Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Tak bisa bertemu


__ADS_3

Sani yang sudah ada didepan rumahnya segera mengetuk pintunya "ayah ayah "


Tak lama kemudian pintu terbuka dan menampakan sosok ibunya "ohh masih berani ya kamu menampakan wajah kamu dihadapan kami, ada apa kamu kemari apa kamu masih peduli dengan ayah kamu, bukannya kamu sudah tak mau ya mengurusnya lalu untuk apa kau kemari sekarang "


"Aku bukannya tak mau mengurus ayah, aku hanya ingin fokus mencari uang untuk ayah, tanpa ada gangguam dari ibu sedikit pun, apakah salah tidak kan, aku hanya ingin fokus sekolah dan juga bekerja tanpa ada omelan dari ibu, aku lelah terus ibu omeli dan selalu saja ibu marahi, apa salahku sebenarnya sama ibu apa apa "


Plak ya Sarah menampar Sani, "berani beraninya ya kamu berteriak di hadapan saya, kamu punya apa sampai berani seperti itu saya ini ibu kamu, jadi kamu harus hormat, jangan semena mena kamu membentak saya, "


"Dan kamu bilanh ingin fokus bekerja, benarkah ingin fokus apa itu hanya sebuah alasan saja untuk kamu mencari pekerjaan yang lebih gampang dan kamu bisa pacaran sana sini, iya kan itu kan pasti yang kamu ingin kan, ibu sudah tau apa yang ada dikepala busuk kamu, jadi kamu yang ngelak deh ah "


"Memangnya Anggia, aku berbeda dengan Anggia yang selalu saja ingin diperhatikan oleh laki laki, dan selalu saja harus mempunyai pacar, ibu berbicara padaku, kalau ibu adalah ibuku, namun kenyataannya tidak, jika memang bener ibu tidak akan membedakan aku dengan Anggia, kalau aku kerja berarti Anggia juga kerja "


"Wajar lah Anggia kan cantik makannya dia ingin selalu diperhatikan, kau ya perhitungan sekali, kalian sama Anggia belum siap bekerja sedangkan mu, ya harus karena kau sekarang tulang punggungnya, Anggia harus fokus sekolah "


"Lalu aku apakah aku tak boleh fokus sekolah bu, apakah aku hanya dibiarkan seperti ini saja, enak ya jadi Anggia dia gak perlu cape apa yang dia inginkan pasti di kabulkan sedangkan aku apa, sama sekali, permisi bu aku ingin bertemu dengan ayah ku "


"Tidak boleh kalau kau ingin memberikan uang ya sudah kemarikan saja, berikan pada ibu, mana sini sama saja, bukannya kau pergi untuk mencari uang kan dan yang pasti untuk ayah mu "

__ADS_1


"Biar aku saja yang memberikannya pada ayah, aku lebih suka bila aku yang memberikannya langsung pada ayah bukan ibu, jadi permisi bu aku ingin masuk kedalam rumah ku dan aku ingin bertemu dengan ayahku, "


Namun Sarah langsung mendorong Sani dan melipat tangannya, "kau tak akan bisa bertemu dengab ayah mu, kau sudah pergi dari sini berarti kau tak boleh bertemu dengannya, cari uang yang banyak baru kau boleh menemui ayahmu, sana sana pergi jangan malah jadi penganggu, sana pergi Sani "


Sani langsung bangkit dan sekali lagi ingin menerobos namun tiba tiba saja ada Anggia yang menyiramkan air ketebuhnya "sudah pergi, ibu ku bilang kau cari yang yang banyak baru kau boleh kemari lagi, sudah sana pergi, ayo bu tutup pintunya"


Brakk, Sani mengedor gedor pintu rumah nya itu "buka bu, buka Anggia kalian tak berhak melakukan ini padaku, buka aku ingin bertemu dengan ayahku, buka Anggia buka "


Namun nihil pintu sama sekali tak dibuka, Sani hanya bisa diam dan memeluk dirinya yang kedingginan, "maafkan Sani ayah, tapi Sani akan kembali lagi untuk menyelamatkan ayah, tunggu Sani ayah, Sani sayangg ayah "


Sani berjalan dengan lesu, berjalan kearah gang untuk pulang, namun tiba tiba ada seorang ibu ibu yang memberhentikan langkahnya.


"Iya saya tau, saya lagi cari uang buat ayah saya, saya sama sekali tak kabur dengan laki laki bu, memang ibu tiri saya saja yang tak suka dengan saya, makannya dia berkata seperti itu, lebih baik ibu jangan terlalu percaya dengan kata katanya saya permisi bu "


Sani kembali berjalan dengan wajah sedihnya, kenapa sih ibunya tak berubah ubah, kenapa dirinya selalu di fitnah kalau dirinya ini pergi bersama laki laki, padahal kenyataannya gak gitu, sama sekali tak seperti itu.


Sekarang apa yang harus dirinya lakukan untuk bertemu dengan sang ayah, katanya ayahnya sakit, lalu dirinya harus bagaimana agar bisa menemui sang ayah, sungguh dirinya sangat khawatir sekali dengan keadaan sang ayah.

__ADS_1


Namun semoga saja dia baik baik saja dan tak apa apa, ya semoga saja ayahku baik baik saja, akan aku fikirkan kedepannya bagaimana.


**


"Bu apakah tadi Sani, kenapa tak diajak masuk bu, ayah ingin bertemu dengan Sani, kenapa ibu tak membawannya "


"Denger ya yah, dia itu udah minggat dari rumah jadi untuk apa dia kemari lagi udah biarin aja dia, kesel tau gak sih yah punya anak kayak gitu, tau ayah lagi sakit bukannya ngasih uang malah gak bawa apa apa ini "


"Tolong bu kejar Sani, ayah ingin bertemu dengan Sani, kenapa ibu hanya memikirkan uang saja, kasian anak ku bu dia masih kecil dan ingin bermain seperti anak anak lain tapi dia malah dibebankan dengan mencari uang "


"Gak mau, ngapain ngejar dia, pokoknya ayah diem aja, cepet sembuh, kapam sih sembuhnya ibu udah cape urus ayah tapi gak ada kemajuan sedikit pun, kalau tau bakal kayak gini dulu ayah jangan selamat aja deh, cuman bisannya ngerepotin aja gak malu emang ayah, Sani juga kerja gara gara ayahkan, gara gara ayah yang sakit dan lumpuh "


Pak Bara tak bisa menjaeab beliau hanya menunduk saja, memang ini kesalahannya, kalau saja dirinya tak diselamatkan mungkin keluargannya tak akan kesusahan seperti ini, ya mungkin tak akan kesusahan seperti ini.


"Kenapa diam ayah, apakah ayah menyesal, pasti menyesal kan, hidup hanya jadi beban saja, bagaimana sih ya gak cape emang kayak gitu, kalau aku sih cape ya "


Sarah langsung melenggos pergi meninggalkan sang suami, dan menutup pintunya dengan sangat keras, membuat sang suami kaget dan mengusap dadanya, setiap hari istrinya selalu melakukan itu.

__ADS_1


Setiap hari hanya marah marah saja, tak ada waktu sehari pun dia diam dan tak mengomel padannya pasti selalu saja begitu.


__ADS_2