
Sena yang sudah ada dibandara langsung berlari mendahulu kedua perempuan itu, namun sheila langsung mengejar Sena.
"Kamu mau kemana Sena kenapa buru buru "
"Aku ada urusan aku duluan kamu sama Fatimah aja ya "
"Aku boleh gak nginep dirumah kamu dulu ya sekalian nyari tempat baru buat aku "
"Ya boleh kamu minta anter aja sama Fatimah "
"Makasih Sena "
Sena tak menjawab dia langsung berlari meninggalkan kedua perempuan itu, untung saja ada taksi "antarkan saya kesini ya pak "
"Baik tuan "
Sena selama perjalanan kerumaha Sani menelfon Sani, namun Sama sekali tak mengangkatnya ya karena ini sudah tengah malam juga.
"Pak cepetan ya arjen banget "
"Siap pak "
**
"Sebenarnya Sena itu mau kemana sih kok kayaknya buru-buru banget kaya khawatir gitu"
"Aku juga kurang tahu mbak dan aku juga nggak selalu tanya-tanya sama tuan Sena mau ke mana jadi aku tidak tahu"
"Emm gitu ya nanti dirumah Sena ada disiapa "
__ADS_1
"Paling di rumah tuan Sena ada Alvaro anak tuan Sena, penjaga dan juga pelayan di sana"
"Ou gitu ya "
Tak ada pembicaraan hening, tak lama kemudian mereka sampai dan langsung masuk kedalam rumah Sena, Fatimah mengajak Sheila untuk masuk kedalam kamar tamu.
"Makasih ya Fatimah "
"Iya mba sama sama, kamu gak akan ginep gitu "
"Gak mba saya pulang aja permisi mba "
Fatimah langsung pergi meninggalkan teman bosnya itu dan Sheila langsung menutup pintunya dan melihat lihat kamar ini "cukup besar lumayan nih enak juga "
"Bodoh Sonia meninggalkan Sena lihat rumahnya begitu besar dan nyaman, bahkan sangat nyaman namun dia malah menyia nyiakan Sena dasar perempuan bodoh "
Sheila langsung membaringkan dirinya dan segera tidur bahkan dirinya tak menganti pakaian karena ya mengantuk masih sangat mengantuk.
**
"Sani Sani buka pintu San "
Sani yang terbangun memekakan telinganya "kayak suara om Sena deh "
Tiba tiba ponselnya berdering ternyata om Sena yang menelfonnya "hallo om"
"Buka pintu "
"Apa "
__ADS_1
"Buka pinta Sani "
Sani langsung bangkit dan mencari kunci rumahnya namun tak ada, apa Alvaro membawannya, ya sepertinya memang Alvaro membawannya "kuncinya tak ada om "
"Kemana, kamana kunci rumah mu "
"Sepertinya dibawa oleh Alvaro "
"Apa kenapa bisa kuncinya dibawa oleh Alvaro "
"Aku tidak tadi kecelakaan dan Alvaro yang menyelamatkan ku, "
"Tapi kau baik baik saja kan "
"Tentu aku baik baik saja om maaf aku tak bisa membuka pintunya, "
"Tapi aku tak terluka parahkan, kau baik baik saja benarkan kau tidak bohong "
"Benar om aku baik baik saja, apa om Sena baru pulang "
"Tentu aku baru pulang dan khawatir dengan keadaan mu, makannya aku kesini "
Sani tersenyum senang, "aku baik baik saja om, aku bener benar baik baik saja lebih baik om pulang aku baik baik saja lagi pula pintu rumah pun tak bisa dibuka "
"Aku akan menunggu disini "
"Alvaro loh yang bawa kuncinya "
"Ok ok saya pulang sekarang, tapi saya tak mau menatikan sambungannya "
__ADS_1
"Baiklah om "
Akhirnya mereka hanya mengobrol saja dari telfon dan Sena juga pulang karena takut ketahuan Alvaro bisa habia dirinya oleh Alvaro