Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Bella yang malang


__ADS_3

Bella dikagetkan dengan suara pintu yang didobrak, dia segera bangun dan melihat pintu yang sudah rusak, lalu masuk laki laki tampan itu dan menghampiri Bella, dia mencengram dagu Bella dengan keras.


"Siapa yang menyuruhmu untuk mengunci pintu, aku tidak menyuruhmu untuk mengunci pintu , berani beraninya kau melakukan itu"


Bella tidak bisa berbicara dagunya begitu sakit dicengkeram sebegitu kerasnya oleh dia, mata Bella sudah berkaca kaca, laki-laki itu melepaskan cengkramanya, air matanya mengalir begitu saja dia menatap laki-laki itu dengan takut kenapa laki-laki ini tiba-tiba berubah menjadi begitu garang dan menakutkan.


"Aku sudah terbiasa pintu selalu dikunci saat aku mau tidur maafkan aku, aku tidak tahu kalau di sini pintu tidak boleh dikunci aku sungguh minta maaf atas keteledoranku ini aku sungguh tak tahu "


Laki-laki itu langsung mundur dan menatap Bela dengan begitu menakutkan sampai-sampai Bella tidak bisa melihat matanya dia begitu takut melihat laki-laki ini


"Tatap mataku aku tidak suka jika berbicara dengan orang yang menundukan kepalanya"


Namun Bella masih saja menundukkan kepalanya sambil memainkan kukunya laki-laki itu kembali datang ke arah Bella dan mendongakkan kepala Bella untuk menatapnya.


"Jangan sampai kau mengunci lagi kamar ini, aku tidak akan suka melihatnya lihat saja kalau kau melakukannya lagi aku akan melakukan lebih dari ini, jangan pernah macam macam denganku, ingat itu "


Orang itu langsung pergi meninggalkan Bella sedangkan Bella hanya bisa diam dan menangis saja kenapa laki-laki itu begitu kejam apa salahnya, hanya masalah pintu dikunci saja sampai marah seperti itu, jahat sekali sungguh jahat sekali, rasannya ingin sekali berteriak pada laki laki itu, tapi dirinya tak mampu dan takut.


Tiba-tiba saja ada seorang perempuan yang mendekatinya dan Bella masih saja tidak mau menatapnya , sungguh dirinya tak mau menatap siapapun itu " Ayo Nona akan saya bantu untuk mandi dan membersihkan diri perkenalkan saya kepala pelayan di sini saya Sera "

__ADS_1


Bella mendongakkan kepalanya dan menatap perempuan yang hampir umurnya dengan Maminya" Apakah kau bisa membantuku untuk keluar dari sini, aku ingin keluar aku tidak mau di sini tolong, aku tak punya salah apa apa padannya, aku sungguh tak punya salah apa apa, tolong aku pasti kau bisa menolongku kan "


"Maaf saya tidak bisa menolong Nona untuk keluar dari rumah ini lebih baik sekarang mandi daripada Tuan datang kemari lagi dan marah padamu. Ayo Nona mari saya akan membantu Anda, ayo jangan membuang buang waktu lagi, "


Bella segera bangkit dan masuk ke kamar mandi dibantu oleh kepala pelayan yang tadi bernama Sera, Bella hanya Pasrah saja dan masih melamun .Bagaimana caranya dirinya kabur dari sini tidak mungkinkan dirinya terus saja di sini yang ada dirinya akan gila.


Untuk pertama kalinya dirinya dicengkram seperti itu dagunya sakit sekali .Tak lama kemudian dirinya selesai juga mandi dan di papah keluar dari kamar mandi dibantu memakai pakaian menyisir rambut dan berdandan semuanya, dirinya diperlakukan seperti boneka, tapi dirinya tidak mau seperti ini.


Dirinya ingin hidupnya yang dulu tidak mau diperlakukan seperti boneka ataupun apapun, dirinya ingin pulang dan bertemu dengan Papinya dan juga siapa laki laki itu kenapa dia begitu jahat padaku. Aku hanya mengunci pintu saja tapi dia marah-marah padaku.


Apakah aku salah mengunci pintu kamar dia tidak pernah bilang kalau aku tidak boleh mngunci pintu kamarku, sungguh aneh sekali itu orang.


"Ayo mari kita ke bawah dan sarapan nona "bukannya menjawab pertanyaan dari Bella dia malah mengajaknya untuk makan dan lagi lagi Bella menurutinya. Dia berjalan dengan kepala pelayan itu ke lantai bawah di sana begitu besar dan entahlah luas sekali bahkan mungkin 5 kali lipat dari rumahnya.


Saat dirinya turun dan pergi ke ruang makan laki-laki itu sudah ada duduk paling ujung dan menatapnya dengan tatapan garang masih saja seperti itu. Bella yang tidak mau melihat wajahnya langsung mengalihkan pandangannya dengan melihat-lihat area dapur yang lain.


Bella duduk di sebelah laki-laki itu dan tak ada pembicaraan, mereka hanya diam dan memakan makanannya saja. Tak lama kemudian laki-laki itu bangkit menatap Bella dengan masih mata yang menyeramkan.


"Kau tidak boleh kemana-mana kau diam di sini selagi aku tak ada di rumah kau hanya diam di kamar tak boleh kemana-mana, aku tidak mengizinkanmu untuk pergi kemana-mana. Tapi jika kau bersikap baik aku akan membolehkanmu untuk sekedar berkeliling di rumah ini "

__ADS_1


Bella langsung mendongakan kepalanya dan menatap laki-laki itu" Apakah benar kau tidak akan membohongiku kan, aku tidak akan betah kalau terus-menerus diam di dalam kamar aku sungguh tidak akan betah, aku tak bisa seperti itu"


"Ya kalau kau patuh padaku dan kau tidak membangkang maka aku akan membebaskanmu untuk berkeliling di rumah ini saja hanya di rumah ini tidak untuk keluar, tak ada jalan jalan keluar hanya bersamaku saja kau bisa keluar "


Tiba-tiba saja harapan Bella menghilang dirinya kira kemanapun dirinya ingin pergi bisa dilepaskan ya kan sekalian bisa kabur juga, tapi nyatanya tidak Bella tidak mengatakan apa-apa lagi dia hanya diam melamun dan menatap makanan yang belum habis smaa sekali bahka masih tersisa banyak.


"Sekarang kau habiskan makananmu itu jangan dilihat saja makanan itu tidak akan langsung pindah ke perutnya "


Laki-laki itu langsung pergi meninggalkan Bella sendirian , Bella langsung menyandarkan kepalanya ke meja makan dan tak ada selera lagi untuk makan dirinya hanya ingin keluar dari sini, keluar dari jeratan laki-laki tampan yang sepertinya gila.


"Makam nona jangan didiamkan saja "


Bella mendongkan kepalanya dan menatap kepala pelayan itu "aku tidak mau, aku tidak mau memakan apapun, aku tak mau, aku mau keluar dari sini, aku tak mau disini "


Bella segera bangkit dan mendorong kepala pelayan itu lalu berlari begitu saja "dia kabur kejar " ucap kepala pelayan itu.


Bella terus saja berlalu dengan kencang, tak menghiraukan orang yang berteriak dan mengejarnya kenapa rumah ini begitu panjang jalannya sampai sampai dirinya tak sampai juga kearah gerbang.


Baru juga dirinya akan memegang pagar dirinya malah meraskan tubuhnya yang ditabrak dari belakang, sampai sampai pinggangnya begitu sakit, sangat sakit dan kepalanya pusing, tangan berdarah kakinya dan banyak lagi darah.

__ADS_1


__ADS_2