
"San kamu baik baik aja kan, maaf aku tadi gak datengin kamu aku lagi ada meeting tentang pertandingan maaf ya " tanya Arzan
"Aku baik baik aja kok, gak apa apa Zan aku tau kamu kan mau ada pertandingan, lagian aku baik baik aja kok, lihat aku baik baik aja cuman memar aja kok "
"Aku anter ya pulangnya, ayo aku anter ya "
"Gak usah Zan lebih baik kamu antar Mira yah. Mira lagi nggak dijemput nih. Tadi katanya Pak sopirnya bannya bocor jadi harus tambal dulu, pasti akan lama kamu tolong anterin Mira ya kasihan, "
Mira menggelengkan kepalanya "kenapa jangan San kamu aja pulang sama Arzan, aku nggak apa-apa kok nanti aku tunggu Pak sopir aja, nggak papa kamu pulang aja sama Arzan ya, aku baik baik aja kok "
"Nggak usah Mir kamu aja, kamu rumahnya lebih jauh aku dekat aku bisa naik angkutan umum ya, kamu sama Arzan aja ya aku pulang dulu kalian hati hati dijalannya dadah "
Sani langsung pergi meninggalkan dua temennya itu dan menaiki angkutan umum Arzan menatap Mira dan segera mengajaknya " Ya udah ayo Mir aku anterin kamu pulang, yu sekarang pulangnya biar kamu gak terlalu siang sampai rumah "
"Nggak usah aku tunggu aja Pak sopir, nanti kamu kejauhan loh, udah aku gak apa apa kok nunggu disini sebentar lebih baik kamu kejar saja Sani "
"Nggak apa-apa Aayo aku anterin tadi kan Sani udah minta tolong kan sama aku untuk anterin kamu Mir, aku nggak masalah kok ayo aku anterin yuk nanti gimana kalau kelamaan takutnya ada orang yang jahat atau gimana kamu sendirian di sini. Ya udah yuk aku anterin nanti kamu bilang aja sama Pak sopir kamu udah pulang, biar dia gak bulak balik yu "
"Yaudah deh ayo "
Mira mengikuti Arzan dari belakang dia tersenyum seneng namun dalam hati juga tak senang karena Arzan mengantarkannya karena permintaan dari Sani. Bukan karena kemauannya sendiri, dia mengantarkan dirinya karena Sani yang memintanya, kalau Sani tak memintanya pasti dirinya tak akan diantarkan.
**
Sena sudah ada didalam rumah Sani, dia membeli buah buahan dan memakannya sambil menunggu kepulangan Sani, namun tiba tiba ada yang mengetuk pintu.
Dengan cepat Sena membuka pintu ternyata seorang laki laki membawa sebuah kotak, ya sepertinya paket "maaf apa ini rumah Sani Zea Amanda "
"Iya betul "
__ADS_1
"Ada paket pak tolong tandatangan disini "
"Tapi Saninya gak ada belum pulang sekolah, nanti saja "
"Tidak apa apa pak, tolong tandatangan disini "
"Baiklah baiklah "
Sena segera mentanda tanganinya lalu membawanya masuk dan menutup pintu, paketnya berat namun sepertinya ini makanan ya soalnya agak bau. Sena tak mau ambil pusing, segera menyimpannya dan kembali memakan buah buahannya.
**
"Gimana udah dikasih keoranhnya kan, udah pulang belum dia,jangan sampai salah kasih ya "
"Belum kak yang terima laki laki, katanya belum pulang sekolah, udah kok kak sesuai alamat "
"What siapa, apa dia pakai seragam atau gimana gitu coba ceritain gimana ciri cirinya, gimana cepet "
"Emm sebentar apa ini orangnya "
"Iya bener ini orangnya"
"Oke deh ini bayarannya "
"Makasih kak "
"Ok "
Setelah kurir itu pergi baru dia juga pergi dan masuk kedalam mobilnya, kenapa bisa papihnya Alvaro ada disini, kenapa bisakan.
__ADS_1
"Begitu ya cara permainannya Sani, oke anaknya juga ayahnya juga di sikat gila ya si Sani di sekolah dia lagi deketin pacar gue Alvaro, sekarang di rumah sama bapaknya apa nggak salah tuh anak mau dua-duanya ,gue harus bilang sama Alvaro, dia harus tahu kalau ayahnya selama ini selalu datang ke rumah Sani "
"Apa mungkin mereka punya hubungan, apa-Sani jual dirinya sama om Sena, kayaknya bakal rame nih kalau gue bilang sama Alvaro, pasti akan ada perang dunia kedua, ya pasti akan ada perang nantinya "
Ternyata orang itu adalah Bella, ya seperti tadi janjinya saat di sekolah kalau dirinya akan melakukan sesuatu pada Sani, ya ini mengirim sesuatu untuknya, semoga saja dia suka.
Ya pasti akan suka sekali Sani diberikan itu, diberikan hadiah yang spesial untuknya, sangat spesial sampai sampai Sani tak bisa mendugannya.
**
Sani yang tak langsung pulang pergi terlebih dahulu kepasar untuk membeli beberapa sayuran dan juga daging dagingan, saat sedang memilih tiba tiba ada yang menelfon, Sani langsung mengangkatnya.
"Hallo Zan kenapa, apa sudah mengantarkan Mira kerumahnya"
"Aku udah nganterin Mira kok sampai rumah. Gimana mau nggak kita main-main ke Timezone lagi kayak waktu itu, mau nggak kita udah lama nih nggak jalan mau gak San, ya cuman main main aja gak ada yang aneh aneh kok mau gak San "
"Maaf ya Zan bukannya aku nolak tapi aku nggak bisa kalau hari ini, aku lagi ada acara nih kapan-kapan kita main lagi ke sana ya, aku pasti akan sibuk banget hari ini, maaf ya Zan aku gak bisa nanti aja kapan kapan ya, aku janji gak bohong deh "
"Kalau boleh tahu acara apa San. Apa acara keluarga"
"Enggak sih cuman ya acara biasa-biasa aja ya udah deh aku lagi belanja nih Zan. Aku belanja dulu ya kamu hati-hati di jalan dah, "
Sani langsung mematikan sambungannya, dan kembali memilih milih yang dirinya mau beli, ya dirinya diberi uang bulanan oleh Sena, bahkan dirinya digajih pula oleh Sena, awalnya dirinya menolak namun dirinya harus hidup dan membinyayai sang ayah, jadi ya diterima saja.
"Emm daging sudah, sayur sayuran sudah dan juga yang lainnya sudah, buah buahan juga sudah, kayaknya udah beres deh gak ada lagi yang harus di beli, sekaran saatnya pulang "
Sani langsung pergi untuk segera pulang dan memasak untuk Sena yang pasti akan datang kerumahnya, karena memang suka setiap hari datang kerumah.
Jadi dirinya tidak ada waktu untuk bermain bersama Arzan ke Timezone, ya tadi cuma alasan saja ada acara keluarga kalau tidak seperti itu alasannya apa lagi karena tidak mungkin kan dirinya meninggalkan pekerjaannya untuk melayani om Sena.
__ADS_1
Dia sudah berjanji akan memasak untuk om Sena sampai dia bosan dan semua kesalahannya terhapuskan, sampai semuanya selesai entah sampai kapam itu pun.