
"Bee lihat apakah perut ku makin membesar "
"Tentu perutmu makin membesar, bagaimana saat dicek baik baik aja kan Dede bayinya maaf ya aku gak bisa anter kamu "
"Iya aku gak apa apa kok, sehat kok bee "
Sena menindih sedikit tubuh istrinya dan menatap wajahnya dengan intens lalu mendekatkan bibirnya kearah bibir sang istri.
"Ehh pih Bun maaf "
Sena langsung turun dan melihat Alvaro yang sudah keluar dari ruang santai, "Bee malu " ucap Sani sambil mengumpat di balik tubuh suaminya.
"Gak apa apa sayang, itu kan Alvaro anak kita, sebentar aku temuin dulu Alvaro "
"Aku tunggu disini bee "
"Iya sayang"
Sena mengecup kening Sani dan pergi kearah kamar anaknya, saat pintu dibuka anaknya sedang memainkan ponsel.
"Al"
__ADS_1
"Eh Maaf pih tadi ganggu nggak sengaja"
"Iya nggak papa kamu pengen bicara apa"
Alvaro menyimpan ponselnya dan menatap ayahnya" papi mau nggak bantu aku buat lamar Bella"
"Bukannya papih gak mau, kamu tiba-tiba mau ngelamar Bella gimana ini konsepnya Bella kan udah terima lamaran dari anaknya Tuan Anggabaya kan kamu ini gimana sih masa mau tiba-tiba lamar Bella yang jelas-jelas udah punya calon suami"
"Iya aku tahu pih tapi aku pengen sama Bella, aku nggak bisa diem aja aku nggak bisa kalau terus kayak gini aku sayang sama Bella Pi, papi tahu kan gimana aku sama Bella hubungannya"
"Iya papi tahu gimana hubungan kamu sama Bella tapi kan sekarang udah beda Bella juga udah sama anaknya Tuan Anggabaya kita nggak bisa dong gegabah langsung ngelamar Bella gitu aja, sedangkan Bella aja udah punya calon suami kalau kamu misalnya ditolak sama Bella gimana nggak enak kan, masa kita keluarga besar datang ke rumahnya Bella terus nanti ditolak bukannya papi nggak mau tapi kalau misalnya Bella masih lajang masih belum ada pasangan belum dilamar sama laki laki manapun papih pasti akan bantu kamu tapi ini jalan ceritanya beda lagi, Bellanya udah mau nikah satu minggu lagi dan kamu nggak mungkin kan datang ke rumah dia buat lamar dia, di saat dia akan menikah sama laki-laki lain "
"Itu beda lagi Alvaro kalau Sani udah punya pasangan udah punya laki-laki yang dia cintai dan mau nikah papih juga akan mundur nggak akan terusin tapi ini bedanya Sani nggak punya pasangan jangan samakan kisah papih dan kisah kamu karena kita beda nggak sama papa juga nggak masalah kalau Bella hamil kalau kamu udah bersedia mengurus anak itu dan juga Bella papih nggak masalah, tapi sekarang itu adalah Bella itu mau nikah sama orang lain dan kamu nggak bisa tiba-tiba rebut Bella gitu aja dari tangan orang itu, mending kalau Belanya mau kalau nggak gimana"
"Kita kan belum coba pih, siapa tahu Bella berubah pikiran dan nggak jadi nikah sama dia"
"Lebih baik jangan nak tadi juga Oma kamu udah bilang sama papi kalau dia ketemu sama Bella dan bicara sama Bella, ya otomatis Bella nggak akan pernah mau setelah nenek kamu bicara sama Bella"
"Kapan omah ketemu sama Bella"
"Katanya waktu di rumah sakit, dia ketemu sama Bella dan lihat kamu juga lagi ngobrol sama Bella papi juga tadi dengernya Oma bilang kamu pacaran sama Bella, dan Oma juga pengen kamu buat jauhin Bella, buat gak berurusan lagi dengan Bella papih tolong kamu nurut ya, lebih baik kamu kuliah lagi selesaikan kuliahmu "
__ADS_1
"Kenapa sih pih nggak pernah ada yang dukung aku"
"Papi dukung kamu tapi ini udah beda, papih udah bilang kan kalau Bella belum punya calon suami papih akan bantu tapi ini udah punya"
Alvaro diam dia menundukkan kepalanya entahlah mungkin perjuangannya sampai sini padahal dirinya belum berjuang mati-matian tapi Bella sudah memutuskan apa yang seharusnya tidak boleh dia putuskan dengan secepat itu.
Karena belum tentu Adi akan membahagiakannya, dia saja seorang mafia mana bisa membuat Bella hidup dengan senang dan tenang yang ada hidup Bella akan penuh dengan ancaman.
"Papih tidak akan pernah mempermasalahkan dirimu akan menikah dengan siapa yang terpenting perempuan itu memang mencintaimu dan kau juga mencintainya"
Kembali Alvaro diam dia tidak menjawab lagi kata-kata ayahnya. Hanya itu yang bisa dirinya lakukan diam dan merenung apa yang harus dirinya lakukan sekarang.
"Ya udah pih makasih atas semua nasehatnya dan makasih juga papi sebelumnya mau bantu aku. Tapi gimana kalau misalnya aku terus ngejar Bella saat dia sudah menikah"
"Buat apa kamu kejar istri orang yang ada kamu akan jadi pembinor itu nggak akan baik buat kamu, kamu ini masih kuliah hidup kamu masih panjang kamu masih bisa cari perempuan yang lain banyak perempuan yang baik kayak Bella, banyak perempuan yang perhatian kayak Bella banyak di sini cuman kamu nya aja nggak bisa buka mata, kamu harus buka mata dan buka hati kamu lebih lebar lagi karena di dunia ini bukan Bella saja perempuan baik banyak"
"Ya aku tahu tapi aku tidak mau membuka mata ataupun membuka hati untuk perempuan lain"
Sena menepuk paha Alvaro dan bangkit "papi beri waktu kamu untuk berpikir lebih luas lagi, dunia ini luas Alvaro dunia ini banyak yang perlu kita jelajahi dan kau juga bisa mendapatkan perempuan yang sama seperti Bella atau mungkin lebih dari Bella, jadi pikirkan semuanya jangan sampai kau menjadi pembinor karena itu tidak akan pernah baik, apalagi kau berurusan dengan orang seperti Adipramana jangan membuat hidupmu kacau karena berurusan dengan laki-laki itu, papih tahu siapa dia dan papi tahu bagaimana dia liciknya dalam dunia bisnis jadi kau jangan terlalu dekat dengannya. Apalagi mengusik hidupnya jika Bella sudah menjadi istrinya maka kau harus rela melepaskannya, karena mau bagaimanapun tidak bisa diubah ini sudah alur dari Tuhan untuk hidup kita semua jadi kau tidak bisa merubahnya dengan tiba-tiba dan merebut Bella dari sisi Adipramana dia bukan orang baik yang akan dengan rela melepaskan istrinya begitu saja ingat itu"
Alvaro hanya diam mendengarkan kata-kata ayahnya apakah sekuat itu Adipramana, sampai-sampai ayahnya mengatakan kalau dia orang licik dalam bisnis dan dia juga seorang mafia di dunia hitam apakah Bella menyukainya karena itu, karena dia adalah pemegang dunia hitam apa karena dia seorang mafia apa itu yang Bella sukai.
__ADS_1