Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Jangan diamkan dia


__ADS_3

Sena yang melihat pesan dari istrinya hanya membacanya saja, tadi dirinya melihat anak dan istrinya itu berduaan, bagaimana ini, bagaimana kalau anaknya menyukai Sani, Sani adalah istrinya ibu tirinya Alvaro.


Tadi sebenarnya Sena pergi ke ruangannya sebentar karena ada berkas yang harus segera dirinya selesai, dan saat akan kembali lagi ke kamar dan membawakan Sani makanan malah melihat kedekatan anak dan istrinya.


"Akhh kenapa aku sekarang malah jadi cemburu pada anakku sendiri, bagaimana ini bagaimana aku harus menjelaskan pada Alvaro kalau Sani sekarang adalah ibunya"


"Kalau saja Alvaro setuju dari awal mungkin tak akan disembunyikan sembunyikan seperti ini, kemana menjadi rumit ya "


Sena segera keluar dari kamarnya dan akan pergi ke kamar Sena akan membuka pintu susah pintunya terkunci apakah Sani sengaja mengunci pintunya.


Dengan kecewa Sena kembali lagi ke kamarnya, menatap wajah Sani saat hari pernikahannya begitu cantik dan mengecupnya lalu Sena segera tertidur.


***


Pagi pagi sekali Sani dan juga Alvaro sudah sarapan dan bahkan sudah selesai, Sani dengan diam diam mengedarkan pandangannya mencari Sena namun tak ada sebenarnya kemana om Sena ini.


"Kalian cepet pergi gitu nanti telat "


"Iya omah aku sama Sani pergi dulu ya "


"Iya nak hati hati "


Mereka berdua segera menyalimi ibu Ariana dan pergi keluar rumah, "ayo San cepetan naik "


"Iya Al "


Sani segera naik dan Alvaro segera menjalankan motornya menuju sekolah, sedangkan Sani masih saja memikirkan suaminya yang tak muncul muncul.


***


Sena turun kebawah dan segera sarapan " jangan cemberut terus Sena . Sani juga pergi sama anak kamu sama Alvaro bukan laki-laki lain kamu harus sabar ini belum waktunya Alvaro tahu dia bisa-bisa marah dan benci sama kamu sama Sani, nanti setelah waktunya tepat kita beritahu Alvaro semuanya"

__ADS_1


"Kapan mih, waktunya kapan gimana kalau tiba-tiba Alvaro suka sama Sani, terus Sena harus bilang apa kalau dia tiba-tiba bilang kayak gitu Alvaro nggak akan pernah sembunyiin apa-apa dari Sena, kalau tiba-tiba dia bilang mau pacaran sama Sani gimana. Sena harus bilang apa mi sedangkan Sani aja sekarang udah jadi istri Sena. "


"Iya mami tahu kekhawatiran kamu tapi mau bagaimana lagi emangnya kamu mau jujur sama Alvaro sekarang, terus kamu mau gitu dia marah-marah sama kamu dan juga benci sama Sani enggak kan, semua itu butuh waktu Sen, kita harus secara perlahan-lahan aja sebentar lagi juga Alvaro kan akan kuliah nanti setelah dia beres kuliah baru kita kasih tahu semuanya, itu akan lebih baik dan Alvaro juga akan lebih dewasa lagi dia tidak akan pernah egois lagi sudah sekarang lebih baik kau berangkat bekerja dan jangan diamkan terus Sani "


"Aku tidak mendiamkan Sani mih. Aku tidak mau Alvaro melihat keakraban kami mami tahu sendiri kan bagaimana Alvaro, aku menjaga jarak karena hanya ada Alvaro saja"


"Tapi setidaknya kabari Sani tadi mami lihat dia terus saja melihat ke sana kemari sepertinya mencarimu, kabari dia kasihan dia mencarimu takutnya Sani berpikir kalau kau memang tidak menginginkannya saat ini dia masih berumur 17 tahun seperti anakmu pikirannya masih plin-plan dan kadang-kadang tidak bisa ditebak, maka kau harus bisa sabar anggap lah sani seperti anak mu saat sedang merajuk "


