Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Kita hadapi sama sama


__ADS_3

"jadi bagaimana apakah sudah selesai sayang "


"Sudah bee semuanya sudah selesai dan Alvaro sudah menyelesaikan semuanya "


"Baguslah anak itu mulai bertanggung jawab dan melakukan tugasnya kalian berdua tak apa apa kan tak ada masalah kan kalian berdua "


"Tak ada Alvaro dia sudah dewasa cepat kau harus mandi, datang aku kemari bukannya mandi malah masih seperti ini "


"Ayo bersamamu, aku ingin bersamamu sayang "


"Tidak kau saja Bee kau mandi ya aku akan bantu Alvaro beres beres "

__ADS_1


"Apakah dia jadi pergi kenapa cepat sekali"


"Ya makannya aku harus kekamarnya dan berbicara dengannya apakah dia yakin akan pergi sekarang "


"Baiklah sayang coba kau berbicara ya bersamanya "


Sani menganggukan kepalanya dan segera pergi ke kamar anak sambungnya dan Alvaro benar saja sedang mengepak pakainnya.


"Al "


"Apakah kau yakin ingin pergi sekarang, kenapa tidak nanti saja apakah kau tak mau menunggu dulu aku melahirkan "

__ADS_1


Alvaro bangkit dan menatap Sani dengan lekat " aku ingin cepat cepat melukapakan Bella Bun, aku tak bisa terlalu lama disini dan memikirkannya raannya sakit sekali, aku tak bisa aku tak mampu kalau harus seperti ini terus aku tak bisa Bun, aku tak akan sanggup "


"Bunda tahu tapi setidaknya bisa tidak kau diam dulu sampai bunda beres melahirkan bunda berjanji Setalah itu bunda tak akan minta minta lagi, bunda tahu itu akan sangat menyakitkan melihat orang yang kita cintai menikah dengan orang lain, bunda tahu bagaimana sakitnya Al "


"Ya maka dari itu bub aku tak bisa lama lama disini, aku tak yakin akan kuat melihat Bella, aku takut aku malah berfikir akan merebut Bella lagi, aku sungguh binggung harus melakukan apa, aku seperti hilang arah tanpa Bella, sesuatu yang ada didalam hatiku hilang dan rasanya nyeri sekali sampai sampai aku tak bisa merasakan kebahagian lagi, selama ini aku mencari Bella kemana mana, aku mencari keberadaannya tapi saat dia sudah ketemu dia kembali menikah dengan penculiknya kenapa seperti itu kenapa bukan aku yang dia pilih "


Alvaro duduk kembali dan mengusap air matanya bahkan membelakangi Sani, pasti sangat sakit sekali dan Sani mengerti Semua itu, pasti akan sakit sekali, siapa yang tidak akan sakit hati, pastinya akan sangat hati ditinggalkan kekasih menikah lagi.


"Ya aku tahu bagaimana rasanya, meskipun aku tak pernah ada dalam posisi itu tapi aku mengerti bagaimana rasa sakitnya, aku akan selalu mendukung mu Al, aku akan selalu ada untuk mu, kau jangan sedih ya kau tak sendirian ada aku disini yang akan selalu ada untuk mu, jadi kau jangan sedih lagi, ingat jangan pernah sedih lagi, hidup akan terus berjalan semuanya akan terus berputar"


Alvaro memeluk Sani dengan begitu erat " terimakasih karena mau ada selalu disampingku, aku sedang lemah sekarang Bun aku sekarang sedang butuh seseorang yang bisa membantuku keluar dari zona nyaman ini "

__ADS_1


"Aku akan membantumu, kau harus semangat ya, aku jangan sedih kita hadapi sama sama seperti saat Bella menghilang kita hadapi semuanya bersama sama "


Alvaro mengangguk dan makin mempererat pelukannya, dirinya begitu bahagia ada yang mengerti dirinya dan tak menyalakan dirinya tentang masalah ini, kalau neneknya ada disini mungkin dia akan menyalakan dirinya habis habisan.


__ADS_2