
"Kau gila Sonia kau itu bukan siapa-siapa aku lagi, maka kau tidak berhak untuk melakukan ini pada Sani kau hanya masa lalu kau yang sudah meninggalkanku maka tidak ada yang perlu kau cemburukan dari diriku karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah kembali lagi padamu, sampai kapanpun itu ingat itu kata-kataku jangan kau pernah ganggu lagi aku dan juga Sani aku sudah bilang kan kalau kau sekali lagi menggangguku aku akan menelpon polisi dan memenjarakanmu. Kau kembalilah pada suamimu jangan mengganggu kami berdua"
Sena menarik Sani ke belakangnya, menyembunyikan Sani dari orang yang sangat dirinya benci bisa saja Sonia melakukan aksinya lagi, menyakiti Sani di depannya. Tiba-tiba datang lalu menyiramnya untung saja hanya menyiram Sani dengan air putih kalau dengan alkohol atau yang lainnya bagaimana nanti bahkan orang-orang yang ada di restoran melihat ke arah mereka ada keributan apa di antara mereka berdua.
"Tetap saja kita ini punya ikatan, Alvaro adalah anak kita dan kau harus kembali lagi padaku kita urus Alvaro sama-sama aku udah tinggalin semuanya buat kamu Sena, aku udah tinggalin suami aku, aku udah tinggalin semuanya buat kamu, terus kamu dengan seenaknya sekarang sama perempuan ini gitu jalan bahkan kalian serumah kan"
"Ikatan emangnya kamu pernah peduli sama anak kamu sendiri Alvaro nggak pernah kan, kamu selama 18 tahun udah ninggalin Alvaro kamu udah ninggalin dia aku nggak meminta untuk kamu tinggalin suami kamu ataupun kehidupan lama kamu. Aku nggak pernah meminta itu sama kamu Sonia. Aku tidak pernah mengharapkanmu untuk kembali lagi padaku. Kenapa aku dan Sani tidak boleh serumah kami ini suami istri lalu apa salahnya kalau suami istri tinggal satu atap satu rumah"
Sonia yang mendengar perkataan Sena yang mengatakan kalau mereka adalah suami istri langsung syok menatap ke arah Sena lalu ke arah Sani yang masih terlihat olehnya, dia tidak percaya mereka sudah menikah kapan kenapa dirinya tidak tahu, kenapa begitu tiba-tiba mereka menikah apakah ini hanya sebuah tipu daya Sena untuk membuatnya sakit hati untuk membuatnya terluka untuk membuatnya menjauhinya.
"Tidak itu tidak mungkin kalian berdua tidak mungkin menikah Alvaro tidak merestui hubungan kalian berdua, itu tidak mungkin Alvaro tidak akan mungkin merestui ayahnya yang menikahi temannya ingat itu .Aku tidak akan pernah percaya dengan perkataan kalian berdua, kalian hanya membohongiku saja kalian hanya ingin membuatku sakit hati lalu membuat aku menjauhi kalian berdua"
__ADS_1
"Untuk apa aku berbohong aku dengan Sani sudah menikah, meskipun kau tidak percaya kami berdua tidak rugi kami sudah menikah dan kami sudah menjadi suami istri kau tidak usah mengkhawatirkan Alvaro yang tidak suka aku menikah dengan temannya, ataupun yang lainnya kau tidak usah ikut campur tentang semua masalah ini, lebih baik kau urus hidupmu sendiri jangan mengganggu hidup orang lain kita ini bukan siapa-siapa lagi kita ini sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, kau pun sudah ku anggap bukan ibunya Alvaro mana ada seorang ibu yang tidak mau mengurus anaknya dan malah lari dengan laki-laki lain. Ayo Sani Sekarang kita pergi dari tempat ini kalau kita terus saja meladeni orang ini kita yang ada sama-sama gila seperti dia "
Sena langsung menarik tangan Sani keluar dari restoran itu tak lupa Sena juga menyimpan beberapa uang lembar untuk membayar makanannya yang memang belum tersentuh sama sekali. Sonia hanya bisa diam dan menatap semua orang yang melihat ke arahnya "Apa kalian jangan lihat-lihat aku ini tidak sedang melawak jadi kalian tidak usah menontonku kalau ingin makan, makan lah jangan menggangguku fokus saja pada makanan kalian "
Semua orang langsung menyoraki Sonia dan satpam juga sudah datang langsung menyeret Sonia untuk keluar dari restoran itu, dia sudah mengganggu semua pengunjung yang makan di sini bahkan Sena sampai pergi dari restoran ini gara-gara dia, tapi dirinya masih tidak percaya kalau Sena sudah menikah dengan Sani perempuan itu perempuan yang umurnya sama dengan anaknya Alvaro.
Apakah itu pantas apakah Sena sudah gila menikahi perempuan yang seumuran dengan anaknya sendiri, apa dia sudah kehilangan akal sampai-sampai melakukan itu sungguh dirinya tidak percaya kenapa semua ini terjadi pada kehidupannya, kenapa tidak dirinya yang kembali pada Sena dirinya ingin kembali ada di samping Sena.
***
"Kamu gak apa apa kan sayang "
__ADS_1
Sani menganggukan kepalanya "iya aku gak apa apa bee kenapa mba Sonia tahu kita ada disana "
"Aku juga gak tau sayang mungkin ada seseorang yang kasih tahu, tapi aku beneran gak kasih tau ke siapa pun kok sayang, aku gak mungkin kasih tahu siapa siapa "
"Semarah itu ya mba Sonia sama aku, padahal aku gak punya salah sama dia, kenapa tiba tiba dia datang dan siram aku, "
Sena langsung membersihkan pakaiannya istrinya dan juga mengelap wajahnya dengan sangat lembut " maaf semuanya malah jadi gagal gini sayang aku nggak tahu kalau pada akhirnya kayak gini, aku nggak nyangka kalau pada akhirnya kayak gini sekarang mendingan kita nginep aja ya di hotel jangan pulang ya kita habisin waktu berdua dan aku janji nggak akan ada yang ganggu kita berdua lagi nggak akan ada yang ngerecokin kita lagi semuanya akan aman"
"Seperti yang pernah aku bilang sama kamu bee aku akan selalu ikut kemanapun kamu pergi, jadi aku nggak akan pernah nolak saat kamu ngajak aku kemanapun asal itu baik dan asal itu tidak membuat aku takut aku pasti akan mengikuti kemanapun kamu pergi"
Sena menggukan kepalanya dan tersenyum senang memegang tangan istrinya dan segera menjalankan mobilnya untuk pergi dari parkiran restoran, dirinya tidak menyangka kalau Sonia akan datang tahu dari siapa perempuan itu kalau dirinya dan juga istrinya ada di restoran itu.
__ADS_1
Apakah pekerjanya ada yang memata matainya lagi seperti dulu seperti Gea, apakah ada orang yang mencoba untuk menghancurkan rumah tangganya tidak mungkin Alvaro dia belum tahu. Apakah orang tuanya Sani ibu tirinya ya nanti dirinya akan mencari tahu siapa orang yang telah membuat Sonia tahu tempat dirinya dan Sani ke sana.