
Ayah Bella yang melihat rumahnya penuh dengan polisi dan juga ada tenaga medis, langsung berlari dengan tergopoh gopoh ada apa ini, kenapa ini ada apa dirumahnya.
Ayah Bella yang melihat sang istri langsung menghampirinya dan mencengkram tangannya "ada apa ini mih, Serana menghubungiku dan mengatakan ada yang terjadi dirumah, ada apa ini, kenapa banyak polisi dan juga ada ambulans "
Namun istrinya masih saja diam dia masih saja menangis, lalu ayahnya Bella beralih pada Serena dan memegang tangan anaknya "ada apa ini Serena, apa yang terjadi"
Serena menundukan kepalanya dan menatap ayah tirinya, sebelumnya Serena mengusap air matanya " Bella pih, Bella meninggal, Bella udah gak ada pih, dia udah tinggalin kita semua pih "
"Kamu yah kalau bicara kemana saja, jaga bicara mu Serena "marah ayahnya Bella
"Aku tidak sedang membual pih, memang Bella sudah meninggal lihatlah itu mayat yang dibawa oleh polisi ke dalam ambulans, itu Bella tadi ada seseorang yang menyimpan mayat di depan pintu dan itu Bella aku yakin itu Bella dari perawakannya dari rambutnya dari seragamnya itu Bella " Serena mencoba untuk menyakinkan ayahnya.
Ayah Bella langsung berlari ke arah ambulans dan membuka kantong mayat itu melihat wajah perempuan itu dengan penuh darah dan juga entahlah sudah tak berbentuk wajahnya itu, tapi dirinya yakin itu bukan bela anaknya tidak mungkin Bela meninggalkan dirinya secepat ini.
"Ini tidak mungkin anakku ini bukan Bella aku yakin ini bukan Bella" teriak ayahnya Bella dengan histeris
"Biarkan kami melakukan otopsi dulu pak kami akan tes DNA dan juga sidik jari nona Bella "
Ayah Bella langsung duduk dan disusul oleh istrinya dan juga Serenal, dirinya masih tidak percaya kalau ini Bella anaknya memang dia memakai seragam anaknya perawakan badannya pun sama dengan anaknya, tapi dalam lubuk hatinya paling dalam ini bukan Bella.
Dirinya yakin ini bukan anaknya tidak mungkin Bella pergi meninggalkannya secepat ini, tidak itu tidak akan pernah mungkin. Dirinya yakin ini bukan Bella, makannya dirinya tenang tenang saja karena yakin ini bukan Bella. Bella anaknya sangat kuat jadi tak mungkin dia akan meninggalkan dirinya itu tak akan mungkin terjadi.
__ADS_1
...***...
Sedangkan di lain tempat Alvaro dan juga Sani yang sekarang sedang ada di rumah Sani menyalakan televisi dan ada sebuah berita yang mengagetkan Alvaro tentang kematian Bella.
Alvaro yang sedang memegang gelas sampai menjatuhkan gelas itu, dia memundurkan langkahnya dan menggelengkan kepalanya" nggak mungkin ini nggak mungkin Bella, nggak mungkin Bella ninggalin aku, ini nggak mungkin Bella "
Sani yang mendengar suara gelas pecah langsung menghampiri Alvaro dan melihat berita yang sedang disampaikan dia langsung menatap Alvaro yang sudah terduduk lemas dengan menundukkan kepalanya, Alvaro bangkit dan menatap Sani.
"Kamu percaya kan itu bukan Bella pasti itu salah deh itu bukan Bella kan San, kamu juga sama kan satu pemikiran sama aku kalau itu bukan Bella" Sani tidak bisa menjawab dia hanya bisa diam menatap ke arah Alvaro.
"Lebih baik kita ke rumah sakit saja sekarang ayo kita cek dan semoga saja itu bukan Bella "ucap Sani. Ya semoga saja itu bukan Bella.
Alvaro langsung mengaukan kepalanya dan berlalu terlebih dahulu diikuti oleh Sani. Sani bingung apakah benar itu Bella baru saja mereka semua akan mencari Bella, tapi kenapa sekarang sudah ada kabar kalau Bela meninggal.
... ***...
