
"Fatimah saya minta sekarang kamu ke apartemen saya"
"Baik tuan apakah saya perlu membawa beberapa berkas. Apakah ada sesuatu pekerjaan yang penting"
"Tidak usah kau kemari saja dan datang ke apartemen saya, saya tunggu secepatnya 10 menit harus sampai"
"Ahh baik tuan "
Sena langsung memantikan sambunganya dan membuka jas dan printilan printilan lainnya, sungguh dirinya masih memikirkan tentang kejadian tadi, dimana saja hampir saja dirinya mencium Sani untuk yang kedua kalinya.
Tapi malah datang anak kecil itu mengganggu saja, padahal kan dirinya sedang ingin berduan dengan Sani, tapi gara gara anak kecil itu tak jadi sial kan.
Saat sedang asyik asyiknya melamun ada yang mengetuk pintunya dan memencet bellnya pula, dengan cepat Sena membuka pintu dan ternyata itu sang asisten yang ngos ngosan.
"Kau telat 1 menit "
"Hah tak apa tuan yang terpenting aku tak telat sampai 20 menit jadi ada apa tuan "
"Tutup pintu "
Fatimah dengan cepat menutup pintu dan segera menghampiri tuannya yang sedang meminum air "jadi ada apa tuan "
"Apa yang harus saya lakukan sepuya perempuan itu tertarik dengan saya "
"Siapa tuan apa nona Sani "
"Ti tidak bukan ayo jawab saja "
__ADS_1
"Baiklah tuan jika tuan ingin menaklukkan hati seorang perempuan yaitu terlihat agresif dan selalu tuan yang mendahului, tuan jangan pernah kalah dengan dia dan seolah-olah Tuan tidak tertarik saja dengan dia, ya menurutku seperti itu ya tuan pengalamanku ya begitu"
"Aku harus agresif harus agresif seperti apa, "
"Beginilah tuan, tuan harus menarik di hadapan perempuan yang tuan suka seperti misalnya Tuan membaca buku yang sinar mataharinya masuk dari arah jendela tuan, pasti akan terlihat wajah Tuan dua kali lipat lebih tampan dan bercahaya seperti emas, pasti dia akan kagum dengan wajah tuan yang bersinar seperti itu , lalu Tuan sedikit-sedikit mengambil kesempatan mendekatinya mendekatinya dan membuat dia merasa kalau tuan sedang merayunya tapi tidak tidak dengan kata-kata dengan gerak tubuh tuan saja "
"Apa itu akan berhasil "
"Tentu Tuan, itu pasti akan berhasil perempuan itu kebanyakan tidak suka mendengar janji-janji palsu laki-laki lebih baik dengan gerakan saja, dengan ke agresipan tuan yang menjanjikan. Kalau tuan adalah laki-laki yang cocok untuk dia dan bisa membimbing dia dan bisa membuat dia selalu bahagia ada di samping tuan. Coba saja dulu tuan aku tidak pernah berbohong pada tuan dan rencana aku selalu mulus tuan, meskipun aku laki laki, tapi aku tau tuan "
"Baiklah saya akan mencoba rencanamu apakah berhasil, saya akan mencobannya, jika saya sudah berhasil mendapatkannya dan dia sudah menjadi mili saya, saya akan membuat gajih mu naik "
"Siap tuan, saya yakin pasti akan berhasil, apa ada yang perlu saya bantu lagi tuan "
"Sudah tak ada, kau pulang saja "
"Siap tuan "
**
Fatimah sekarang sedang ada disebuah restoran dan dirinya sangat lapar setelah tadi lari lari, namun makannya malah diganggu oleh seorang bocah.
