
Sani sudah ada rumah Alvaro malahan sedang mengerjakan tugasnya dibantu oleh Sena juga.
Dan Sani kesal sekali melihat perempuan yang selalu saja menempel pada om Sena apakah dia pacar om Sena, apa lagi mereka begitu akrab dan om Sena selalu tertawa oleh perempuan itu.
Bahkan om Sena memakan masakan perempuan itu, kata om Sena hanya makananya saja yang enak dan membuatnya sangat nafsu makan tapi semua itu bohong, lihat saat perempuan itu memberikannya om Sena begitu lahap memakanya.
"Bagaimana San bagus tidak " tanya Alvaro
"Bagus Alvaro, tinggal tunggu kering aja ya "
"Iya San, sebentar ya gue kamu kekamar dulu "
Sani menganggukan kepalanya dan tinggal mereka berdua saja namun perempuan itu datang yang bernama Sheila dan memberikan kue pada Sani.
"Cobalah Sen apakah enak "
"Aku coba ya "
"Ayo San coba juga " tawar Sheila pada Sani.
__ADS_1
"Iya nanti "
Sani kembali fokus pada proyeknya dan tak mau melihat mereka berdua hatinya begitu mengolak dan rasannya ingin menangis kenapa om Sena ini, apa ini alasan om Sena menjauhinya karena ada perempuan ini.
Sena yang melihat Sani diam saja memberikan kue buatan Sheila pada Sani, dengan jutek Sani mengambilnya dan saat dirinya akan memakannya Alvaro malah memakanya dan hampir saja bibir mereka bersentuhan.
Sani yang binggung kapan Alvaro datang menepuk tangannya "kapan dateng "
"Tadi pas lo lagi cemberut, udah ayo kita kerjain lagi "
"Hemm ayo "
"Bagaimana pih apakah bagus "
Namun Sena masih saja melamun tak menjawab apa yang anaknya tanyakan "pihh kau baik baik saja "
Sena langsung sadar dari lamunannya dan menatap sang anak "kenapa Al"
"Papih ini kenapa melamun terus ada apa "
__ADS_1
"Tidah papih baik baik saja, apa yang kau tanyakan "
"Bagaimana apakah pekerjaan kami bagus, apa ada yang kurang pih "
"Sudah sudah semuanya bagus Alvaro, papih izin keruangan papi dulu ya Papi harus mengerjakan beberapa dokumen yang belum Papi kerjakan"
Tanpa menunggu jawaban dari anaknya Sena langsumg pergi dan Alvaro hanya diam saja dan kembali beralih melihat Sani "Mau liat gak koleksi mobil mobilan gue dari kecil "
" Emangnya aku boleh masuk kamar kamu nanti Bella marah lagi, tiba-tiba Bella nanti ngancem ngancem kemarin aja dia udah parah banget ngelakuin itu sama aku apa lagi sekarang aku sampai masuk kamar kamu, gak ah aku gak mau kamu bawa aja kesini "
"Udah ayo cepetan ikut, gue gak mungin bawa satu lemari kesini udah ayo ah, nanti juga lo makan dulu disini udah beres makan lo gue anterin "
"Gak deh aku makan di Cafe aya setelah kerja "
"Lama ah lama, yang ada lo pingsan udah makan sini aja "
Alvaro langsung menarik Sani dan membawanya kelantai atas, perlakuan itu tak lepas dari penglihatan Sena yang sebenarnya tak masuk kedalam ruang kerjanya.
Dia mengumpat dan melihat interaksi anaknya dan juga perempuan yang dirinya cintai "apakah Alvaro menyukai Sani, apakah aku harus membiarkan Alvaro dan Sani bahagia apakah aku perlu melakukan itu " Sena menghembuskan nafasnya dan sekarang benar benar masuk kedalam ruangannya.
__ADS_1