Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Gagal total


__ADS_3

Masih saling senggol, Sena langsung menyimpan salah satu satu kue di piring kecil mereka "makan kuenya bukan saling senggol seperti anak kecil kalian ini berdua kenapa coba, kuenya sama tak ada bedanya, rasanya sama mau di sebelah manapun semuanya sama"


"Kita nggak apa-apa kok pih, kita baik baik aja kok "


"Kalian ini ya aneh sekali"


Sedangkan Sani sendiri dia hanya fokus menatap makanannya dirinya deg-degan karena tadi dilihat oleh suaminya bagaimana kalau Alvaro tahu bisa gawat kan, Alvaro dan juga Arzan yang melihat ada kue yang belepotan di bibir Sani segera mengambil tisu dan akan mengelap bibir Sani, Sani yang bingung langsung memundurkan kepalanya terus saja mundur, Karana kedua temannya terus saja mendekatinya dengan memang tisu.


"Kenapa kalian berdua jangan makan aku, aku manusia aku bukan kue "


Sena dengan cepat bangkit dan membersihkan bibir istrinya "teman-temanmu hanya ingin membersihkan ini"


Sena langsung pergi dan meninggalkan anak anak itu, Alvaro dan juga Arzan dengan cemberut langsung duduk kembali.


"Udah ngapa makan tuh kue susah banget suruh makan kue ya, ini gue aja ya udah abis tiga kali, sedangkan lain berdua satu aja belum " ucap Rizki lagi


"Ah itu mah lo aja yang emang kelaparan makannya gitu lahap banget makan kuenya "


"Tau aja kalau gue kelaparan tadi aduh susah banget ya minta kak Fatimah buat bisa selalu ada di samping gue dan nunggu gue sampai sukses dia nggak mau, dia nolak gue mentah mentah tau gak sih, sakit nih hati "


"Ya mana ada perempuan yang mau nunggu lo sukses maksudnya kak Fatimah itu udah tua ya umurnya udah cukup buat nikah lah kalau dia nunggu lo sukses dia mau nikah umur berapa tahun, lo mikir dong kak Fatimah sekarang udah berapa tahun hampir kepala tiga dia "ucap Alvaro


"Ahh Iya kalau dia serius sama gue kan dia bisa tunggu "


"Ya tapi kan dia gak mau serius sama lo, dia nggak mau sama lo makanya dia kayak gitu"


"Tau ah mending kita main basket yuk sekarang latihan gitu latihan terakhiran nanti kan waktu udah kuliah kita berpencar nih, kita gak akan sama sama lagi, kapan lagi kan kita main basket "


"Boleh boleh " ucap Arzan


"Kamu San mau di sini atau mau ikut kita main basket ke lapangan " tanya Alvaro


"Aku mau di rumah aja deh Al"

__ADS_1


"Oke deh kita pergi ya "


Sani mengangguk dan ketiga laki laki itu segera pergi, sedangkan Sani membawa semua piring kotor itu kedapur, dirinya masih kaget dengan apa yang dilakukan suaminya dengan mengusap bibirnya bagaimana kalau ketahuan kan dan Alvaro curiga.


Sani membawa piring kotor ke wastafel dan segera mencuci piringnya dengan perlahan dan masih memikirkan tentang kejadian tadi, tiba-tiba saja ada yang memeluknya dari belakang Sani yang kaget langsung membalikkan badannya ternyata itu suaminya


"Kau mengagetkan ku saja Bee"


"Kenapa aku tak ada waktu dengan istriku, aku hanya ingin berdua dengan mu sayang, aku hanya ingin seperti ini "


Sena menciumi leher Sani, namun Sani segera melepaskannya "Bee jangan disini nanti ada yang lihat, "


"Baiklah kita harus pindah berarti ya"


Sena langsung memangku Sani dan membawanya masuk kedalam kamar bawah, kamar Sani tak lupa dirinya juga mengunci pintunya "Bee aku belum beres cuci piring "


Sena membaringkan Sani dan dirinya juga ikut berbaring sambil memeluk Sani, dirinya tak akan melepaskan istrinya ini.


