
Sani sudah selesai memasaknya dan segera menyajikannya di piring yang sudah tadi dirinya ambil dan memberikannya pada kak Livi "Maaf ya Kak Livi kalau masakanku tidak enak"
"Jangan berbicara seperti itu dulu. Aku kan belum mencobanya sekarang aku akan mencobanya ya"
"Iya silakan kak dicoba ya"
Livi segera memakan masakan Sani dan dia mengangguk-anggukkan kepalanya lalu mencoba masakan yang lain sedangkan Sani sendiri dia sudah tegang sendiri, melihat Kak Livi yang memakan makanannya dengan ekspresi yang berbeda-beda.
Tiba-tiba saja kak Livi menyimpan sendok dan garpunya lalu menatap dirinya "makananmu cukup enak tapi hanya perlu sedikit lagi ditambah rempah-rempahnya dan bumbu-bumbunya agar lebih gurih sudah enak kok cocok menjadi asisten ku, nanti aku akan berbicara pada bos untuk memindahkan kau menjadi asistenku saja, aku sudah mencicipi masakan ternyata enak juga lumayan kamu pasti bisa belajar. Jika kamu ingin belajar kau bisa lembur di sini dan kita juga akan memasak beberapa makanan untuk orang penting nanti, aku akan memberikan daftarnya dan kau belajar di sini saja atau mau belajar sampai malam nanti juga bisa, aku akan memberikan kuncinya padamu. Kau juga salah satu karyawan kepercayaan bos kan, tidak mungkin dia melarangmu untuk belajar di sini , kau bisa belajar kapan saja di sini mau malam ini pun bisa saja, nanti pagi kau bisa menyajikannya padaku atau kau bisa memasak lagi untukku setelah kau belajar lagi karena nanti kita pasti akan disibukan sekali dan aku tidak bisa harus terus mengecek makananmu kan "
"Benarkah Kak, aku akan menjadi asistenmu ini tidak mimpi kan ini benar-benar nyata kan Kak, aku tidak sedang bermimpi kan"
"Tentu Ini bukan mimpi ini semua nyata kau sekarang resmi menjadi asistenku. sekarang kau bantu aku memasak di luar sana banyak kan membeli jadi kau harus bisa membantuku untuk memasak makanan untuk mereka dari yang dasar dulu saja kau bantu aku memotong-motong "
"Baik kak terimakasih "
"Sama sama "
__ADS_1
Sani begitu senang, dirinya sekarang menjadi asisten koki sungguh ini di luar dugaannya sekali tiba-tiba bosnya mengajaknya bicara untuk membantu memasak, dan sekarang dirinya malah jadi asisten koki.
Sungguh seperti mimpi semua ini, rezeki langsung datang kepadanya semoga saja ayahnya akan sembuh lebih cepat. Dengan uangnya nanti dirinya bisa membeli obat obatan ayahnya dengan lengkap dan tidak dicicil lagi.
Pasti gajihnya akan berbeda kan tidak sama, dirinya sungguh senang mendapatkan rezeki dengan tiba tiba seperti ini. Sani dengan telaten segera membantu kak Livi, apa pun yang kak Livi mau Sani pasti akan memberikannya dan Bintang yang melihat Sani ada disana hanya tersenyum pada Sani dan ikut senang.
Sebenarnya Bintang sudah tahu kalau Sani akan dijadikan asisten koki, jadi dirinya senang temannya bisa naik menjadi asisten koki semoga saja dirinya nanti akan mendapatkan rezeki seperti Sani sama.
