Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Malah dimatiin


__ADS_3

Bella yang sudah siap segera keluar dari dalam kamar inapnya, saat melihat ada pegawai yang kemarin Bella hanya membuang mukannya saja lalu keluar dari dalam hotel, celinggak celingguk harus cari kemana lagi.


"Kemana ya, kanan atau kiri, gak mungkinkan aku nelfon Rizki ogah banget nanti dia malah geer lagi, harus dia yang minta maaf sama aku, aku gak akan mengalah. Emm kita belok kanan aja deh "


Bella langsung menyetopkan taksi dan pergi sesuai apa yang dirinya inginkan, tak lama kemudian datang taksi dari arah berlawanan dan turunlah tiga orang masuk kedalam hotel sambil tertawa senang.


"Kalian berdua sampai kapan disini " tanya Rizki saat sudah ada didalam lift


"Kita besok juga pulang lo mau ikut pulang juga nggak Ki atau mau terus di sini" jawab Alvaro


"Ya pulanglah masa gue di sini terus-menerus nanti juga kan kita masuk sekolah kan minggu depan. harus ke sekolah buat urus-urus yang lainnya gimana sih lo Alvaro masa gue mau tinggal di sini terus gitu "


"Ya siapa tau gitu "


Ting suara lift terbuka, mereka segera keluar dari dalam lift dan berjalan kearah kamar mereka, setelah ada didepan pintu kamar Sani Alvaro berucap "kita istirahat aja ya, untuk hari ini kita istirahat besok akan pulang, nanti malam kita ketemu disini lagi untuk makan malem sama sama "


"Iya Alvaro " jawab Sani

__ADS_1


Alvaro mengacungkan jempolnya mereka segera masuk kedalam kamar masing masing, saat Sani sudah ada didalam kamarnya dia membuka ponselnya dan banyak sekali panggilan tak terjawab dari Arzan.


Sani yang memang takut terjadi apa apa, langsung menghubungi Arzan. Tak lama kemudia langsung diangkan oleh Arzan.


"Akhirnya Sani kamu telepon balik aku juga, kamu ini dari mana aja sih kenapa nggak angkat telepon aku, kamu baik-baik aja kan di sana kamu nggak kenapa-napa kan Alvaro sama Rizki nggak ngapa-ngapain kamu kan, dia ngecelakain kamu kan, kamu baik-baik aja kan, Sani kamu nggak apa-apa kan jawab dong San jangan diem aja "


"Iya gimana aku mau jawab kamunya aja dari tadi nyerocos, kamu dari tadi nanya ini itu aku baik-baik aja di sini aku sama Alvaro dan juga Rizki baik-baik aja, mereka nggak lakuin apa-apa sama aku mereka baik kok emangnya kenapa kamu tanya gitu nggak biasanya deh Zan "


"Beneran nggak diapa-apain kan kamu sama mereka berdua, jujur sama aku kamu lagi nggak diancem kan sama mereka berdua, kamu benar-benar baik-baik aja kan aku tuh khawatir banget tau nggak sih sama kamu San "


"Nggak kok emangnya aku lagi diancam apa , kita juga baik-baik aja di sini. Aku kan udah bilang aku sama Alvaro udah nggak kaya dulu lagi. Emang kamu nggak lihat ya perubahan Alvaro kayak gimana dan Rizki juga sama kok biasa-biasa aja kita juga udah berdamai jadi kamu nggak usah khawatir. Ada yang aku ingin bicarain sama kamu nih Zan "


"Penting banget, kamu gimana hubungannya sama Mira baik-baik aja kan nggak ada masalah kan kalian berdua, soalnya aku lihat kalian jarang update lagi deh "


"Kenapa jadi bahas ke situ ya, aku lagi nggak mau bahas itu kita jangan bahas itu aja ya, aku kan lagi nanya keadaan kamu kita bahas kamu aja kamu di sana ngapain aja sama Alvaro dan Rizki. Kayaknya seru banget tuh main-main sama mereka berdua kamu juga kayaknya tuh ketawa lepas pokoknya happy banget deh di sana"


"Kenapa nggak mau dibahas emang aku salah ya pengen tahu keadaan hubungan sahabat aku sendiri. Kamu kan pacaran sama sahabat aku Mira. Aku minta tolong ya sama kamu jangan sakitin dia jangan tinggalin dia juga kasihan dia kayaknya dia udah sayang banget sama kamu, jangan sia-siain perempuan kayak Mira ya Zan ingat penyesalan itu selalu datang di akhir "Sani berpura-pura tidak tahu tentang hubungan Arzan dan juga Mira yang sudah berakhir dan hanya pura-pura saja untuk membuatnya cemburu.

__ADS_1


"Ya intinya sekarang hubungan aku sama Mira lagi nggak baik-baik aja, aku juga mau akhirin hubungan ini kok kayaknya aku nggak cocok sama Mira. Aku tahu penyesalan datang di akhir dan aku sekarang lagi nyesel deh San "


"Kenapa ada masalah apa kamu sama Mira, kok kamu mau putusin dia sih. Ada masalah apa kalian berdua kok tiba-tiba sih, baru juga kalian beberapa minggu kan pacaran masa udahan lagi sih, kamu ini lagi bicara sama sahabatnya loh "


"Pokoknya ada deh aku nggak bisa bicarain ini sama kamu ya makanya aku bicara sama kamu, karena kamu itu sahabatnya Mira aku kayaknya emang mau udahan aja, aku mau udahan aja "


"Gitu ya padahal sayang banget loh tiba-tiba udahan aja padahal kalian juga udah kenal lama kan, jadi pacaran pun nyaman kalau udah saling kenal lama, oh ya Zan aku juga mau bilang sesuatu kamu kan sekarang pacarannya sama Mira lebih baik kita jaga jarak aja ya. Aku nggak mau buat Mira malah cemburu nantinya, aku nggak mau persahabatan aku hancur ya maksudnya aku bukan bilang kalau kamu akan hancurin persahabatan aku sama Mira enggak aku cuman mau jaga jarak aja sama kamu biar enggak ada cemburu- cemburuan gitu


"Kenapa kayak gitu aku sama Mira kan mau putus kamu nggak usah jauhin aku kenapa harus jauhin aku, aku mau putus kan sama Mira, kamu jangan jauhin aku ya, aku gak mau jauhin kamu pokoknya kita harus tetep jadi temen "


"Kita akan jadi teman terus, tapi kita jaga jarak aja ya, kita selayaknya temen biasa tapi gak terlalu deket kayak waktu itu, tetep aja kamu udah putus sama Mira tapi kita harus jaga perasaan Mira, kamu pernah jadi mantan pacarnya dan aku gak mau buat Mira kesel dan sakit hati "


"Kamu terlalu mikirin orang lain Sani, kamu gak mikirin perasaan aku, padahal aku cuman mau berteman sama kamu aja, tapi karena masalah Mira aja kamu kayak gini, kenapa sih harus kayak gitu, apakah Mira yang minta sama kamu, apa dia yang minta "


"Gak kok , Mira sama sekali gak bilang apa apa sama aku, aku udah bilangkan kita masih berteman cuman jaga jarak aja. Kalau kamu emang anggap aku temen pasti kamu ngerti gimana posisi aku sekarang "


"Tau San aku masih binggung "

__ADS_1


Sambungan terputus, Sani langsung menyimpan ponselnya, Arzan yang mematikan sambunganya tadi, sepertinya dia marah namun Sani tak mempermasalahkan itu yang terpenting persahabatannya dengan Mira baik-baik saja.


__ADS_2