Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Hanya ditelfon saja


__ADS_3

Sena yang sudah ada dibandara langsung berlari mendahulu kedua perempuan itu, namun sheila langsung mengejar Sena.


"Kamu mau kemana Sena kenapa buru buru "


"Aku ada urusan aku duluan kamu sama Fatimah aja ya "


"Aku boleh gak nginep dirumah kamu dulu ya sekalian nyari tempat baru buat aku "


"Ya boleh kamu minta anter aja sama Fatimah "


"Makasih Sena "


Sena tak menjawab dia langsung berlari meninggalkan kedua perempuan itu, untung saja ada taksi "antarkan saya kesini ya pak "


"Baik tuan "


Sena selama perjalanan kerumaha Sani menelfon Sani, namun Sama sekali tak mengangkatnya ya karena ini sudah tengah malam juga.


"Pak cepetan ya arjen banget "


"Siap pak "


**


"Sebenarnya Sena itu mau kemana sih kok kayaknya buru-buru banget kaya khawatir gitu"


"Aku juga kurang tahu mbak dan aku juga nggak selalu tanya-tanya sama tuan Sena mau ke mana jadi aku tidak tahu"


"Emm gitu ya nanti dirumah Sena ada disiapa "

__ADS_1


"Paling di rumah tuan Sena ada Alvaro anak tuan Sena, penjaga dan juga pelayan di sana"


"Ou gitu ya "


Tak ada pembicaraan hening, tak lama kemudian mereka sampai dan langsung masuk kedalam rumah Sena, Fatimah mengajak Sheila untuk masuk kedalam kamar tamu.


"Makasih ya Fatimah "


"Iya mba sama sama, kamu gak akan ginep gitu "


"Gak mba saya pulang aja permisi mba "


Fatimah langsung pergi meninggalkan teman bosnya itu dan Sheila langsung menutup pintunya dan melihat lihat kamar ini "cukup besar lumayan nih enak juga "


"Bodoh Sonia meninggalkan Sena lihat rumahnya begitu besar dan nyaman, bahkan sangat nyaman namun dia malah menyia nyiakan Sena dasar perempuan bodoh "


Sheila langsung membaringkan dirinya dan segera tidur bahkan dirinya tak menganti pakaian karena ya mengantuk masih sangat mengantuk.


**


"Sani Sani buka pintu San "


Sani yang terbangun memekakan telinganya "kayak suara om Sena deh "


Tiba tiba ponselnya berdering ternyata om Sena yang menelfonnya "hallo om"


"Buka pintu "


"Apa "

__ADS_1


"Buka pinta Sani "


Sani langsung bangkit dan mencari kunci rumahnya namun tak ada, apa Alvaro membawannya, ya sepertinya memang Alvaro membawannya "kuncinya tak ada om "


"Kemana, kamana kunci rumah mu "


"Sepertinya dibawa oleh Alvaro "


"Apa kenapa bisa kuncinya dibawa oleh Alvaro "


"Aku tidak tadi kecelakaan dan Alvaro yang menyelamatkan ku, "


"Tapi kau baik baik saja kan "


"Tentu aku baik baik saja om maaf aku tak bisa membuka pintunya, "


"Tapi aku tak terluka parahkan, kau baik baik saja benarkan kau tidak bohong "


"Benar om aku baik baik saja, apa om Sena baru pulang "


"Tentu aku baru pulang dan khawatir dengan keadaan mu, makannya aku kesini "


Sani tersenyum senang, "aku baik baik saja om, aku bener benar baik baik saja lebih baik om pulang aku baik baik saja lagi pula pintu rumah pun tak bisa dibuka "


"Aku akan menunggu disini "


"Alvaro loh yang bawa kuncinya "


"Ok ok saya pulang sekarang, tapi saya tak mau menatikan sambungannya "

__ADS_1


"Baiklah om "


Akhirnya mereka hanya mengobrol saja dari telfon dan Sena juga pulang karena takut ketahuan Alvaro bisa habia dirinya oleh Alvaro


__ADS_2