**
"Tolong lepaskan aku jangan seperti ini memangnya aku punya salah apa pada kalian sampai-sampai aku diculik seperti ini, aku tidak punya masalah selain bersama Sani. Apakah Sani yang melakukan ini apakah dia menculikku, tolong lepaskan aku. Aku tidak mau"
Masih saja tak ada jawaban sama sekali tapi Bella mendengar ada suara seseorang yang berbicara "masukan dia ke kamar yang ada di lorong itu, yang paling ujung dan kunci pintunya jangan sampai kalian melepaskan perempuan ini Kunci pintunya"
"Baik Tuan akan saya laksanakan semuanya"
Kembali tubuh Bella dibawa kembali berjalan lebih masuk lagi, sebenarnya Bella sangat kesakitan dengan tangannya yang dipegang seperti itu, karena ketiaknya yang dipengang sakit sekali.
__ADS_1
"Sebenarnya siapa yang berbicara itu, tolong jelaskan semua ini padaku. Ada apa sebenarnya kenapa aku diculik seperti ini. Apakah tidak ada yang bisa menjelaskannya padaku satupun orang. Aku ingin keluar aku masih sekolah besok aku ada PR terus aku pun ada ulangan tidak mungkin aku meninggalkan tugas-tugas ku. Ayo lepaskan aku tolong jangan seperti ini" teriak Bella yang sudah frustas.
Namun tetap saja tidak ada respon sama sekali, tiba-tiba dirinya melayang dan terjatuh di tempat yang empuk, saat dirinya membuka mata pintunya sudah kembali dikunci Bella melihat sekitar dan kamar ini sungguh asing untuknya.
Dimana sebenarnya dirinya berada, apa yang terjadi kenapanya kenapq bisa diculik seperti ini. Apa salahnya dirinya tidak pernah mempunyai masalah dengan siapa-siapa selain Suni, dan Suni pun tidak akan mungkin menculiknya kan .
Bella langsung bangkit dan melihat ke arah jendela ternyata rumah ini besar juga ya, dirinya melihat dari halamannya yang begitu besar dan pagarnya begitu tinggi namun berwarna hitam.
"Sebenarnya aku di mana, aku harus kemana sekarang aku nggak mungkin kan di sini terus, apa mereka enggak akan bunuh aku kan, aku takut banget kalau dibunuh sama mereka, gimana ini siapa yang bisa tolong aku ponsel ponsel aku mana, koper aku mana " sambil meraba raba sakunya untuk mencai ponselnya.
"Semuanya kok enggak ada sih, terus aku harus pakai seragam terus gitu seperti ini, sebenarnya siapa sih yang culik aku, sungguh mereka tidak ada kerjaan menculik aku. Emangnya apa yang kupunya aku masih dibiyayain sama papi , apa yang diharapkan mereka dengan menculik aku, aku tak punya apa apa sungguh "
Bella langsung beralih ke arah pintu dan menggedor-gedor pintunya dengan keras"tolong lepaskan aku, jangan kurung aku seperti ini, aku ini manusia kalian harus mengeluarkan aku sekarang juga, aku tidak main-main dengan ancamanku. Ayo keluarkan aku "
Dor dor dor Bella menggedor pintunya dengan sekuat tenaga, namun hasilnya nihil selalu saja nihil tak ada satu orang pun yang membukannya"siapapun di luar sana tolong aku, aku harus sekolah aku masih sekolah umurku saja masih 17 tahun. Aku ini masih kecil aku sangat kecil bahkan aku tidak akan bisa apa-apa tanpa Papiku. Ayo lepaskan aku kalau kalian ingin menculik, culik saja kakakku Serena, dia tidak berguna di rumah kenapa harus aku, aku masih sekolah dan hidupku masih panjang aku tidak mungkin di sini terus-menerus siapapun tolong aku ingin keluar "
Tanpa Bella sadari air matanya mengucur tiba-tiba dan badannya langsung merosot dan terduduk di depan pintu, dia menangis sejadi-jadinya tenggorokannya sudah sakit dari tadi berteriak-teriak namun tidak ada hasil. Tak ada satupun yang membuka pintu. Sebenarnya sekarang dirinya di mana. Apa yang terjadi mengapa harus terjadi pada dirinya.
__ADS_1