Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Makannya jangan buat masalah


__ADS_3

"Kenapa kau menjadi seperti ini Sani apa yang kau lakukan kenapa kau tiba-tiba melukai Mira"


"Aku sama sekali tidak melukai Mira Bu, aku tadi sedang


di kamar mandi dan tiba-tiba Mera datang aku juga tidak mengerti kenapa tiba-tiba dia menjedotkan kepalanya sendiri"


Sani segera menceritakan semuanya dari awal bertemu dengan Mira dan sampai kejadian tadi. "kita tunggu saja kepala sekolah keputusan apa yang dia akan ambil "


"Tapi Bu aku sama sekali tidak melakukan itu apa sekarang ibu tidak percaya padaku"


"Itu sudah termasuk kriminal Sani"


"Iya aku tahu bu tapi aku sama sekali tidak melakukannya, untuk apa aku melakukan itu pada Mira sedangkan Mira sahabatku sendiri Bu, ibu tahu bagaimana kan hubungan aku dengan Mira"


"Ya maka dari itu apakah kau tega memfitnah sahabatmu sendiri kalau dia melakukannya sendiri mana ada orang yang mau melukai dirinya sendiri"

__ADS_1


Sani hanya bisa pasrah sudahlah dari pada sekarang berdebat dan tak ada ujungnya lebih baik diam saja itu akan lebih baik dan itu tak akan membuat dirinya makin disalahkan.


**


Mira yang melihat Arzan masuk begitu senang, Mira mencoba duduk dan menatap Arzan dengan wajah sendunya "Zan sakit, beneran deh Sani keterlaluan banget"


"Bener ya emang Sani yang ngelakuin ini, apakah Sani tega lakuinnya sama sahabatnya sendiri"


"Ya namanya juga orang bisa berubah-rubah kali Zan nggak mungkin dia terus aja baik, mungkin itu sikap Sani yang disembunyiin terus sebenarnya dia benci sama aku Zan makanya dia lakuin kayak gini sama aku, lihat kepala aku sakit dan berdarah kayak gini"


"Iya sifat orang itu bakal bisa berubah seperti kamu seperti bunglon bisa berubah-ubah, kalau bunglon sih berubah warna tapi kamu berubah sifat dan kelakuan"


"Terus kenapa kamu nggak lawan kamu juga punya tenaga kan buat lawan, Sani juga nggak berdarah ataupun ada luka sedikitpun dia baik-baik aja tuh masa sih kamu nggak bisa lawan dia sedangkan dari ukuran tubuh aja besar kamu yah "


"Aku nggak mungkin balas Sani, dia itu sahabat aku temen aku jadi aku nggak mungkin lukain dia, jadi aku pasrah aja saat dia lakuin itu sama aku , aku nggak mau nyakitin dia karena kata mami aku, aku harus selalu baik sama Sani dan aku harus selalu menjadi sahabat Sani makanya aku nggak bisa lukain dia "

__ADS_1


"Ada ya orang yang pasrah dilukain sama orang lain sekarang mending kamu jujur aja Mira sebelum kamu malu sendiri. Sebenarnya kamu kan yang lakuin ini sendirian nggak mungkin Sani lakuin kayak gini dari sifatnya aja udah ketebak kalau Sani nggak pernah lakuin ini sama kamu jujur aja, daripada nanti malu ke depannya"


"Apa yang harus aku bilang emang ini keadaannya kok Sani yang udah lakuin sama aku, aku harus jujur gimana lagi sama kamu Zan, itu tuh emang udah kelakuan dia kamu tuh nggak tahu gimana Sani sebenarnya kamu tuh baru beberapa bulan berteman sama dia, sedangkan aku udah hampir 3 tahun temenan sama dia"


"Gitu ya tapi meskipun aku hanya beberapa bulan berteman dengan Sani aku bisa mengenalnya dengan cepat dia perempuan lembut dan tak akan mungkin menyakiti sesama perempuan apalagi cuman karena laki-laki. Lebih baik kamu sekarang pergi ke ruangannya Bu Sesil dan berbicara yang sejujurnya sebelum orang tua kamu datang dan juga walinya Sani datang emang kamu nggak mau gitu nanti dipermalukan di depan orang tua kamu sendiri"


"Terserah kamu Zan yang penting aku udah berkata jujur sama kamu, kalau aku nggak lakuin ini sendiri untuk apa aku lukain diriku sendiri nggak ada gunanya banget ini tuh kelakuan Sani, kalau kamu ke sini cuman mau mojokin aku nggak usah ke sini deh ngapain juga"


"Ya udah deh bagus emang ke sini cuman mau tanya itu aja kayaknya untuk pertemanan kita udah cukup sampai sini aja deh kita nggak usah berteman Mir, aku jadi takut berteman sama kamu takut aku tiba-tiba kayak gini lagi di jebak kayak Sani jadi lebih baik kita jangan berteman aja aku juga takut berteman sama orang saiko nanti aku malah ikut ikut jadi psikopat lagi"


Arzan keluar dari ruangan itu Mira mencengkram sprei dengan begitu kuat kenapa malah menjadi seperti ini akhirnya padahal dirinya melakukan ini untuk bisa dekat lagi dengan Arzan untuk bisa menjadi pacarnya, tapi kenapa malah jadi gini akhirnya kenapa semua orang peduli sama Sani kenapa semua orang hanya mementingkan perasaan Sani


"Kenapa sih hidup aku kayak gini banget gara-gara Sani, seharusnya dari awal aku tuh nggak usah temenan sama dia nggak usah bela-bela dia saat di bully seharusnya tuh aku nggak ada di posisi kayak gini, seharusnya aku tuh nggak berteman sama anak cupu itu sama anak kurang ajar itu sama anak enggak tahu diuntung itu"


Mira langsung menangis dia tak tahu harus melakukan apa sekarang apakah dirinya harus jujur atau menyimpan semuanya sendirian, memendam semuanya karena bingung kalau sekarang dirinya berbicara sama Bu Sesil yang ada dirinya akan malu sendiri dan semua orang akan mencaci makinya, teman-temannya pasti akan menyorakinya mengatakannya perempuan tidak tahu diri atau apapun pasti teman-temannya akan melakukan itu. Dirinya tidak akan pernah siap untuk mendengar semua caci maki dari teman-temannya, tidak dirinya tidak mau mendengar itu semua bagaimana ini kan takut sekali.

__ADS_1


"Pasti bu Sesil sudah telepon mami deh gimana kalau mami ke sini aku harus jelasin apa gimana kalau mami tahu yang sebenarnya bisa-bisa aku mati bisa-bisa mami marah besar sama aku gimana siapapun tolong aku"


Mira mengusap air matanya dia segera pergi dari ruangan itu dari UKS lebih baik sekarang dirinya pergi saja dari sini dari sekolah, daripada nanti malu dan dicaci maki oleh semua murid kan lebih baik pergi saja dirinya tidak mau menanggung itu semua dirinya bukan Sani yang kuat untuk dicaci maki. Dirinya tak akan mau di jatuhkan dan dipermalukan.


__ADS_2