
Tok tok tok
Mira yang mendengar pintunya diketuk segera menyelesaikan mengetuk pintunya lalu membuka pintunya ternyata ada bibi diluar "kenapa Bi, ada apa Bi "
"Maaf non dibawah ada tamu, katanya mau ketemu sama Non Mira "
Mira mengernyitkan dahinya " siapa bi pagi pagi kerumah, tamunya laki laki atau perempuan "
"Emm ayo non ikut aja yu, kataknya penting banget ditunggu dibawah, bibi duluan kebawah yah non mau buat minum dulu"
Setelah bibi pergi Mira yang penasaran akhirnya turun juga kebawah dia melihat seorang laki laki memakai topi dan membelakanginya, Mira seperti kenal dengan perawakannya, tapi benar tidak dia, laki laki yang sudah membuatnya sedih
Mira terus saja turun kebawah dan menepuk bahu laki laki itu, dan benar saat berbalik memang Arzan dia tersenyum senang pada Mira "Mir kamu kemana aja aku telfon kamu loh, kok kamu gak angkat sih"
"Emm aku lagi mandi, tadi gak mungkin kan pegang ponsel sambil mandi yang ada aku bisa mati "jawab Mira dengan ketus.
"Emm biasa dong Mir bicanya ketus banget, kamu gak apa apa kenapa mata kamu bengkak kayak gitu, kamu baik baik ajakan "
Mira yang mendengar jawaban dari Arzan rasannya ingin sekali menonjoknya sekarang juga, tapi dirinya tak boleh melakukan itu, harus sabar jangan terbawa emosi nanti yang ada malah makin dibenci oleh Arzan.
"Seperti apa yang kamu lihat, kamu lihat nggak aku baik-baik aja nggak di penglihatan kamu"
Arzan melihat dari atas kepala sampai bawah kepala" nggak terlalu kelihatan baik-baik aja sih, kamu nangis ya semalaman . Maafin aku ya kalau aku udah buat kamu nangis kayak gitu. Aku nggak bermaksud buat sakitin hati kamu"
__ADS_1
Mira yang mendengar permintamaafan dari Arzan sangat senang sekali, Mira tersenyum dan menundukan kepalanya lalu kembali membuat wajahnya terlihat jutek lagi.
"Udah jangan dibahas lagi aku juga udah nggak mau bahas tentang hal yang kemarin, lupain aja semuanya dan lupain tentang aku yang bilang suka sama kamu Zan, aku nggak mau rusak pertemanan kita, kita udah berteman kan jadi jangan rusak cuman gara-gara aku nyatain perasaan aku sama kamu. Aku cuman mau bikin kamu tahu kalau aku selama ini suka sama kamu. Terserah kamu mau tanggapin aku seperti cewek apa"
Arzan menganggukan kepalanya dan meminum minuman yang sudah dibuatkan bibi, mereka sekarang sudah duduk saling berhadap hadapan.
"Em Iya deh kalau kamu maunya gitu, kamu tahu sendiri kan kenapa aku datang ke sini"
Mira malah mengelengkan kepalanya dirinya tak tau apa maksud Arzan kesini, apa karena nomor telfon Sani, atau ada hal yang lain " Masa sih kamu nggak ingat. Tadi pagi aku minta apa sama kamu, aku minta nomor teleponnya Sani yang luar negeri. Aku mau hubungin dia kamu emang gak khawatir ya sama sahabat kamu, dia pergi sama dua laki-laki yang pernah bully dia, emang kamu nggak khawatir gitu dia kenapa-napa di sana atau misalnya dibuang sama Alvaro sama Rizki, kamu belum hubungin dia kamu nggak lihat gitu uplodan foto di Instagramnya Rizki'
Mira mengelengkan kepalanya " ya kan itu emang salahnya dia sendiri kalau misalnya sampai dijahatin sama Rizki atau Alvaro itu salahnya. Kenapa dia mau ikut-ikutnya aja sama mereka berdu, udah tahu mereka berdua tuh udah pernah bully dia tapi dia mau maunya aja ikut pergi ke tempat jauh. Ya itu salah dia kalau dia kenapa-napa masa aku harus telepon dia suruh pulang, masa aku harus bayarin dia buat pulang gitu ya nggak juga kali dan itu juga salah dia kalau terjadi apa-apa. Aku kan udah pernah ingetin dari awal jangan pergi nanti kalau kenapa-kenapa gimana ya udah itu sekarang urusan dia"
"Yaudah deh aku minta nomornya Sani sekarang ya Mil. Tolong kirim sekarang aku masih peduli sama dia, aku takut terjadi apa-apa sama dia. Meskipun aku baru berteman sebentar sama Sani tapi aku peduli dengan keadaannya, tapi kamu yang bersahabat lama dengan Sani malah acuh kayak gini. Kamu ini kenapa sih sebenarnya Mir kok kamu jadi aneh kayak gini ya, dulu aja kamu perhatian banget sama Sani tapi sekarang kamu acuh banget sama dia apa semua ini gara-gara aku"
"Oke Mir tenang aja aku pun akan pergi kok sekarang makasih udah kasih nomor teleponnya dan aku sekarang udah tahu gimana kamu, kamu ternyata kayak gini ya aslinya nggak pernah perduli sama orang lain, cuman mikirin tentang dirinya sendiri. Makasih untuk pertemanan kita yang cukup lama itu sepertinya pertemanan kita cukup sampai di sini juga ya, karena aku juga nggak mau berteman sama perempuan egois kayak kamu yang hanya mikirin kesenangan kamu, kebahagiaan kamu tanpa memikirkan orang lain"
