
Lalu Sena mengigat perjuangan dirinya saat akan menikahi Sonia ibunya Alvaro, sangat banyak perjuangan yang dia lakukan, namun pada akhirnya hanyalah sebuah kecewa, kecawa yang begitu amat dalam sampai dirinya tak bisa percaya dengan cinta lagi.
Namun saat dirinya percaya kembali, ibunya pun kembali ikut campur dan membuat dirinya menjadi serba salah, namun hatinya sudah mulai mencair dengan kedatangan Sani, Sani seorang remaja yang bisa membuat hatinya hangat lagi, dengan kepolosannya.
Lalu dia mengigat saat datang kerumah bersama Sonia, bagaimana ibunya menyambut Sonia, dan bagaimana sang ibu yang begitu kasar pada Sonia.
Flasback on
Sonia yang akan menyalami mamihnya Sena segera menarik lagi tangannya, karena Ariana sama sekali tak menerimanya hanya melipat tangannya sambil menatap Sonia dengan sinis. Seperti yang jijik saja menerima tangan Sonia.
"Jadi ini pilihan kamu Sena, apa tak salah lihat lah dia, penampilannya seperti ini, apa kah mamih tak salah lihat " sambil menatap Sonia dari bawah sampai atas.
Sonia yang malu segera merapihkan pakaiannya dan juga rambutnya "mih tolong jangan berbicara seperti itu mih, tolong ini sudah pilihan Sena, Sena memilih Sonia untuk menjadi istri Sena, Sena mencintai Sonia dan juga Sonia mencintai Sena tolong mih, bukannya mamih sudah janji pada Sena akan menerima Sonia"
"Memangnya hidup hanya tentang cinta saja, tidak Sena kamu ini sedang dibutakan oleh perempuan miskin ini, kamu tidak cocok dengan dia. Mamih bisa mencarikan perempuan yang lebih dari dia apa sih spesialnya dia. Lihatlah dia begitu kucal dan dia sama sekali tidak cocok menjadi keluarga kita yang ada mamih akan malu, tiba-tiba ada teman Mami ke sini Bu misalnya Nyonya tanya pada mami ini menantunya lulusan dari mana mamih harus jawab apa, sedangkan dia sepertinya tak punya pendidikan sama sekali kamu ini menemui gelandangan ini dari mana Sena "
__ADS_1
Sonia yang mendengar penghinaan dari ibunya Sena segera berlari meninggalkan rumah itu, tanpa berbicara sepatah kata pun pada ibunya Sena atau pun pada Sena sendiri.
Dirinya sakit hati dengan perkataan ibunya Sena, memang dirinya orang miskin tapi tidak seharusnya dirinya dihina seperti ini, jika memang tidak suka ya tolak dengan baik-baik tidak harus menghina tentang sosialnya, tentang keadaannya memang dia bukan orang berpunya tapi setidaknya jangan seperti itu bicaranya.
"Sonia " teriak Sena
Namun mamihnya segera memegang tangan sang anak, "ada apa ini " ucap Abimanyu papih Sena yang baru datang.
"Ini loh Pih anakmu dia membawa perempuan kumal ke rumah dan mengenalkannya sebagai menantu kita. Apakah kau tidak memikirkan bagaimana harga diri kita sebagai orang tuanya l, dia ini kita didik, kita sekolahkan tinggi-tinggi tapi pilihannya malah perempuan seperti itu. Mami tidak suka Pih ayo cepat tapi beri tahu dia jangan sampai dia menikahi perempuan itu"
Abimanyu segera mendekati anaknya dan menepuk bahunya beberapa kali "Sena kamu harus tahu kita ini bukan orang sembarangan, kita ini orang terpandang orang terkaya, kamu jangan pernah salah memilih seorang istri, kamu harus memilih istri yang sederajat dengan kamu, papih bisa mencarikannya Papi bisa menjodohkan kamu dengan anak rekan-rekan kerja papih, kamu tidak usah mencari jodohmu sendiri papih bisa mencarinya, lepaskan perempuan itu atau kamu dicoret dari hak waris papih dan mamih "
"Mungkin untuk kalian berdua cintaku ini hanyalah sebuah mainan dan Sonia tidak cocok menjadi istriku, tapi aku memilih Sonia untuk menjadi istriku dan menjadi teman hidupku tidak apa-apa jika Papi dan Mami tidak merestui kami dan tidak sama sekali memberikan hak waris padaku, tapi pendirianku tidak akan pernah berubah aku tetap akan memilih Sonia dan menikahinya untuk menjadi istriku dan menjadi pendampingku untuk selamanya. Maaf bila aku telah mengecewakan kalian berdua"
"Apakah kau yakin berkata seperti itu, papih tidak akan pernah memberikan kesempatan kedua ,jika kau sudah memiliki itu maka papi tidak akan pernah merubahnya sama sekali"
__ADS_1
Sena segera mengambil kunci mobil ATM dan yang lainnya dia mengeluarkan dari dompetnya dan memberikannya pada tangan Ayahnya.