Fatimah memutarkan bola matanya "ada apa kau disini "
"Aku ingin menemani Kak Fatimah makan"
"Tidak usah Rizki kau pulang saja, kau berkumpul dengan teman-teman mu yang seumuran. Jangan menggangguku aku sedang makan"
__ADS_1
"Kak sampai kapan sih kita main kucing-kucingan aku ini mencintai kakak, seperti kakak ku dulu mencintaimu. Ayolah lupakan kakakku dia sudah pergi meninggalkanmu, saat dihari pernikahan kalian ayolah "
"Aku sudah melupakan kakak kamu, tapi aku tidak mau denganmu yang hanyalah seorang anak kecil. Aku bisa mencari laki-laki yang seumuran denganku, bukan yang di bawahku gimana sih masa aku sama brondong. Aku juga udah gak mikirin kakak kamu yang brengsek itu"
"Kak kakak aja sama yang seumuran udah disakitin udah mending sama brondong aja, aku ini baik lh kak, aku gak kayak kakak aku yang Playboy dan gitu aja lari dari tanggung jawab. Beneran aku gak sama kok sama dia, mau ya jadi pacar aku"
"Please jangan ganggu aku yang sedang makan lebih baik kau pulang kerumah, kalau tidak kerjakan pr mu yang pastinya menumpuk, atau tidak kau bermainlah bersama Bell, Arzan dan juga Alvaro "
"Tidak aku sedang tidak berminat untuk bermain dengan mereka, aku sedang ingin mengejar kakak. Ayolah jangan seperti ini. Aku benar-benar mencintaimu. Aku tidak bohong kakak cantik, pertama saat kakakku membawamu ke rumah aku seperti melihat bidadari yang turun dari kayangan dan dari situ aku mengagumimu kak Fatimah dan aku sangat bersyukur sekali kau tidak menikah dengan kakakku, kalau tidak aku akan patah hati seumur hidup mau ya denganku kak aku akan tanggung jawab "
"Dengarkan aku Rizki umurku 25 tahun dan kau masih 17 tahun. Coba kau hitung berapa jauhnya usia kita sangat jauh kau jangan macam-macam "
"Usia bukan segalanya kak cinta tidak memandang usia, kalau aku sudah cinta sama kakak gimana, sulit untuk aku bisa melepaskannya aku memang benar-benar mencintai mu, aku tidak akan menyakitimu kak aku tak akan berkhianat atau pun melakukan kesalahan yang sama seperti kakak ku "
"Emm tidak aku tidak berminat, lebih baik kau sekarang pulang ke rumahmu dan segeralah minum susu, aku sedang ingin makan sendirian dan tak mau diganggu oleh siapa pun oke, kau pulang sekarang jangan menggangguku, aku tidak mau diganggu pulanglah Rizki "
Rizki langsung mengelengkan kepalanya dan menatap kearah Fatimah dengan tatapan andalannya yaitu merengek agar tak di usir oleh Fatimah.
"Pulang sekarang Rizki atau aku menelpon ayahmu dan ibumu untuk menjemputmu ke sini"
Rizki mengelengkan kepalanya dia tak mau dan malam membaringkan kepalanya sambil menatap Fatimah "oke aky yang pergi "
Fatimah langsung pergi meninggalkan mejanya, namun saat Rizki akan pergi pelayan menahannya "eh dek itu kakaknya belun bayar"
Rizki langsung mengeluarkan beberapa lembar uang dan memberikannya pada pelayan itu " Ini sisanya buat kamu dia bukan kakak saya dia pacar saya ingat dia pacar saya oke"
"Hah sisanya buat saya, ini kan pas gak ada kembaliannya dasar anak muda "
__ADS_1
Rizki berlari kearah parkiran namun tak ada Fatimah dia menghilang "kemana kak Fatimah kenapa tiba tiba menghilang yaelah kan belum selesai ngobrolnya kok udah pergi gitu aja gak seru ah, kak Fatimah kamu kemana kenapa meninggalkan aku "
Rizki langsung naik kedalam mobil dan meninggalkan restoran itu, lalu dari kegelapan keluar Fatimah dan langsung menyetop taxi dan pulang kerumahnya, untung saja dirinya tak ketahuan mengumpat disini.