
"Gimana gimana enak gak makanannya " ucap Sani sambil melihat kedua laki laki yang ada dihadapannya.
Mereka diam dan saling pandang lalu tersenyum bersama " enak lah malahan enak banget " ucap mereka serentak.
"Beneran kan kalian gak bohong"
"Ngapain bohong enggak kok kita berdua gak bohong ini enak loh Bun, besok bikin lagi ya "
"Emm boleh tapi harus habis ya, aku akan buat yang banyak buat kamu Al "
"Siap aku akan menghabiskan"
Tiba tiba ada yang memencet Bella, Sani memandang suaminya dan segera keluar untuk membuka pintu, saat pintu terbuka Sani hanya bisa diam saja.
"Aku ingin bertemu dengan anakku Alvaro "
"Siapa Bun "
Alvaro menatap perempuan itu dan menarik Sani untuk menjauhi Sonia ibunya, sedangkan Sonia tersenyum sinis pada Alvaro.
"Kau bisa menerima ibu tirimu dengan cepat tapi kau tidak bisa menerima Ibu kandungmu dengan cepat. Apakah kesalahan ibu itu sangat fatal untukmu. Apakah ibu tidak bisa dimaafkan seharusnya kau bisa menerima Ibu kalau kau bisa menerima Ibu sambungmu ini, apa bedanya kami sama saja, Bukannya kau waktu itu tidak mau kan ayah mu menikah dengan perempuan ini tapi sekarang apa kau mau kan menerimanya, kau juga setuju dan sekarang kau berbicara pada dia bunda lalu pada diri kau sama sekali tidak bisa menyebut nama ibu, apakah kesalahanku itu sangat tidak bisa dimaafkan olehmu"
"Kalau sudah tahu kesalahanmu tidak bisa dimaafkan kenapa kau datang lagi kemari, kami semua sekeluarga sudah bahagia tanpa ada dirimu, kenapa kau tidak kembali saja pada suamimu itu, ayahku sudah bahagia bersama temanku Sani dan sekarang dia sudah menjadi ibuku kenapa aku bisa menerima dia dengan cepat karena aku tahu dia bukan perempuan matre sepertimu dia bukan perempuan murahan sepertimu dan dia juga bukan perempuan yang mudah menyerah dan dia juga tidak akan pernah meninggalkan ayahku sampai kapanpun, jadi kau jangan banding-bandingkan antara dirimu dan juga Sani. Lebih baik kau pulang aku tidak mau lagi berbicara denganmu mungkin pada awalnya aku berbicara kalau aku tidak bisa menerima pernikahan mereka berdua tapi setelah aku melihat mereka berdua aku mulai sadar. Seharusnya aku tidak boleh menghalangi kebahagiaan ayahku kau sudah pernah bahagia kan jadi lepaskan ayahku dan lepaskan diriku karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa menerimamu, mau bagaimanapun aku tidak akan pernah bisa kau sudah terlalu dalam menyakitiku kau sudah terlalu lama membuat luka di dalam hatiku kau pergi selama 18 tahun lalu kembali lagi hanya untuk mengakui kalau kau adalah ibuku aku sudah mengakui mu sebagai ibuku tapi aku tidak bisa memaafkanmu dengan cepat bahkan mungkin tidak akan pernah bisa memaafkanmu memang kau yang melahirkanku. Tapi kau telah menyakiti aku "
__ADS_1
Sonia menangis mendengar penuturan anaknya, dirinya tak terima anaknya bisa menerima perempuan ini dengan cepat, sedangkan dirinya sama sekali tak bisa diterima kenapa seperti itu, kenapa harus begitu.
"Tolong kau sekali saja panggil aku ibu dan peluk aku, aku hanya ingin merasakan bagaimana dipeluk oleh dirimu Alvaro Ibu tahu ibu salah, Ibu tahu ibu telah membuatmu kecewa Ibu telah meninggalkanmu Ibu mengaku salah tapi tolong maafkan Ibu jangan seperti ini Ibu sungguh minta maaf Ibu tidak akan mengganggu dirimu lagi dan juga keluarga bahagiamu ini , ibu hanya ingin dipeluk olehmu saja Alvaro itu saja" .
Alvaro menatap ibunya dengan lekat " kau janji tak akan kembali lagi setelah memeluk setelah itu kau pergi jauh dari keluargaku dan jangan kembali lagi padaku " .
"Ya aku janji aku janji akan menjauh darimu, akan menjauh dari keluarga bahagia mu ini, aku berjanji padamu "
Alvaro dengan perlahan lahan mendekati ibunya itu dan memeluknya, tapi perutnya sakit sekali, Alvaro melepaskan pelukan itu dan melihat pisau yang menancap diperutnya.
