
"Sarah ambilin itu dong cemilan, cepetan Sarah ih "
Sarah dengan ogah-ogahan segera mengambilkan apa yang diminta oleh Sonia entah kenapa dirinya di rumah Sonia seperti babu.
Setelah itu Sarah menyimpannya dengan sedikit kasar lalu duduk di samping Sonia tetapi baru juga menatap televisi Sonia sudah menyuruh ya kembali" mending sekarang masak deh aku lapar nih masak apa kek kamu sama Anggia kita juga kan belum makan, ayo cepetan Sarah"
"Emangnya harus aku ya yang masak ataupun ngelakuin segalanya, emangnya kamu siapa sampai harus dilayani kayak gini "
"Kalian ini yah masih untung aku nampung kalian berdua di rumahku, udah cepetan masak atau ngapain kek lapar nih nggak akan makan emang. Udahlah anggap aja lah aku ini bos kalian aku ini adalah gudang uang kalian, setelah aku dapatin Sena kalian akan senang kalian akan hidup mewah banyak uang "
Sarah langsung bangkit dan menuju ke arah dapur, Anggia yang memang menengok ibunya mondar-mandir segera mendekatinya "Sepertinya kita salah masuk rumah deh Bu kita di sini kayak babu, aku aja ini baru beres-beres kamarnya dia, capek banget Bu "
"Ya mau gimana lagi Anggia kita nggak punya rumah kita mau ke mana lagi, sedangkan Sani dia nggak mau nampung kita anak itu durhaka nggak mau nampung orang tuanya sama kakaknya sendiri. Udahlah kita nikmatin aja yang ada di sini setelah kita dapat uang dari dia baru kita beli rumah kita porotin dia terus-menerus udah sekarang kamu belajar kek atau apa kamu juga nanti kan bakal dijodohin sama Alvaro "
"Malas aku belajar juga, aku juga nggak akan tahu kapan aku masuk kuliah udahlah aku pusing tahu nggak sih bu, kenapa sih kita harus kayak gini dan Sani kenapa harus senang-seneng dia itu dapat orang kaya bisa makan enak terus ibu mertuanya juga baik semuanya dia punya sedangkan kita, kita gak punya apa apa sekarang bu"
"Sebentar lagi kita akan punya itu kamu juga kan dijanjiin sama Sonia bakal dijadiin sama Alvaro gak kalah ganteng dia sama ayahnya Sena, dia juga ganteng kan banyak uang nanti kamu bisa celakain Sani di sana saat kamu udah jadi menantunya. Udahlah gampang semua itu yang terpenting kita harus ikutin dulu sekarang apa maunya Sonia setelah itu kita lakuin apa yang kita mau "
__ADS_1
"Udah deh tapi aku nggak mau bantuin ibu masak aku capek"
Anggia langsung pergi meninggalkan ibunya sendirian di dapur memang capek dirinya ini, sudah beres-beres kamar, kamar mandi dan banyak lagi benar-benar seperti babu dirinya ini kalau begitu lebih baik bekerja daripada harus beres-beres seperti ini.
**
Sani dan juga Sena sudah ada di gerbang rumah , Sani terlebih dahulu turun dari dalam mobil dan meninggalkan Sena sedangkan Sena sendiri hanya diam di sana sambil menunggu Sani masuk dan nanti beberapa jam dia akan masuk ke dalam rumah ribetkan.
Saat Sani masuk sudah disambut oleh Alvaro yang sedang menonton TV "udah beres San udah resign terus barang-barang kamu yang di rumah kontrakan mana "
Sani segera duduk di samping Alvaro dan menganggukan kepalanya "semuanya udah beres sih tapi untuk masalah barang-barang aku sih belum dibawa Al, nanti aja deh soalnya banyak banget aku baru beresin setengah tadi" bohong Sani untung tadi suaminya sudah memberi tahu.
"Syukur deh kalau dia udah pulang aku belum tengok dia ke rumah sakit"
"Ya udah nanti jenguk aja ke rumahnya bareng aku, dia juga udah baik-baik aja sih, oh ya kamu masih berhubungan sama Mira"
"Enggak sih aku udah nggak whatsapp-an ataupun teleponnya sama Mira"
__ADS_1
"Gitu ya aku cuma aneh aja dia kan cinta mati sama Arzan tapi kok dia nggak ada nengok Arzan ya ke rumah sakit, harusnya tuh dia ada, karena apapun yang terjadi sama Arzan dia tuh selalu ada tapi saat Arzan lagi kesakitan gini dia nggak ada, aneh banget kan "
"Aku juga kurang tahu sih, mungkin maminya ngelarang dia buat ketemu sama Arzan, kan cinta dia tuh terlalu berlebihan dia itu mencintai Arzan melebihi dirinya sendiri makanya maminya kayaknya nggak suka deh. Mira itu terlalu mengejar-ngejar Arzan, aku juga nggak tahu kenapa Mira jadi kayak gitu dulu dia nggak kayak gitu deh dia nggak pernah loh kejar-kejar laki-laki sampai se ekstrim itu dan maksudnya tuh sampai korbanin persahabatan aku sama dia, cuman gara-gara laki-laki aja"
"Gitu ya, emang sih udah kelihatan dari dulu tuh Mira suka sama Arzan kita kan satu SMP, jadi tahu lah gerak-gerik dia gimana waktu dulu juga emang dia pernah deketin Arzan tapi ya Arzan tuh suka ngejauh karena dia laki-lakinya nggak suka dideketin sama perempuan, maunya tuh dia yang kejar-kejar perempuan bukan perempuan yang kejar dia, anehnya tuh laki dia tuh enggak mau diperjuangin sama perempuan maunya dia yang perjuangin, tapi bagus juga sih tapi kan seharusnya sama-sama berjuang"
"Pantesan waktu Mira ngejar dia kayak gitu"
"Ya makanya. Kayaknya San aku akan memutuskan kuliah dulu dan nanti setelah selesai kuliah aku akan mencari Bella pikiran aku tuh terus tertuju sama Bella dan aku masih yakin dia masih ada San, masih nggak nyangka sih kejadian waktu itu kita yang tiba-tiba pingsan terus ada di pinggir jalan dan pokoknya itu tuh kayaknya berhubungan sama Bella deh makannya kita diculik tapi enggak diapa-apain sih anehkan, kayaknya ada tujuan di belakang itu"
"Iya sih aku mikirnya gitu, waktu kita diculik waktu itu kayaknya memang ada hubungannya sama Bella aku sih setuju dengan kamu yang pengen kuliah dulu, ya kamu fokus dulu aja kuliah nanti setelah itu kamu cari Bella dan aku juga pasti bantu kamu kok buat cari Bella"
"Aku sampai sekarang belum bisa mecahin kenapa kita bisa diculik dan di mana Bella berada bahkan waktu kita tiba-tiba ada di ruangan yang entahlah kita nggak tahu di mana itu dan ke mana jalannya seharusnya kita kasih tanda"
"Ya mau gimana kasih tanda sedangkan kita aja pingsan kan, nggak bisa lakuin apa-apa "
"Hemm iya Sama
__ADS_1
Alvaro kembali mengingat Bella setiap mimpinya selalu saja berhubungan dengan Bella yang meminta tolong padanya. Sebenarnya apa yang terjadi pada Bella bahkan tadi saat tidur siang dirinya memimpikan Bella, kalau dia sedang di sekap dan entah siapa yang melakukan itu dirinya ingin bertemu dengan Bella ingin meminta maaf atas semua kesalahannya.