Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Kau ini kenapa


__ADS_3

"Siapa lagi Sani laki laki yang kau tipu "


"Apa maksudmu Mira emangnya siapa yang aku tipu, emangnya siapa yang sudah aku tipu aku sama sekali tidak pernah menipu laki-laki manapun kau ini sebenarnya kenapa sih memusuhiku seperti ini, hanya karena Arzan kenapa seperti ini, kita bisa berteman kita bisa berteman sama-sama nggak kayak gini kamu itu berubah Mir"


"Aku berubah juga karena kamu, gara-gara kamu kenapa Arzan harus suka sama kamu sih San, kenapa harus kayak gitu kenapa Arzan nggak bisa kasih hatinya buat aku padahal aku dari dulu tuh udah suka sama Arzan, tapi dia sama sekali nggak kasih kesempatan aku buat ada di sampingnya kenapa kayak gitu, kenapa dia nggak bisa berpindah hati sama aku"


"Kenapa malah aku yang dibenci sama kamu, aku sama sekali nggak suka sama Arzan. Bahkan aku nggak deketin dia. Bahkan aku nggak respon dia, bahkan sekarang dia juga biasa-biasa aja sama aku kok aku tuh cuman temenan sama Arzan, aku tuh nggak ada hal yang spesial sama Arzan aku pun nggak berharap untuk bersama Arzan karena aku sudah mempunyai pasangan, aku sudah bilang sama kamu kalau aku nggak mencintai Arzan dan aku lebih mencintai orang lain kamu juga udah tahu rahasia aku semuanya kenapa harus aku yang disalahin Mir "


"Ya karena kamu yang pantas disalahin, di sini kamu yang pantas disalahin San, kalau aja kamu nggak sekolah di sini Arzan nggak mungkin suka sama kamu"


Sani tersenyum kecut "aneh kamu San "


Sani segera akan keluar namun Mira menarik tangannya, "aku akan membuat seolah olah kamu yang telah melakukannya, "


Sani yang tak mengerti hanya bisa mengerutkan dahinya, maksudnya apa, tiba tiba tanpa aba aba Mira langsung menjedot jedotkan kepalanya ke tempok, Sani yang kaget langsung menahan tangan Mira.


Namun Mira malah mendorong Sani sampai sampai Sani terjatuh "Mira stop "


Sani segera bangkit dan berlari dari dalam kamar mandi, Sani berlari kearah Alvaro "All "


"Kenapa kamu, "


"Itu Mira "


"Kenapa Mira "


"Dia tiba-tiba jedotin kepalanya ke tembok cepetan ayo ke kamar mandi" .


Alvaro Rizki dan Arzan segera mengikuti Sani yang sudah berlari sebelum mendengarkan jawaban dari Alvaro dan saat mereka sudah ada di depan pintu kamar mandi sudah banyak orang-orang di sana yang menolong Mira dan juga ada bu Sesil.


Mereka berempat segera menerobos "siapa yang lakuin ini Mir "


"Sani Bu " ucap Mira dengan lantang sambil memegang kepalanya.


Sani menggelengkan kepalanya " nggak aku nggak lakuin, aku beneran nggak lakuin bu. Mira sendiri kok yang jedotin kepalanya ke tembok aku malah tadi nolongin dia cuman di dorong, makanya aku lari ke Alvaro untuk minta tolong sama dia "


"Nggak bu dia bohong tadi waktu aku ke kamar mandi tiba-tiba dia marah-marah terus dorong-dorong aku dan jedotin kepala ku kayak gini. Bu sakit banget, beneran sakit banget Bu aku gak kuat Bu"

__ADS_1


"Ya udah sekarang bawa Mira ke UKS, ayo bantu-bantu semuanya bantu Mira ke UKS, Sani ikut saya ke ruangan saya sekarang"


"Tapi Bu aku nggak salah apa-apa"


"Ikut ibu ke ruangan ibu sekarang Sani"


Akhirnya Sani dengan lunglai mengikuti ibu Sesil kenapa malah jadi seperti ini. Padahal jelas-jelas Mira yang melakukannya sendiri.


