
Bella mundur ke belakang saat seorang laki-laki masuk dalam kamarnya, dia tinggi besar namun tampan mungkin seumuran dengan om Sena ayah mantan pacarnya, atau mungkin lebih muda atau mungkin lebih tua, entahlah dirinya sekarang tak bisa memikirkan itu, sekarang dirinya hanya ingin keluar saja dari sini.
"Kau siapa tolong lepaskan aku jangan sekap aku seperti ini, memangnya aku punya salah apa padamu, sampai-sampai aku dikurung seperti ini, tolong lepaskan aku aku punya salah apa padamu, aku tak bernah bermasalah dengan siapapun selain dengan Sani " laki-laki itu tersenyum pada Bella dan mengelus wajah Bella.
"Cantik juga pelayan bawakan makanan untuknya dan juga baju ganti untuknya "Bella makin mundur dan tak tahu harus lari ke mana, karena pintunya dijaga oleh orang berbadan besar. Kalau dirinya nekat berlari kesana yang ada dirinya akan jadi ayam geprek.
"Tolong lepaskan, apa yang kau inginkan tolong lepaskan aku, aku masih sekolah aku harus menyelesaikan sekolahku dulu, banyak tugas bahkan aku juga punya PR dan juga sebentar lagi aku juga akan lulus dan kuliah, tolong lepaskan aku apakah kau tidak kasihan dengan aku ini, kalau perlu gantikan saja aku dengan kakakku Serena dia akan senang dikurang seperti ini, tolong lepaskan aku "renggek Bella
Orang itu malah tertawa terbahak-bahak Bella yang takut hanya bisa diam saja, kenapa dia tertawa memangnya ada apa. Apakah orang ini gangguan jiwa tiba-tiba saja tertawa terbahak-bahak seperti itu , emangnya dari perkataannya ada yang lucu, padahal perkataannya semuanya serius tak ada lawakan.
"Kau ini memang polos sekali, kau ini ke sini dijual maka kau sudah jadi milikku, kau tak akan bisa pergi kemana-mana dan kau juga tidak akan bisa menyelesaikan sekolahmu sampai kapanpun, kau akan terkurung di sini sampai yang aku mau jika aku sudah bosan maka aku akan melepaskanmu. Nah baru kau bebas mau melakukan apa saja, aku tidak peduli setelah kau bebas dari sini aku tidak akan mencarimu kalau aku mengizinkan "
Bella yang mendengar itu kaget dirinya dijual oleh siapa, siapa yang menjualnya tidak mungkin kan ayahnya menjual dirinya pada laki-laki ini, itu tidak akan mungkin terjadi ayahnya tidak mungkin melakukan ini, apakah ibunya dan juga Serena yang menjualnya.
"Berapa mereka menjualku padamu, aku akan membayarnya. Siapa yang menjualku padamu. Kenapa mereka menjualku apa salahku sebenarnya pada mereka sampai-sampai mereka menjualku kepadamu, atau pinjamkam ponsel mu aku akan menelfon papihku untuk dia menebusku dan menganti uangmu, tolong keluarkan aku dari sini"
"Sangat malah kau tak akan bisa mengantinya, bahkan harta papih mu saja Rey tak akan cukup. Nanti juga kau akan tahu lambat laun siapa yang menjualmu padaku, lebih baik sekarang kau makan saja aku tidak suka pada perempuan yang terlalu kurus sepertimu. Makanlah sekarang juga jangan membatah apa yang aku ucapkan, dan jangan banyak bertanya lagi"
Bella melihat makanannya cukup enak, dirinya belum makan tapi juga gengsi dengan laki-laki ini yang terus saja berdiri di hadapannya. Lalu tiba-tiba ada yang menyimpan sebuah piyama di tempat tidurnya.
"Jangan kau pernah lari dariku kau tidak akan pernah bisa lari , aku akan terus mengejarmu sampai Ke ujung dunia kalau perlu, sebelum aku ingin melepaskanmu aku tidak akan melepaskan jadi patung lah padaku l, jika kau ingin aku baik padamu"
Setelah mengatakan itu laki-laki itu langsung pergi meninggalkan Bella. Bella langsung terduduk dan mengambil makanannya. Apakah dia harus memakannya, apakah ini tidak beracun tapi sudahlah makan saja daripada perutnya keroncongan seperti ini memalukan sekali.
Selama dia menyantap makanannya dia masih memikirkan siapa sebenarnya orang yang menjual dirinya seperti ini, siapa yang berani melakukan ini pasti ayahnya akan mencarinya kan ?
__ADS_1
Ya pasti ayahnya akan mencarinya, tidak mungkin ayahnya akan diam saja bagaimana ini dirinya sungguh takut tapi juga lapar pengen makan, jadi ya dimakan aja makanannya. Kalau mungkin beracun ya untuk hari ini saja dirinya hidup.
Alvaro Aku sayang sama kamu. kalau aku mati sekarang kamu harus tetap mencintai aku ya. Aku nggak akan lupain kamu aku berharap hubungan kita akan baik-baik saja. Setelah mengatakan itu di dalam hatinya Bella segera mengambil piyama itu dan tunggu dirinya maju kearah pintu dan mengunci pintunya lalu masuk ke kamar mandi menggantinya pakaiannya.
Setelah selesai kembali ke kamar dan akan tidur rasanya mengantuk sekali lelah dari tadi berteriak-teriak tapi tidak ada yang menyahutnya sama sekali, Bella langsung tertidur dan tak memikirkan apa apa lagi, pintunya sudah dikunci.
**
Saat Sani masuk ke sekolahnya sudah banyak orang yang membicarakan kalau Bella diculik, dirinya langsung masuk ke dalam kelas dan melihat teman-temannya memang sedang berbicarakan Bella yang menghilang saat melihat Rizki yang melamun Sani langsung menghampirinya.
