Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Berantem mulu


__ADS_3

"Apaan sih Bell, Kenapa kamu bicara kayak gitu Sani sama sekali gak buat aku gimana-gimana kok, emang aku sendiri kok yang mau berteman sama Sani. Emangnya salah ya kalau aku tiba-tiba temenan sama Sani kita kan berteman bebas"


"Iya aku tahu Zan temenan itu bebas sama siapa aja, tapi kamu emang mau berteman sama orang gak selevel kayak gini jangan ikut-ikutin Mira kali, kalau kamu gak punya temen balik aja sama kita, kita pasti terima kamu kok gak usah merendah kayak gini dong Zan "


"Udah cukup Bell, kamu jangan hina Sani lagi, udah cukup jangan gitu terus " bentak Arzan.


"Hey apa apaan lo bentak bentak pacar gue Zan, demi perempuan miskin kaya gini lo marah marah sama Bella " bentak Alvaro membela pacarnya.


"Apaan sih lo Alvaro, udahlah gue lagi bicara sama Bella bukan sama Lo, kenapa lo yang sewot, kenapa lo ikut campur "


"Wajar gue ikut campur Bella pacar gue, jadi apa salahnya gak ada masalah kan ,yang ada lo yang salah, ngebelaan anak kampung ini "


"Stop bully Sani, stopp Alvaro, lo sekolah masih pake uang papih lo aja bangga, Kalau lo gak ada papih lo juga sama kok bukan orang punya. Jadi lo Jangan asal jeplak kalau bicara sama orang lain dan jangan sok jadi orang kaya, karena bukan lo yang kaya tapi papih lo, lo itu tuh sebenarnya cuma numpang aja kalau Papih lo gak ada lo gak akan mungkin punya uang dan sekolah di sini"


"Lo udah berani sama gue Zan. Sejak kapan lo berani sama gue lo hina gue kalo gue itu miskin sama kayak Sani, udah sekarang lo minta maaf sama gue atau sampai kapan pun gue gak akan maafin lo, sujud sekarang di kaki gue, gue nggak mau tahu lo harus sujud di kaki gue sekarang juga kalau lo mau maaf dari gue cepetan Zan "

__ADS_1


"Gak sudi gue sujud sama Lo, emang lo siapa raja sampai gue harus sujud gitu, gak banget ya, gak sudi gue, kalau sama ayah gue baru gue mau, ini cuman sama lo aja gue harus sujud, gue gak peduli ya lo gak akan anggap gue temen lagi juga, gak akan rugi gue sampai kapan pun "


"Lo Zan cabut gak semua apa yang lo katakan tadi sebelum gue hajar lo sekarang juga. Jadi cabut kata-kata lo itu Arzan gue gak suka lo ngerendahin gue kayak gitu"


"Sampai kapan pun gue gak akan pernah cabut kata-kata gue sebelum lo berhenti ngerendahin Sani, buat hidup dia gak nyaman dan gak boleh bully lagi sampai kapan pun itu, gue gak pernah suka ya saat lo bully Sani ataupun orang-orang lainnya . Gue gak suka tindas orang lain kayak gitu. Jadi sebelum lo berubah gue gak akan pernah cabut kata-kata gue ini ataupun berteman lagi sama lo, karena gue gak suka berteman sama orang yang sukanya ngebully orang dan tindas orang semaunya aja"


"Oke itu pilihan lo ya, sampai kapan pun gue gak akan berhenti bully Sani "


Alvaro langsung maju dan langsung memukul Arzan, dan pada akhirnya dua sahabat itu bertengkar dengan , daling adu jotos dan siapa akan menang nanti.


Wajah Arzan dan juga Alvaro sudah tak karuan, "Ini gara gara Arzan bu, dia yang ajak saya berantem "


"Enggak bu Arzan sama sekali gak ngajak dia berantem tapi Alvaro sendiri yang tantang Arzan dan tiba-tiba aja mukul Arzan Bu, Arzan gak salah tapi Alvaro yang salah, dia yang duluan nonjok aku jadi Arzan gak salah bu, salahin aja si anak manja gak tahu diri itu Bu, dia yang udah tantangin aku dan mau berantem sama Arzan, jadi karena Arzan laki laki ya harus membalas lah Bu. Masa diam aja dipukul sama orang manja ini bu gak terimalah aku "


"Apaan sih lo, kok jadi nyalahin gue, lo yang nantang gue Arzan, jadi jangan memutar balikan fakta lo yang nantang gue dan pengen gue hajar, ya udah gue hajar aja kenapa lo jadi nyalahin gue sekarang, gue juga laki kali jadi gue gak mungkin gitu aja lepasin lo dan gak menuhi tantangan lo itu Zan. Jadi lo jangan sok jadi orang yang paling tertindas deh. Harusnya gue yang kayak gitu di sini karena lo yang udah mancing-mancing emosi gue, "

__ADS_1


"Udah udah stop kenapa ini jadi adu mulut, kalian berdua ini udah ibu gak mau tahu kalian berdua salah dan kalian harus dihukum atau kalian pengen orang tua kalian sama ibu dipanggil atau kalian berdiri di lapangan dan bereskan kamar mandi, setelah itu lalu bereskan gudang dan juga pel lapangan basket dan hari ini harus selesai, kalian berdiri di lapangan satu mata pelajaran , setelah itu bereskan apa yang Ibu tadi suruh dan ibu akan berbicara pada guru yang mengajar kalian nanti, cepat sekarang lakukan atau ibu akan tambahkan lagi hukuman kalian menjadi lebih berat lagi dari ini"


"Bu kok banyak banget sih Ibu gak salah apa kasih hukuman sama kita seberat itu, Varo gak deh bu gak mau ya ngerjain itu semua gila aja ngerjain hal sebanyak itu"


"Ya udah jadi kamu Alvaro pengennya Ayah kamu dipanggil lagi ke sekolah, ini tuh untuk ke berapa kali Ayah kamu datang ke sekolah untuk hal sepele yang kamu lakukan, jadi kerjakan itu semua atau ibu akan laporkan sama Ayah kamu dan kamu juga akan diskor selama 1 bulan apakah kamu mau hal itu terjadi"


"Yaudeh bu, iya aku akan kerjakan semuanya "


Alvaro langsung pergi di ikuti oleh Arzan selama jalan keluar kelas mereka masih saja saling senggol dan saling memelotokan mata "sudah jangan bertengkar lagi atau ibu akan tambahkan hukuman "


"Yasudah untuk yang lain duduk dan tunggu guru yang akan mengajar " bu Sesil langsung pergi dari kelas itu.


Setelah yakin nu Sesil pergi, Bella sedikit mendorong Sani dan "awas aja San, aku akan balas semuanya gara gara kamu persahabatan kita hancur awas saja "


Bella langsung pergi saat Mira akan melawannya Sani langsung menahan tangan Mira dan mengelengkan kepalanya, untuk tidak membalasnya atau membuat Bella marah.

__ADS_1


__ADS_2