"Sudah biarkan nanti juga ada bibi aku tidak suka kau terlalu dekat dengan teman-temanmu seperti itu, aku tak suka istriku diperebutkan seperti tadi "


"Ya tapi tetap saja mereka itu berbeda tatapan dari mereka itu sangat berbeda. Oh ya aku belum memberi tahu tentang kabar tentang Mira, dia sudah mengakui semuanya kalau dia yang telah melakukan itu sendiri untuk menjebakmu"


Sani mendongakkan kepalanya "apakah benar Mira berkata jujur padamu bee"


"Tentu dia berkata jujur semuanya dia katakan, apa sih yang tidak bisa aku lakukan untukmu sayang dan apakah kau akan memaafkan temanmu itu"


Sani menganggukkan kepalanya "Iya aku akan memaafkan Mira bagaimanapun dia yang selalu ada untukku, waktu dulu dia yang selalu membelaku saat Alvaro dan teman-temannya membullyku dia yang selalu ada untukku dia berubah karena seorang laki-laki saja, aku tidak mungkin bisa melepaskan persahabatan kita mungkin dia sudah membuat aku kecewa beberapa kali tapi aku ingin memberikan satu kali kesempatan untuknya, siapa tahu dia bisa berubah dan bisa kembali menjadi Mira yang dulu aku yakin Mira adalah orang baik"


"Kau jangan terlalu baik pada orang bisa saja dia menusukmu dari belakang lagi"


"Iya tapi Bee aku tidak bisa mengacuhkan Mira nantinya aku terlalu sayang padanya aku terlalu peduli padanya karena dia selalu peduli padaku"


Sena menatap wajah istrinya "sayang kita belum melakukan malam pertama bagaimana kalau sekarang apakah kau siap " Sena mencoba mengalihkan perhatian istrinya, sudahlah membahas tentang masalah Mira sekarang tinggal membahas tentang mereka berdua.

__ADS_1


Sani memukul dada Sena "kau ini, aku malu "


"Kenapa malu aku suami mu, sebentar "


Sena langsung pergi kearah jendela dan segera menutup semua gorden dan mematikan semua lampu, lalu berdiri didepan Sani yang sudah berdiri.


Sena langsung menyambar bibir Sani dan memanggutnya dengan lembut, tangannya memeluk pinggang Sani dengan mesra, Sena membimbing Sani untuk mundur dan berbaring ditempat tidur.


"Apakah kau sudah siap memberikan semaunya padaku sayang, ya meskipun ini bukan yang pertama untukku tapi apakah kau mau memberikan semuanya padaku"


Sani masih mengatur nafasnya, Sani menganggukan kepalanya , Sena yang melihat itu sebagai tanda kalau Sani memberikannya segera melanjutkan aksinya, Sena membenarkan tidur Sani dan membuka pakaian Sani, baru saja akan membuka kaca mata yang menghalangi dua gunung kembar istrinya sudah ada yang mengetuk pintunya.


"San kamu didalam san "


"Bee itu Alvaro "


Sani sudah panik dia bangkit dan memakai pakainya sedangkan Sena sudah kesal dia hanya diam dan duduk di tempat tidur.


"Bee jangan seperti ini "


"Sani apakah kau ada didalam Sani "


"Baiklah "


Sena langsung membuka semua gorden dan masuk kedalam kamar mandi sedangkan Sani langsung membuka pintu sambil merapihkan pakainya " Al "


"Kamu lagi tidur ya, kamu gak lupakan nanti malam akan ada pesta kamu belum beli gaun kan, ayo sekarang kita beli"


"Hah sekarang banget ya ".


"Iya sekarang udah jangan ganti baju gini aja, ayo kita pergi sekarang"


"Tapi "

__ADS_1


"Udah ayo "


Alvaro langsung menarik tangan Sani pergi, mau tak mau Sani mengikuti langkah Alvaro yang lebar. Meninggalkan suaminya yang ada didalam kamar mandi.


__ADS_2