Masalah baru kembali lagi, kenapa Mira sangat berani melakukan hal itu, ada apa dengan Mira sebenarnya, apakah dia sakit atau bagaimana. Karena cinta sampai seperti itu.


**


Alvaro mengikuti Sani kearah ruangan Bu Sesil namun Bu Sesil langsung menutup pintunya "gimana ni Al " tanya Rizki.


"Sebentar gue telepon dulu papi deh biar urus semuanya, masa sih Sani bisa lakuin kayak gitu nggak mungkin kan"


"Yaudah telfon cepet " ucap Rizki lagi, sedang Arzan pergi keruangan UKS, entah mau apa.


"Kenapa Alvaro "


"Apakah papi bisa datang ke sekolah"


"Bukan Alvaro tapi Sani tadi pokoknya masalahnya panjang banget deh papi udah deh ke sini dulu aja nanti sama Bu Sesil dijelasin kali ya ditunggu ya pih jangan lama,"


"Apa Sani buat masalah, nggak biasanya dia buat masalah"


"Ya maka dari itu pih mending papi ke sini aja biar tahu gimana cerita yang sebenarnya. papi kan bisa lawan musuh dengan cepat. Mending papi ke sini aja deh Alvaro juga nggak ngerti ini tuh gimana maksudnya, takut salah sih Alvaro bicara sekarang jadi lebih baik papi datang aja ke sini"


"Yaudah papih kesana sekarang "


"Oke pih ditunggu "


Alvaro langsung mematikan sambungannya " gimana Al mau kan papihmu datang kemari "


"Iya mau, kita tunggu aja disana sambil duduk duduk yu, aneh banget ya masa sih Sani bisa kayak gitu dia nggak mungkin lakuin itu kan Ki"


"Iya sih kalau dipikir pakai logika nggak mungkin banget Sani sampai segitunya apalagi kan mereka berdua itu berteman, bahkan sahabatan masa sih bisa berantem kayak gitu kalau benar berantem pasti Sani juga luka-luka. Sedangkan ini Mira aja dan nggak mungkin kan Mira nggak lawan sama sekali aneh banget"

__ADS_1


"Iya bener apakah Mira sendiri yang lukain dirinya sendiri"


"Iya bener "


"Mau cilok Al, belum abis tadi "


"Mana minta "


"Nih " Rizki memberikannya pada Alvaro


**


"Tuan mau kemana "


"Ayo ikut saya ke sekolah Alvaro"


"Ada apa Tuan"


"Istri saya ada masalah ayo cepat Fatimah jangan lama-lama nggak ada kerjaan kan sekarang"


"Paling nanti sore meeting tuan "


"Baiklah ayo "


Sena segera mendahului asistennya dia begitu khawatir dengan Sani, apa sebenarnya yang terjadi. Sedangkan Fatimah hanya bisa mengikuti tuannya saja siapa istri Tuan Sena, memangnya Tuan Sena sudah menikah kapan dengan siapa dan kenapa istrinya ada di sekolah Alvaro, apa sih sebenarnya.


Apa Tuannya sedang melindur tiba-tiba bilang kalau istrinya sedang ada masalah, apakah istrinya seorang guru di sana ya mungkin saja ya seperti . Lebih baik ikuti saja tapi bagaimana dengan Sani bukannya tuannya itu menyukai Sani lalu sekarang tiba-tiba punya istri siapa istrinya ah pusing pusing pusing udah udah ikutin aja.


"Cepat Fatimah "


"Iya tuan "


Fatimah segera berlari kearah tuanya dan masuk kedalam mobil tuanya langsung menjalankan mobilnya dengan begitu cepat bahkan ngebut, bahkan Fatimah langsung berpegangan takut terjadi apa apa.


"Tuan apakah bisa pelan pelan "


"Tak bisa kita harus cepat sampai, aku khawatir dengan istriku "

__ADS_1


"Tapi tuan kita bisa celaka apakah tak bisa pelan saja"


"Kau hanya perlu percayakan saja nyawamu padaku "


__ADS_2