"Hemm kalau seperti itu aku seperti ayah yang mempunyai anak mih, tidak aku akan tetap menganggap Sani sebagai istriku meskipun kelakuannya seperti Alvaro, karena memang dia istriku bukan anak ku mih "


"Baiklah ingat kabari Sani ya "


"Iya mih aku pergi dulu, nanti kalau aku dan Alvaro pulang kerumah tolong jaga Sani ya mih "


"Iya kau tak usah khawatir Sena, aku akan menjaga istrimu dengan baik "


Sena menganggukan kepalanya begitu senangnya dirinya saat mamihnya menerima Sani dengan begitu baik, bahkan tidak berpura pura, waktu itu dirinya menyangka kalau akan sulit membuat mamihnya menerima Sani tapi nyatanya tak sulit sama sekali, mamihnya ternyata punya hubungan dengan kedua orang tua Sani sungguh beruntung sekali kan dirinya ini.


***


"Iya benar San ayo kita liat liat aja "


Mereka segera berjalan kearah teman teman mereka yang sudah menunggu, mereka segera duduk dikantin " yang satu rumah bareng bareng nih berangkatnya " ucap Arzan


"Iya dong "


Sani yang mendengar ponselnya berdering dan itu dari om Sena segera melihat teman temannya, aku ke kamar mandi dulu ya" Al boleh nitip tasnya "


"Boleh hati hati "


"Iya "

__ADS_1


Sani berlari dengan cepat kearah kamar mandi dan masuk kedalam salah satu bilik " hallo om, om kemana aja "


"Halo sayang apakah tidak bisa diganti panggilanmu itu, kenapa harus Om selalu, aku ini sekarang suamimu masa kau terus saja memanggilku Om apakah tidak ada panggilan spesial untukku"


"Emm apa ya, kalau Abang bagaimana "


"Aku bukan Abang tukang sayur yang lain sayang "


"Emm Bee bagaimana "


"Cukup baik sayang, sekarang kau di mana kenapa suaramu seperti di dalam kamar mandi apakah kau di sana sekarang"


"Iya Bee aku sekarang ada di kamar mandi, aku tidak mungkin mengangkat teleponmu ada Alvaro jadi jawab pertanyaanku tadi sebenarnya kau ke mana Bee"


"Aku ada di kamar atas di kamarku, saat aku akan kembali lagi ke kamarmu kau mengunci pintunya kenapa kau mengunci"


"Aku tidak tahu kalau kau ada di sana, bahkan saat aku WhatsApp Bee tidak menjawabnya makanya aku mengunci pintunya kan aku juga tidak terbiasa tidur tanpa mengunci pintu, apakah Bee sudah sarapan kenapa tadi tidak ikut sarapan bersama-sama apakah kamu marah padaku, "


"Kenapa aku harus marah padamu sayang aku sama sekali tidak marah, aku hanya tidak mau membuat Alvaro curiga saja baiklah kalau di sekolah hati-hati dan awas jangan merespon terlalu banyak pria ingat kau sudah bersuami, kau harus selalu jaga hatimu untukku aku disini bekerja untuk menafkahimu dan kau juga keluar saja dari pekerjaanmu tidak usah bekerja dan lanjutkan kuliahmu tidak boleh membantah sama sekali aku sudah memutuskan semuanya untuk masa depanmu"


"Baiklah Bee aku akan mengikuti apapun keputusanmu sekarang kau adalah suamiku maka aku harus menuruti apa maumu. Ya sudah aku akan berkumpul lagi dengan Alvaro aku tidak akan pernah macam-macam dengan laki-laki lain dan aku juga ingat kalau aku sudah bersuami Bee, jadi kau tenang saja kau bekerja dengan fokus ya jangan memikirkan apapun aku disini akan baik baik saja "


"Baiklah sayang i love you"


"Emm ya bee "


"Kenapa tidak kau jawab "


"Emm ya i love you to Bee "


Sani dengan malu segera mematikan sambungan ya dan keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


"Wah sekarang siapa yang kau perdata Sani, laki laki mana lagi yang kau mainkan "


Sani hanya diam menatap orang itu.


__ADS_2