"Akhh Alvaro " teriak Sani dengan histeris bahkan Sani menangkap tubuh Alvaro yang langsung jatuh
"Jika aku tidak bisa memiliki ayahmu dan tidak bisa bersamamu maka lebih baik kau mati saja Alvaro kau sudah terlalu keras kepala padaku kau sudah menolakku dengan mentah mentah. Padahal aku dengan baik-baik memintamu memintamu untuk menyayangimu tapi kau sama sekali tidak menyayangimu maka inilah yang harus kau terima"
Sonia tertawa terbahak bahak dan langsung berlari keluar " bee kemari bee tolong tolong siapa saja tolong " teriak Sani
"Ya Alloh alvaro kenapa "
"Ayo bee bawa Alvaro ke rumah sakit tadi ibunya menusuk Alvaro, ayo cepat kenapa kamu tidak ada tadi" !
"Aku sedang ke kamar mandi ya kita ke rumah sakit sekarang" .
Tapi Sena malah berlari dulu dan menyuruh satpam untuk mengejar Sonia lalu kembali lagi ke arah anaknya dan segera memangkunya, memasukkannya ke dalam mobil diikuti oleh Sani yang sudah menangis melihat Alvaro yang sudah tidak sadarkan diri.
__ADS_1
***
"Kamu mau langsung kerja Anggia kamu gak mau jalan jalan dulu gitu sama aku, kita makan dulu atau apa dulu gitu sebentar aja sayang, setelah itu udah kamu kerja "
"Aku harus kerja Zan maaf kalau aku gak ada waktu buat kamu, bukannya aku gak mau tapi aku harus segera bekerja, kamu tau sendiri kan aku gak boleh telat, sedangkan sekarang aja udah hampir gak keburu aku pergi dulu kerja ya maaf aku gak bisa berangkat sama kamu "
"Aku anter ya, aku anter kamu ketempat kerja kamu "
"Gak usah kamu gak usah repot repot anter aku, lebih baik kamu pulang ya kamu harus cepat cepat istrihat dan Zan "
Anggia langsung berlari dan pergi ke pangkalan ojek, Arzan sudah tak bisa melihat pacarnya lagi, selalu saja seperti ini, kenapa sih Anggia selalu saja tak mau diantar olehnya.
"Kasihan ya kamu selalu ditolak terus sama Anggia, kenapa coba apa dia punya selingkuhan lagi sampai-sampai dia nggak mau dianterin sama kamu seharusnya kamu lebih bisa mencari tahu apa yang sedang dia lakukan, jangan diam aja dong bukannya kamu pacarnya sekali-kali larang kek dia kerja atau ikutin dia kali Zan jangan diam aja "
Arzan mendelikan matanya kenapa Mira ada lagi ada lagi, kesal dirinya ini melihat Mira yang mendekatinya terus dirinya harus berbicara pada Alvaro kenapa coba malah membiarkan perempuan gila ini untuk pulang lagi.
"Nggak usah sok tahu deh emang lu pernah lihat Anggia jalan sama cowok lain nggak pernah kan, lo aja baru pulang sekarang dan lu juga nggak tahu kan gue udah berapa lama hubungan sama Anggia jadi jangan ikut campur deh masalah hubungan orang lain urus aja hubungan lo sendiri, nggak punya pacar ya jadi gabut gak punya kegiatan lagi ya jadi gabut ganggu pacar orang"
"Aku cuman mau kasih tahu aja kamu, jadi lebih hati-hati aja jangan terlalu percaya sama perempuan maksudnya perempuan kayak Anggi, dia itu pergi aja nggak mau diantar sama kamu kenapa coba apa alasannya seorang perempuan gak mau diantar sama pacarnya. Padahal enakan tinggal duduk manis dan dianterin kerja sama pacar sendiri apa salahnya dianterin sama pacar nggak ada yang salah kan, tapi dia seperti ada sesuatu yang disembunyikan dari kamu jadi aku hanya memberitahu kamu saja untuk memata-matainya agar kamu tidak menyesal di kemudian hari, nanti kalau udah nikah dan ketahuan boroknya nanti nangis-nangis nanti kamu cerai itu kan lebih berabe lagi lebih baik tahu sekarang kan daripada nanti"
"Heh nenek sihir gak usah sok tahu deh, lo itu bukan cenayang gak usah sotoy deh, gue gak akan pernah terhasut sama lo, udah deh gak sudah deket deket lagi sama gue, gue gak suka ya lo selalu ikut campur apa apa ikut campur, apa apa ikut campur masing masing aja, meskipun kita satu tempat kuliah tapi lo gak berhak terus recokin masalah pacaran gue sama Anggia ya, gue gak suka Lo tuh terlalu sok tahu dan ingin hancurin semuanya"
"Apaan sih engga kok cuman mau kasih tau aja, lo juga jangan kegeeran ya gue juga udah gak suka lagi sama lo, lo tenang aja gue udah lupain lo kok, jadi gak usah marah marah terus "
__ADS_1
"Kalau lo udah gak cinta sama gue lo gak usah recoki masalah hubungan gue sama Anggia dong, ini malah recoki terus aja, gak salah tuh, jangan pernah ikutin gue lagi, dan jangan pernah ikut campur lagi pokoknya, gue gak mau liat muka Lo lagi Mira, lo pengganggu dan sampai kapan pun hati gue gak akan pernah jadi milik lo"
Arzan menatap Mira dengan benci dan masuk kedalam mobil meninggalkan Mira sendirian lagi.