Arzan langsung pergi namun Mira langsung mengejarnya dia tak mau pertemannya usai dengan Arzan, Mira memegang tangan Angga dengan begitu erat " jangan kayak gini dong Zan aku nggak mau pertemanan kita tiba-tiba hancur aja cuman gara-gara Sani. Tolong jangan kayak gini aku minta maaf aku nggak akan kayak gini lagi aku nggak mau pertemanan kita hancur kita masih berteman kan Zan"
"Bukan Sani yang buat pertemanan kita hancur, tapi kamu Sendiri Mira yang buat pertemanan ini hancur, kamu pikir-pikir lagi deh apa kesalahan kamu dan aku minta sama kamu untuk lebih dewasa lagi aja ya. Jangan semuanya kamu salahkan pada Sani karena aku yang mencintai saat ini bukan karena salah Sani, aku tidak memilihmu itu bukan karena Sani juga hatiku sudah terikat untuknya. Maaf bila aku mengatakan ini padamu tapi aku ingin kau sadar kalau semua yang terjadi ini bukan salah Sani, semuanya bukan salah dia ini hanyalah sebuah keegoisan kamu aja yang cemburu buta pada Sani dan seolah-olah dipikiran kamu memang Suni lah yang salah"
Arzan melepaskan pegangan tangan Mira dan langsung pergi meninggalkan Rumah Mira dan Mira hanya bisa diam sambil menangis didepan pintu, dirinya tak tay harus melakukan apa lagi, Arzan sudah pergi, sudah pergi dari rumahnya.
Mira masuk kedalam rumah dan mencari sesuatu, mencari obat tidur yang selalu mamihnya pakai, dan tanpa banyak bicara lagi dia meminum obat itu banyak sekali, tiba tiba badan Mira terjatuh dan mulutnya berbusa.
__ADS_1
**
Sedangkan Arzan sendiri terus saja menghubungi Sani namun sama sekali tak diangkat " ke mana sih kamu San kamu nggak apa-apa kan, nggak terjadi apa-apa kan sama kamu aku sangat khawatir banget sama kamu, semoga aja kamu nggak diapa-apain sama mereka berdua dan semoga aja nggak ada Bella di sana, kalau sampai Bella ada di sana udahlah kamu habis sama dia, kamu pasti akan dimaki-maki dan udahlah aku enggak bisa bayangin itu Mira "
Arzan terus menghubungi Sani, tapi tetep saja tak diangkat, sedangkan Sani, Alvaro dan juga Rizki malah sedang bersenang senang, menaiki berbagai mainan dan banyak lagi, bahkan mereka tadi ikut lomba makan cepat dan banyak lagi yang mereka lakuin, tak lupa dengan tawa yang selalu mengikuti mereka bertiga.
"Kita istirahat dulu yuk capek, itu ada toko buku kita masuk sana yuk kita cari-cari buku siapa tahu ada yang cocok gitu" ajak Alvaro sambil menarik kedua tangan sahabatnya.
Saat mereka masuk lumayan sepi, mereka makin masuk kedalam dan ada sebuah ruang baca yang ada bantal bantal kecil mereka bertiga segera duduk dan mengambil buku semple untuk membacannya.
"Ehh udah ini kita mau kemana lagi nih " tanya Rizki
"Kita istirahat dulu aja Ki capek banget tadi kita habis main segala mainan di sini dan juga tadi juga kita udah lomba makan. Jadi kita nggak usah makan kan hari ini udah kenyang nih perut kita baca-baca buku dulu aja di sini Ki, siapa tahu ada buku yang tertarik kita beli ya masak kita di sini cuman baca-baca aja nggak enak juga kan sambil istirahat lah pokoknya"
"Oke deh siap gue juga ini capek banget bener capek tapi perut udah kenyang banget nih sampai besok kayaknya kita nggak akan makan deh, kita bertiga akan puasa perut dah kenyang banget enaknya hidup di sini banyak lomba-lomba kayak gitu kalau kita nggak punya uang tinggal ikutan aja Perut kenyang hati pun senang" ucap Rizki sambil bersiul.
Sedangkan Sani malah sedang fokus kearah ponselnya banyak panggilan tak terjawab dari Arzan, Alvaro yang melihat Sani diam saja menepuk bahunya "kenapa sih San "
"Enggak Al ini cuman Arzan dari tadi nelpon terus nggak tau ada apa. Nanti coba aku telepon dulu Arzan ya takutnya dia penting nelepon terus dari tadi"
"Udah nggak usah ngapain kamu telepon lagi dia, nggak penting dia tuh nggak akan pernah nelpon sama kamu karena hal penting, udah biarin aja dia pasti cuman mau nanyain keadaan kamu baik-baik aja atau gimana udah biarin aja nggak usah dihiraukan"
"Iya deh "
__ADS_1
Sani mengambil salah satu buku dan segera membacanya dengan ponsel yang terus saja berdering , sebenarnya inngin mengangkatnya tapi bagaimana ini.