Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Lebih baik dilakukan saja


__ADS_3

Mira sudah ada didepan gerbang namun malah berpapasan dengan mamihnya yang keluar dari dalam mobil, mau berlari sudah tak bisa sudah terciduk.


"Mira kamu ini jidat kamu, kamu yakin ini Sani yang lakuin "


Mira menghentakkan kakinya dengan kesal " Ya iyalah mih. Siapa lagi kalau bukan dia yang ngelakuin, nggak mungkin kan aku lukain diri aku sendiri"


"Ya udah kita ke ruangan Bu Sesil dulu sekarang, dia tadi panggil mami ke sini ayo cepat kita ke sana. Sani juga udah ada di sana kan ayo cepat kita bicarain semuanya mami juga pengen nanya sama Sani kenapa bisa lakuin ini sama kamu"


"Aku pulang aja deh, mami aja yang temuin Sani aku istirahat aja aku pengen istirahat dan tenangin diri aku di rumah aku syok Sani bisa lakuin sama aku, aku pulang aja ya mih "


"Gak bisa sayang kamu harus ikut. Ayo kamu juga kan korban di sini dan kamu juga harus jelasin semuanya sama mami ayo cepat ikut"


Mira mau tidak mau akhirnya mengikuti maminya, dia ditarik tangannya oleh maminya untuk ke ruangan Bu Sesil bagaimana ini kalau sandiwaranya terbongkar dirinya harus siap dengan semua ini dan dirinya harus bisa membela diri dengan sekuat-kuatnya, jangan sampai dirinya terbongkar karena telah melakukan kebohongan sebesar ini hanya untuk menjatuhkan Sani.


***


"Kenapa Sani kamu lakuin ini sama Mira, padahal Tante udah baik banget sama Sani " tanya mamihnya Mira.


Mereka sekarang sudah ada diruang Bu Sesil, bahkan sudah ada kepala sekolah "maaf ya Tante Sani nggak mungkin lakuin itu sama Mira, dari tadi Sani udah jelasin sana sini sama Bu sesil sama kepala sekolah dan sekarang sama tante kalau Sani nggak lakuin itu. Sani nggak mungkin lukain Mira buat apa, emangnya ada untungnya buat Sani lukain Mira. Aku juga nggak punya masalah sama Mira terus buat apa aku lakuin kekerasan sama Mira dan meskipun aku punya masalah sama Mira nantinya aku nggak mungkin segegabah itu untuk lukain Mira"


"Bohong mih Sani itu lagi pura-pura dia tuh bohong mih dia itu udah lupain aku, mami nggak lihat jidat aku berdarah kayak gini sampai harus diperban kayak gini"


"Ya karena itu kelakuan kamu sendiri Mira kenapa jadi aku yang disalahin kamu kan yang jedotin kepala kamu sendiri kalau iya aku yang lakuin itu kenapa kamu nggak lawan aku"


"Ya karena aku masih anggap kamu sahabat aku"

__ADS_1


Sani tertawa mendengar ucapan Mira" kamu masih anggap aku sahabat bukannya kamu udah putusin persahabatan kita kan bukannya kamu lebih memilih Arzan daripada persahabatan kita"


Mira langsung melihat mamihnya dan kembali melihat Sani" apa apaan sih kamu Sani, bukannya kamu yang putusin hubungan kita gara-gara kamu juga kejar Arzan kan"


"Ini kenapa jadi membalikkan fakta ya, bukannya kamu sendiri yang ngejar Arzan aku udah jauhin Arzan buat kamu Mir, tapi balasan kamu kayak gini udah deh daripada aku dituduh dan tanpa aku melakukannya. Lebih baik aku lakuin aja kali ya" ucap Sani sambil berdiri.


Dan tanpa melihat siapa pun Sani langsung menarik tangan Mira dan menjedotkan kepala Mira beberapa kali" heyy Sani kamu apa apaan "


Plak pipi Sani langsung ditampar oleh mamihnya Mira " saya gak nyangka kamu kaya gini Sani "


"Bukannya ini yang kalian mau, sekarang aku mengakui kalau aku sudah melukai Mira, lihat aku sudah melukai Mira di depan kalian lebih baik seperti ini kan daripada aku terus dituduh. Lebih baik aku melakukannya sekalian di depan kalian semua agar kalian bisa lihat" ucap Sani dengan kesal.


"Kamu Sani ijazah kamu saya tahan" ucap kepala sekolah


"Terserah bapak saja mau tidak diberikan pada saya pun saya tidak peduli, karena di sini tidak adil memang saya bukan orang punya tapi saya tidak bisa dituduh seperti ini, saya sudah mengatakan sejujurnya tapi kalian semua tidak ada yang percaya dengan saya maka lebih baik saya melakukan itu "


Sani keluar dari sekolahan dan Sena juga baru datang, dia langsung berlari cepat kearah ruangan Bu Sesil di ikuti oleh kak Fatimah, Sena tak melihat Sani yang keluar dari sekolah.


Saat Sena sudah ada didepan ruangan Bu Sesil sudah kacau, Alvaro dan kawan kawan yang baru datang jajan juga kaget saat kepala Mira berdarah dan dibawa lagi ke UKS.


"Mana Sani nya Alvaro "


"Di dalam Pi tadi Alvaro sama temen-temen cari jajanan dulu terus balik lagi ke sini tapi udah kacau kayak gini ya"


Sena langsung masuk kedalam ruangan Bu Sesil dan tak menemukan Sani " mana Sani "

__ADS_1


"Tuan Sani sudah pergi setelah melukai Mira untuk yang kedua kalian ya "


"Apa tidak mungkin Sani seperti itu "


"Mari kita duduk dulu, ini orang tuanya Mira "


Sena hanya menatap sekilas dan langsung duduk, " jadi masalahnya ini seperti apa"


Bu Sesil segera menceritakan semuanya dengan detail sampai-sampai cerita tentang tadi Sani yang melukai Mira di depan mereka.


Sani mengangguk anggukan kepalanya " bawa Mira ke hadapan saya sekarang juga"


"Anak saya sedang diobati gara-gara Sani dia terluka"


"Saya ingin langsung berhadapan dengan anak pembohong itu cepat bawa dia kemari. Fatimah kau bawa anak itu kemari dia ada di UKS"


"Baik tuan "


"Jaga kata-kata anda tuan anak saya itu bukanlah pembohong"


"Kita lihat saja apakah anakmu pembohong atau bukan Sani itu tidak akan pernah mungkin melukai temannya tanpa sesuatu alasan"


"Kita lihat saja siapa yang salah kalau memang benar Sani yang salah maka aku akan melaporkannya ke kantor polisi"


"Silakan dan sebaliknya jika anakmu yang salah maka aku akan menuntutnya atas pencemaran nama baik dan juga memenjarakan anakmu itu, meskipun umurnya masih 17 tahun tapi aku bisa memenjarakan anakmu biarkan dia belajar di sana, agar tak menjadi perempuan licik dan pembohong"

__ADS_1


Tak lama kemudian Mira datang sambil dipapah oleh Fatimah, Mira segera duduk di samping mamihnya sambil menundukan kepalanya. Mira tak menyangka kalau ayah Alvaro yang akan ada disini.


Setelah itu Fatimah segera keluar saat karena tuannya sudah menyuruhnya keluar sebenarnya dirinya enggan keluar karena ada anak tengil itu yang pasti akan terus merecoki dirinya, dia pasti akan mengganggunya sampai dia puas.


__ADS_2