Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Papih disini


__ADS_3

Sani sekarang sedang mencari pekerjaan dirinya tak langsung pulang kerumah namun mencari cari dulu pekerjaan semoga saja ada, dan dirinya bisa diterima nantinya.


Karena tidak mungkin kan dirinya mengunakan uang dari pemberiam om Sena terus menerus.


"Aku harus cari dimana lagi ya, aku udah bolak-balik ke sana kemari tapi aku belum dapat kerjaan juga, gak mungkin kan aku tergantung sama uang yang om Sena kasih, belum juga beli obat Ayah belum juga kebutuhan sehari-hari kan banyak lagi, aku juga harus bayar sekolah Anggi, ya ampun rasannya leleh sekali, aku harus bagaimana lagi ini"


Lalu saat Sani sudah lelah dia masuk kedalam sebuah kedai dan disana Sani langsung memesan sebuah makanan dan juga minuman.


Namun saat orang yang mengantarkannya adalah seorang kakek kakek, "ini nak makan dan minumannya "


"Terimakasih kek, maaf kek apakah kakek membutuhkan karyawan di sini. Maksudku untuk membantu-bantu kakek gitu"


"Sama-sama, butuh sih kakek sebenernya karena ya kakek sendirian kewalahan di sini, tapi kakek juga gak akan gaji besar, gak kayak di tempat-tempat lain ya lihatlah kakek cuman punya kedai kayak gini aja emangnya ada apa nak"


"Boleh gak kek kalau misalnya saya kerja di sini, saya gak masalah kok sama gajinya berapapun saya akan terima yang penting saya kerja"


"Kamu kan masih sekolah nak "


"Gak apa-apa kek nanti pulang sekolah saya akan ke sini, saya bantu kakek nanti terserah kakek mau gaji saya berapapun. Jadi gimana apakah Kakek bisa menerima saya untuk bekerja tolong kek, saya sangat butuh untuk menghidupi keluarga saya"


"Emm baiklah besok kamu sudah boleh kerja sekarang kamu makan dulu ya, dan nama kamu "


"Aku Sani kek " sambil menyalimi kakek itu


"Baiklah Sani, nama kakek Abdi, "


"Salam kenal ya kek Abdi, tapi saya bolehkan kerja sekarang "


"Jangan nak, besok saja setelah makan kamu langsung pulang dulu, lalu setelah itu istirahat, kakek tau pasti kamu lelah sekali sudah keliling keliling cari kerja "

__ADS_1


"Baiklah kek terimakasih "


**


Sena sedang menatap foto Sani yang diberikan oleh anak buahnya tadi. Sani sedang mengobrol dengan kakek-kakek dan makan kata orang suruhannya Sani bekerja di sana.


"Kenapa perempuan ini sangat keras kepala aku sudah bilang kan jangan bekerja diam di rumah biar aku yang membiayainya , tapi kenapa dia malah ngotot sekali sepertinya akan sulit membuat dia diam dirumah dan belajar seperti anak yang lain "


Tiba tiba saja pintu ruangannya terbuka dan menampakan sang anak, Sena langsung memasukan ponselnya kedalam saku.


"Alvaro sudah Papih katakan dimana pun kau harus mengetuk pintu "


"Yah maafkan aku Pih, aku lagi kesel"


"Kesel Kenapa lagi si Varo setiap hari kamu kesel terus, kamu bikin ulah lagi ya di sekolah"


"Enggak kok pih, Varo gak sama sekali bikin ulah. Varo ke sini mau ajak papih makan mau gak makan siang sama Alvaro"


"Iya karena papihnya sibuk terus "


"Ini kan demi kamu Varo "


"Iya Varo tau pih "


Sena langsung bangkit dan merangkul anaknya, keluar dari ruangannya, banyak orang yang melihatanya dan mereka seperti kakak adek bukan seperti ayah dan anak.


"Gila ya tuan Sena awet muda banget, sama anak hampir kaya seumuran pasti istrinya yang terdahulu nyesel udah ninggalin tuan Sena " ucap Gea masih dengan memandang kagum pada dua orang itu.


"Iya benar Gea kadang-kadang gue tuh suka ke goda aja gitu sama Tuan Sena ke goda pengen memilikinya. Tapi itu tidak mungkin gila aja Tuan Sena suka sama gue sekretaris biasa, orang biasa aja gue kadang-kadang ya ngehayal terlalu tinggi gitu, karena semua itu gak akan mungkin mana mungkin kan tuan Sena mau sama gue "

__ADS_1


"Ya lo bener Fatimah kita bukan seleranya jadi kita jangan terlalu menghayal, dari pada nanti jatuh sakit "


"Iya ya bener, udah yu kita kerja lagi yo "


"Ayoo udahh kita kerjaa "


**


"Kita mau makan di mana Varo, kamu mau makan di mana"


"Emm dimana ya pih, gimana papih aja deh yang penting makan pih "


"Bener ya "


"Ehh jangan, ditempat makan yang biasa aja deh pih, kalau misalnya papi yang tentuin nanti malah papi bawa aku ke tempat yang gak level, mending tempat biasa aja deh pih, aku gak mau ketempat tempat yang papih mau "


"Kamu gak boleh gitu Alvaro, di mana pun kita makan yang penting itu enak dan bersih, jangan karena tempatnya gak bagus kamu gak mau, papih kan sudah bilang kamu jangan pernah menilai sesuatu karena tempatnya atau kastanya aja, papih gak suka dengan kamu yang seperti itu, papih tidak mau kamu seperti itu, berubahlah nak, jangan kau nantinya menyesal di kemudian hari, kita semua sama tak ada bedannya dimata Allah"


"Iya Pih tapi aku benci sama ibuku sendiri yang memang dari orang tidak berpunya, dia meninggalkan Papih begitu saja dan aku pula. Kenapa Pih Ibu aku sendiri ninggalin aku kayak gitu, makanya aku benci banget sama orang miskin, semuanya akan sama kaya ibu aku "


"Engga sayangg, kamu jangan gitu semuanya gak sama kayak ibu kamu, orang-orang itu berbeda meskipun mereka sama miskinnya seperti ibu kamu tapi tidak mungkin sifat dan sikapnya sama. Jadi kamu jangan seperti itu ya jika suatu saat ibumu datang kamu harus selalu menghormati dia, sebagaimana dia telah melahirkan kamu, papih tahu kamu marah sama dia tapi kamu harus menerima dia karena dia yang melahirkan kamu"


"Terus Papi sendiri gimana emangnya bisa nerima gitu kalau misalnya mantan istri Papi itu balik lagi ke sini, emang Papi mau maafin gitu aja gak akan kan"


"Mungkin dulu papi memang tidak akan pernah memaafkan ibumu, tapi Papi sekarang berpikir lebih baik memaafkan dari pada memendam rasa benci itu terus-menerus dan pada akhirnya akan menyakiti diri kita sendiri Alvaro, papih hanya ingin kau dengannya berdamai meskipun papih tidak akan mungkin mau kembali dengan ibumu, setidaknya kau anggap dia kalau dia adalah ibumu yang pernah melahirkan"


"Ya mungkin entahlah pih, aku masih tak terima sudah di campakan begitu saja oleh perempuan itu "


"Papih disini tak pernah meninggalkan mu nak "

__ADS_1


Alvaro langsung memegang tangan papihnya dan tersenyum pada sang papih, benar papihnya selalu ada untuknya kapan pun dan dimana pun itu. Beruntung sekalikan dirinya ini.


__ADS_2