
Sani segera masuk kedalam ruangan ayahnya dirinya baru saja pulang sekolah, saat dirinya masuk kedalam ruangan ayahnya, malah mendengar seseorang memangilnya.
Sani membalikan badan dan ada tangan, Sani segera keluar dan melihat perempuan yang dibawa keluar "siapa itu "
Sani segera mengikuti laki laki itu dengan perlahan lahan, "itu bukannya Bella "
Sani segera berlari dengan cepat namun sama sekali tak terkejar "Bella Bella " teriak Sani sambil ngos nyosan.
"Aku harus hubungin Alvaro, aku yakin itu Bella "
Sani mengambil ponselnya dan menelfon Alvaro "All "
"Ya San "
"Aku tadi melihat Bella "
"Apa kamu yakin "
"Iya aku yakin tadi saat aku akan masuk ke dalam ruangan ayahku ada yang memanggilku, saat aku cek lagi ada tangan tapi dibawa oleh seorang laki-laki perempuan itu dan tadi saat dimasukkan ke dalam mobil aku melihat wajah Bella yah aku yakin itu Bella aku tidak salah, aku tadi sudah mengejarnya tapi tidak terkejar mobilnya melaju dengan begitu cepat"
"Apakah kamu mengingat plat nomornya "
"Tidak ada plat nomornya mobil itu tak ada plat nomornya "
"Aku akan pergi kesana "
"Iya aku tunggu "
Sani berjalan kembali kearah rumah sakit, sebelum masuk keruangan ayahnya Sani duduk di taman lalu melihat nomor Bella, Sani memencetnya dan mencoba menghubunginya namun sudah tak aktif.
"Aku yakin itu Bella, aku bener kan Bel tadi kamu yang panggil aku dari suaranya pun itu suara kamu, kamu baik-baik aja kan Bell"
"Berarti firasat ayahnya selama ini benar kalau Bella masih ada, Bella masih hidup memang firasat orang tua itu selalu benar, tapi apakah aku nanti perlu memberitahu ayah Bella tapi sepertinya jangan kalau misalnya sampai memberitahu dan tak ada bukti yang ada ayah Bella akan marah padaku nanti, sudahlah lebih baik aku tunggu Alvaro dulu apa yang dia akan rencanakan nanti "
"Sani"
__ADS_1
"Al "
"Ayo kita ke bagian CCTV kita cek semuanya"
"Ayo Al"
Mereka berdua segera pergi dengan terburu buru dan menanyakan pada satpam dimana ruangannya namun tak ada yang memberitahu, katanya harus menemui dulu pihak yang punya rumah sakit.
"Bagaimana Al gak bisa "
"Udah ayo kita masuk aja ini kan waktu istirahat "
Alvaro langsung menarik tanggal Sani dan perlahan lahan masuk kedalam ruangan itu, dan benar kosong, Alvaro segera duduk dan melihat CCTV dan benar saja Alvaro melihat Bella yang sedang berlari.
"Bella kamu sama siapa "
Namun Alvaro tak tau siapa laki laki itu, Alvaro dengan cepat mengopy datanya dan kembali menarik Sani.
"Benerkan Al "
"Aku pun juga tidak tahu siapa dia lalu apa yang akan kita lakukan apakah kau akan memberitahu ayahnya Bella"
"Sepertinya kita jangan dulu memberitahu ayahnya Bella sebelum kita mendapatkan info yang lebih akurat lagi"
"Ya sudah kalau begitu aku ikut kamu saja gimana baiknya aja, aku juga kaget waktu lihat wajahnya tapi aku bener dan yakin itu Bella dan kamu juga tadi lihat di CCTV itu benar-benar Bella kan "
"Iya itu bener Bella mending kita sekarang ke rumah Bella dulu aja, siapa tahu kita juga bisa dapat info dari ayahnya Bella "
"Iya ayo "
Mereka berdua segera pergi meninggalkan rumah sakit, Alvaro membawa motor dan mau tak mau Sani sekarang harus memeluk Alvaro agar tak jatuh.
***
Sani dan juga Alvaro sudah ada dirumahnya Bella sangat tidak terurus rumahnya berantakan tidak seperti dulu Alvaro membuka gerbang dan melihat ke arah rumah ada ibunya Bella yang sedang duduk dengan rambut yang di gerai dan sepertinya sedang berbicara sendiri.
__ADS_1
"Tante"
Ibunya Bella langsung mendongakkan matanya dan dia tersenyum senang lalu beralih ke arah Sani dan memeluk Sani dengan begitu orang "Bella kamu pulang mami tahu pasti kamu akan pulang maafin mami ya Bel, maaf mami yang udah kasar sama kamu maafin mami yang selalu kritik kamu sayang, mami yang selalu membela Serena maafin mami udah nggak adil sama kalian berdua mami janji sekarang mami akan adil"
Pelukan itu terlepas dan saat mamihnya Bella menatap Sani dia langsung mundur dan berteriak "akhhhh kau bukan Bella, dimana Bella, Bella kamu di mana mami tunggu kamu di sini tapi kenapa kamu nggak pulang-pulang ke rumah Bella, mami tunggu kamu, kamu jangan pergi dimana kamu Bella mami menyesal "
Serena keluar dari dalam rumah dan melihat mamihnya yang sedang menangis dengan histeris "Ahhh Serena Bella Serena "
"Ayo bangun mih, kalian ada apa "
"Kami ingin bertemu dengan om Rey "
"Papi tidak ada dia pergi entah ke mana, katanya ingin mencari Bella, kami juga sedang mencari papi, dan mamih tidak akan bisa diajak bicara "
"Om Rey pergi sejak kapan "
"Saat malam pertama tahlilan papi langsung pergi dan entah pergi ke mana bahkan pakaian ataupun apapun itu tidak dibawa oleh papi sekarang juga perusahaan terbengkalai begitu saja dan aku harus mengurus semuanya"
"Baiklah kalau begitu aku dan juga Sani pulang terlebih dahulu maafkan kami telah mengganggu Tante Reina kami pulang dulu ya kak"
"Ya silahkan "
Sani dan juga Alvaro kembali naik keatas motor dan mereka masih binggung harus melakukan apa lagi, "bagaimana ini Al, kita sepertinya buntu "
"Hemm benar tapi kita harus terus cari tau, kita harus cari tahu tentang Bella kita gak bisa diem aja, Bella masih hidup berarti kita masih punya kesempatan, meskipun sekarang Om Rey gak ada kita harus cari Bella"
"Iya Al, apa kita perlu kasih tahu Rizki Arzan teman-teman yang lain ya maksudnya teman dekat Bella, agar mereka juga bisa bantu kita buat cari Bella, kita berdua nggak akan mungkin bisa cari sedangkan kita juga lagi ujian kan kita harus punya temen lagi untuk cari Bella, lebih banyak lebih baik kan "
"Ya udah kita sekarang pergi ke rumah Rizki, kamu nggak apa-apa kan kita pergi-pergi kayak gini atau kamu mau pulang ke rumah sakit"
"Ya udah aku temenin kamu dulu aja nanti juga ibu sama Anggia mau ke rumah sakit kok kita gantian"
"Ya udah kita ke sana sekarang, kita coba bicara sama Rizki ya "
Sani hanya mengangguk dan memeluk perut Alvaro.
__ADS_1