Sani dan Alvaro sudah ada di rumah sakit bahkan Mira, Rizki dan juga Arzan sudah ada di sana. Mereka hanya diam sambil melihat ayahnya Bella yang hanya diam tak bergeming.
Sedangkan mamihnya Bella dia sudah sangat histeris menangis meraung-raung sambil memanggil manggil nama anaknya. Alvaro langsung menghampiri ayahnya Bella dan duduk di sampingnya.
"Apakah kamu yakin kalau itu Bella ? Om tidak yakin kalau orang yang ada di dalam sana adalah Bella "
__ADS_1
Alvaro sebisa mungkin tegar dan menatap ke arah ayahnya Bella "Alvaro juga yakin Om itu bukan Bella, nggak mungkin Bella tinggalin Alvaro gitu aja, nggak mungkin nggak mungkin itu Bella dia perempuan kuat dia gak mungkin pergi tinggalin kita semua "
Tak lama kemudian dokter keluar dan melihat ke arah keluarga Bella lalu menundukan kepalanya "mohon maaf bapak ibu saya sudah mengecek semuanya DNA sidik jari semuanya memang cocok dengan nona Bella "
Ayahnya Bella yang kesal langsung menghampiri dokter dan menarik pakaian dokter itu "tidak mungkin kau pasti salah ayo cek lagi, aku tidak mungkin salah itu bukan anakku Bella tidak mungkin meninggalkan ku, aku yakin dia bukan Bella anaku" ucapan ayah Bella sambil menahan tangisnya.
Sedangkan Alvaro sendiri dia sudah lemas dan pikirannya sudah kemana-mana dia tidak bisa mengendalikan emosinya. Alvaro langsung pergi begitu saja dan Sani yang ada di sana langsung mengikuti Alvaro takut-takut terjadi sesuatu pada Alvaro.
"Tapi pak kami sudah melakukan otopsi dan itulah hasilnya itu memang benar-benar nona Bella, nona Bella mengalami penyiksaan "
Ayahnya Bella langsung melepaskan cengkeramannya pada dokter itu dan mengamuk" tidak mungkin, siapa yang berani melakukan itu pada anakku, ini tidak mungkin kenapa Bella kenapa kamu pergi dan kamu mih kenapa kamu membiarkan Bella pergi begitu saja tanpa menghalanginya, kenapa apa kamu sekarang puas setelah Bella mati kamu puas lihat anak aku pergi kayak gitu, selama ini kamu nggak pernah sayang sama Bella selama ini kamu hanya bisa marah-marah sama Bella. Bella kenapa kamu tinggalin papih Bell, kamu kenapa harus pergi "
Ayahnya Bella menonjok tembok dengan begitu keras sampai-sampai darah mengucur dari tangannya Arzan dan juga Rizki yang ada di sana langsung menahan ayahnya Bella agar tidak menyakiti dirinya sendiri.
Sedangkan mamihnya Bella masih saja tersedu-sedu menangis histeris dan Serena dia juga menangis namun tidak seperti ibunya.
Entahlah tidak ada yang tahu apakah Serena benar-benar menangis atau hanya sebuah kamuflase saja untuk membohongi keluarganya.
"Mami yang sabar ya ini mungkin udah jalannya Bella meninggal, mami jangan nangis terus dari tadi mami nangis terus" ucap Serena sambil memeluk mamihnya.
Namun maminya tidak mendengarkan anak sulungnya itu, dia terus meraung-raung memanggil nama anak bungsunya dia masih tidak rela anaknya pergi meninggalkan dirinya, dirinya salah kenapa dirinya harus melakukan itu kalau saja dirinya tidak melakukan itu mungkin semua ini tidak akan terjadi.
__ADS_1
Bella masih ada di sampingnya, Bella masih hidup Bela masih sekolah, Bella masih ada dalam pandangan dirinya, dirinya yang salah semuanya salah dirinya kalau saja dirinya tidak egois dan mengikuti apa kata-kata anaknya Serena mungkin semua ini tidak akan terjadi.
Dirinya adalah ibu yang gagal tidak bisa adil pada anak-anaknya hanya memihak satu orang saja tanpa melihat bagaimana anak yang satunya disakiti oleh dirinya, dan akhirnya sekarang dia meninggalkan dirinya untuk selamanya.