADS_1
Sonia berusaha untuk bangun, tangannya memegang tembok, meskipun sakit dirinya tetap saja mencoba bangun dan berhasil, berjalan sambil mengusur satu kakinya "sialan kenapa aku bisa kalah dengan perempuan gila itu, aku hanya didorong olehnya langsung keseleo seperti ini "
Sonia mengambil ponselnya yang hancur dan melemparkannya kembali "bodoh kau Sonia lalu kau akan menghubungi Sena dengan ponsel apa. kau saja tidak mempunyai ponsel lagi hanya itulah ponsel satu-satunya dan kau telah menghancurkannya. Kau sangat bodoh Sonia kau terlalu terbawa emosi sampai-sampai ponselmu hancur dan untuk membelinya saja aku tidak punya uang lagi, bagaimana uang berjalanku baru saja pergi dia baru saja sakit hati olehku aku harus meminta uang pada siapa, tidak mungkin meminta uang pada anak-anakku yang ada mereka akan mencaci-makiku seperti ayahnya dan juga aku minta pada Alvaro dia juga sama membenciku kenapa hidupku dibenci sama sini , apakah tak ada yang menyukaiku"