
"Gimana hubungan kamu sama Alvaro San "
Sani menatap Arzan dan tersenyum "sama seperti kamu dan juga yang lainnya temenan, emangnya kenapa tiba-tiba kamu tanya kayak gitu"
"Masa sih cuma temenan aja kamu kan sama Alvaro dekat banget, ya maksudnya juga perhatian banget sama kamu kalau diperhatiin sih kamu itu kayak orang pacaran sama Alvaro, kayak dulu Bella sama Alvaro gitu. Masa sih nggak punya hubungan apa-apa. Tapi kamu udah punya pasangan belum "
"Emang beneran gak ada apa-apa Alvaro itu cuma sayang dan cinta sama Bella, aku nggak berharap lebih dari Alvaro aku hanya ingin berteman dengannya seperti bersama kamu bersama Rizky juga. Kalau masalah pasangan aku udah punya Zan"
"Hah kamu udah punya pasangan " tanya Arzan dengan kaget padahal dirinya akan mendekati Sani lagi, tapi siapa yang sudah mendapatkan Sani, laki laki mana yang sudah mendahuluinya.
"Iya aku udah punya pasangan udah lama sih hubungan kita juga terjalin, cuman emang aku pengennya nggak usah ada orang yang tahu dulu aja sih ya privasi aja. Kamu sama Mira gimana udah baikan kan "
"Hemm gitu ya udah lama banget ya San kira kira sejak kapan "
"Dari masih sekolah sih "
"Hem gitu ya "
"Ya gitu terus kamu sama Mira gimana "
"Aku sama Mira ya udah kayak gitu aja seperti biasa, aku juga nggak mau terlalu dekat sama Mira emang sih aku juga nggak ada masalah tapi aku cuman pengen jaga jarak aja kamu tahu sendiri kan gimana ibunya Mira, dia tuh emang nggak suka sama aku dan aku juga nggak terlalu berminat kan sama dia jadi untuk apa aku mepet-mepet dan temenan sama Mira yang ada takutnya dia malah nyimpan perasaan lagi dan buat masalah lagi kayak dulu, aku gak mau lagi deh urusan sama Mira, aku udah gak bisa "
__ADS_1
Sani menganggukan kepalanya " yaudah aku berhenti disini aja "
"Tapi kontrakan kamu masih jauh "
"Gak apa apa, aku mau mampir dulu ketempat makan "
"Aku temenin ya "
"Gak usah aku bisa sendiri kok, yaudah makasih ya atas tumpangannya "
"Ya sama San "
Setelah mobil berhenti Sani segera keluar dan meninggalkan Arzan sendiri, Arzan hanya diam saja dan menatap kepergian Sani.
"Hallo Al "
"Ya kenapa Zan "
"Ada yang pengen gue tanyain nih sama lo, apa lo tahu Sani udah punya pacar. Ngomong-ngomong dia satu kampus nih sama gue "
"Kalian satu kampus ya udah bagus, gue di sini sama Rizki ya lo sama Sani di sana, setahu gue sih dia nggak punya pacar emangnya kenapa lo tiba-tiba tanya Sani punya pacar atau enggak, lo mau kejar lagi Sani gitu "
__ADS_1
"Ya tadinya emang pengen kejar lagi Sani, tapi udah tahu dia punya pacar ya gue mundur aja, gue nggak mau ganggu hubungan orang lain lah gue kira dia pacaran sama lo ,ternyata bukan lo tau gak siapa pacarnya ya siapa tahu gitu loh tahu , kasih tahu gue dong siapa pacarnya"
"Gue kan dah bilang gue nggak tahu siapa pacarnya dan Sani juga nggak banyak cerita, ya mungkin itu privasi dia ya udahlah lo cari aja cewek lain nggak usah kejar-kejar Sani banyak kan cewek di luaran sana, atau enggak lu sama Mira aja dia juga kan cinta sama lo kenapa nggak dia aja, dia juga cantik kan lumayan jadi pacar atau jadi istri mungkin"
"Lo selalu aja bawa-bawa terus Mira, gue itu nggak mau sama dia lo tau sendiri gimana sifatnya dia itu, bermuka dua mungkin bermuka tiga nggak tahu bermuka empat gue nggak mau punya istri kayak gitu. Nanti kalau ada masalah dia akan membalikkan semua keadaan udah ah jangan bahas-bahas dia gue kan tadi gak bahas dia, apalagi nanti gue harus berhubungan dengan ibunya "
"Ye gimana kalau jodoh kalau jodoh lo nggak bisa nolak, Lo harus tetep nikah sama dia, jodoh gak bisa ditolak loh, gimana dong "
"Ya mau gimana lagi Al cinta itu nggak bisa dipaksain, gue tuh nggak suka sama dia gue itu nggak cinta sama dia terus apa yang harus gue paksain yang ada gue malah nyakitin dia juga kan, ya udah lah lepasin aja gimana loh di sana baik-baik aja kan, Lo gak buat masalahkan disana"
"Ya gue baik-baik aja kayak gini sama Rizki gimana lo udah bisa cari Bella nggak, ada nggak dia ketemu nggak gitu, gue gak bisa pulang nih gue nggak bisa izin dan gue juga nggak tahu harus bilang apa sama papi kalau tiba-tiba gue pulang yang ada papih bisa-bisa marah sama gue, gue gak tahu gimana caranya buat gue bisa temuin Bella. Iya seenggaknya lo bantu gue lah gue nggak bisa cari disini, semuanya serba terbatas "
"Ya gimana ya pusing juga gue, kata sani sih ya udah jangan ganggu lagi Bella kan udah nikah udah punya suami kita juga nggak mungkin kan urusan sama suaminya gila aja nanti gue dihajar sama suaminya gimana"
"Ya tapi kan gue tuh pengen tahu kenapa alasan Bella kayak gitu, alasannya itu apa kenapa Bella tiba-tiba menikah, apa karena dia kaya atau dia lebih segalanya atau dia penguasa atau bagaimana gue tuh pengen tahu semua alasannya biar gue bisa tenang di sini biar gue bisa nerima semuanya"
"Gini aja lo beresin dulu aja sekolah lo semuanya setelah sekolah lo beres maka lo pikirkan semua itu, lo pikirin kenapa Bella bisa kayak gitu. Udahlah sekarang pikirin dulu aja sekolah lo jangan pikirin yang aneh aneh dulu, pusing kalau mikirin yang lain pikirin dulu aja sekolah. Ya udah dulu deh makasih infonya gue cari informasi sendiri aja deh lo katanya teman dekatnya tapi nggak tahu Sani udah punya pacar atau enggak"
"Namanya juga privasi nggak bisa diubek-ubek lah udahlah matiin aja bosen gue bicara sama lo"
"Huhh"
__ADS_1
Arzan segera mematikan sambungannya sungguh dirinya memikirkan semua ini dengan siapa sani pacaran.