"Ki ada aku denger-denger anak-anak bicarain Bella diculik beneran itu Ki "
"Iya kayaknya Bella diculik, karena Bella gak pernah lakuin hal kayak gini, dia gak akan mungkin lakuin itu, kita juga semalam udah cari aku Arzan, Alvaro kita bertiga udah cari sama ayahnya tapi nggak ketemu bahkan kita udah laporin ke polisi"
"Kok bisa sih Bella tiba-tiba bisa hilang kayak gitu. Apa ada seseorang yang menculiknya atau ada seseorang yang menjual Bella gitu diakan cantik "
"Ya takutnya ada orang yang jahat sama dia terus karena lihat Bella yang cantik kan tiba-tiba aja dia nyulik Bella buat dijual, kadangkan orang orang suka kayak gitu kamu kayak yang gak tau aja sekarang dunia itu seperti apa"
"Masuk akal juga sih apa kita perlu cari dia ke club gitu siapa tahu dia ada di sana. Ya sepertinya aku harus mencari ke sana terima kasih idenya San aku akan menemui Alvaro "
"Apakah aku boleh ikut kau yang akan menemui Alvarokan"
"Tentu ayo kita pergi ke Alvaro dia ada di Rooftop dia pasti sedang melamun"
Sani menganggukan kepalanya dan segera mengikuti Rizky pergi, mereka sampai berlari saking ingin memberi tahu tentang ide mereka ini, yang tiba tiba muncul karena Sani juga sih ini.
__ADS_1
Sedangkan Mira yang melihat Sani makin akrab dengan gengnya Alvaro malah makin kesal saja, dirinya tadi sudah dibuat kesal dengan Arzan yang tidak merespon kata-katanya, bahkan Arzan pindah duduk bersama Rizki kembali.
Kesal sekali dirinya ini. Apakah Sani yang sudah melakukan ini apakah dia yang sudah menghasutnya, pasti perempuan itu siapa lagi kalau bukan dia, dia itu perempuan pengasuh siapa saja pasti selalu saja terhasut olehnya.
Aku yakin Sani yang telah melakukan ini, dia telah menghasut Arzan untuk menjauhiku dia , dasar perempuan pengganggu dia sekarang bukannya nggak punya temen dia malah makin banyak temen aja. Alvaro juga mau-maunya aja bertemu sama dia apa sih spesialnya dia sebenarnya padahal biasa-biasa aja deh.
**
Rizki dan juga Sani sudah ada di Rooftop dia melihat Alvaro yang sedang merokok dengan Arzan. Rizky langsung menepuk bahunya " Alvaro gue baru dapat ide deh tadi dapat dari Sani sih sebenarnya, gimana kalau kita cek ke klub gitu siapa tahu ada di sana Bella, di kan cantik dia pergi sendirian sambil bawa koper siapa tahu aja ada yang culik dia jual dia kan"
Arzan mengangguk-anggukkan kepalanya sambil menatap Alvaro juga "Kayaknya bener juga di Al siapa tahu kan ada orang jahat yang kayak gitu lihat yang mulus muluskan langsung ngebet tuh pengen uang apalagi Bella itu cantik banget ya udahlah kita cek aja. Gimana mau nggak kita malam datang nih ke Club sama-sama kita cek satu persatu"
"Ya udah kita coba berbagai cara buat nemuin Bella, kita harus temuin Bella gimana pun caranya, kita gak boleh nyerah" Sani yang dari tadi diam saja lalu maju selangkah dan menatap Alvaro
"Apakah aku boleh membantu kalian untuk mencari Bell. Ya maksudku ikut itu pun kalau kalian tak keberatan" Alvaro langsung mendekati Sani dan mengusap kepala Sani dengan lembut.
"Kau tidak usah ikut kau perempuan, kau diam saja di rumah ya kami laki-laki yang akan mencari Bella nanti kalau ada info apa-apa. Aku akan memberitahumu, aku khawatir padamu jika ikut sudah Bella yang hilang jangan sampai kau juga nanti yang diculik kau sama-sama cantik" ucap Alvaro
Kata-kata terakhir itu membuat Arzanbsedikit cemburu mengatakan Sani cantik dengan kata yang berbeda sepertinya . Apakah sekarang Alvaro menyukai Sani. Apakah Alvaro putus dengan Bella karena Sani, ya mungkin saja salah satu alasannya itu.
"Tapi benar ya kalau kamu akan kasih info apa-apa pun yang terjadi, aku khawatir sama keadaan Bella takutnya dia kenapa-napa"Alvaro langsung mengusap kepala Sani kembali dan menganggukan kepalanya lalu membuang rokoknya dan menginjaknya
"Iya pasti aku kabarin kamu kok, pasti aku kasih tahu informasi itu sama kamu. Ya udah ayo kita ke kelas nanti kau ada guru gimana kita malah dimarahin, dan mereka juga bakal berfikir kalau kita malah bolos " Alvaro langsung menarik tangan Sani lebih dulu untuk turun ke bawah
Sedangkan Rizki melihat Arzan yang sepertinya menahan cemburu "tenang dan Alvaro sama Sani nggak ada hubungan apa-apa Alvaro itu anggap Sani itu udah kayak temennya banget, ya mungkin dianggap kalau Sani itu adiknya udah nggak usah cemburu, ayo turun gue juga tahu lo suka kan sama Sani, ayo cepet ah nanti ada guru bisa berabe kita ini"
__ADS_1
Tanpa berbicara Arzan langsung pergi dan turun bersama Rizki, matannya masih melihat tangan Alvaro yang mengandeng Sani, seperti pacaran mereka berdua ini.