"Aku yakin dengan pilihanku dan aku akan hidup bersama Sonia dengan keadaan apapun , aku tidak akan membebani Papi mami kembali. Terima kasih atas semua yang telah Mami papi berikan , aku tidak bisa meninggalkan Sonia dia hidupku dia belahan jiwaku maafkan aku"
"Baiklah jika itu pilihan mu, papih kecewa dengan pilihan kamu papih tidak menyangka anak yang Papi besar kan dengan kasih sayang cukup dan harta yang melimpah ternyata tidak bisa membuat mu patuh pada Papi. Jadi jika itu pilihanmu pergilah dari rumah ini dan kau tidak berhak atas semua harta yang Papi miliki, kau bukan lagi keluarga dari rumah ini dan Papi tidak akan pernah mau menerimamu di sini lagi, pergi kejar cintamu dan jika suatu saat kau membutuhkan uang jangan kau kembali ke sini, papih tidak akan pernah studi membantumu tak akan pernah "
"Mami juga kecewa denganmu Sena, Mami kecewa Mami malu mempunyai anak sepertimu. Jadi benar kata papihmu lebih baik kau pergi sana kejar cintamu. Kau akan tahu suatu saat jika cintamu itu tidak akan berarti tanpa uang perempuan itu butuh uang bukan hanya tentang cinta saja"
Sena tidak menjawab ucapan dari papihnya atau pun dari maminya dia langsung keluar dari dalam rumahnya, dia dengan cepat berlari untuk mengejar Sonia yang sepertinya sudah jauh, Sena langsung menaiki angkutan umum dan pergi ke rumah Sonia yang tak jauh pula.
Dan sangat kebetulan sekali dia bertemu dengan Sonia yang sedang berjalan ke arah rumahnya dengan cepat Sena berlari dan menghadang Sonia "kamu mau apa lagi, kamu hina aku juga kayak ibu kamu l, udah kamu turutin apa kemauan ibu kamu dari pada pilih aku orang miskin yang gak punya apa-apa, aku tuh dari awal udah bilang kan kalau kita itu gak cocok. Kamu itu orang kaya orang terpandang, sedangkan aku hanyalah orang miskin Sena, jadi lebih baik kita sudahi saja hubungan ini jangan sampai kau membuat kecewa orang tua kamu " ucap Sonia sambil menahan air matanya.
Sena menggelengkan kepalanya dan memegang kedua pipi Sonia dan mengusap air mata yang sudah turun dari kedua bola mata Sonia "jangan menangis Sonia. Aku tidak akan pernah meninggalkan mu. Tolong maafkan kata-kata yang Ibuku ucapkan. Aku memilihmu aku memilihmu Sonia, aku akan tetap menikahimu dan bertanggung jawab atas apa yang telah aku lakukan padamu yang telah membuat dirimu mengandung anakku, aku akan bertanggung jawab kita hidup bersama kita urus anak kita berdua ya"
"Lalu bagaimana dengan orang tua kamu, bagaimana dengan dia yang tak merestui kita berdua. Apakah mereka akan menerima aku menjadi menantunya tidak akan pernah, biarkan aku mengurus anak ini sendiri Sena tidak apa aku sanggup dan aku bisa"
__ADS_1
"Kau bicara apa, aku akan mengurus anak kita, aku sudah meninggalkan rumahku Papiku Mamiku semua harta yang mereka berikan hanya untuk bisa bersamamu"
Sonia menatap kekasihnya dan kembali menangis dengan haru campur aduk, apakah dirinya harus senang karena Sena sudah meninggalkan keluarganya dan hartanya atau harus sedih dengan semua ini dengan keadaan Sena yang sudah tak punya apa apa.