Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Terpeleset


__ADS_3

Sena yang sudah ada dirumah sakit melihat Sani yang masih ditenangkan, rasanya dirinya ingin ada disana, ingin memeluk wanitanya, ingin sekali mencium keningnya tapi itu sulit sekali untuk dirinya lakukan, yang ada anaknya akan marah padannya.


"Sepertinya aku harus diam terus di sini menunggu sampai anakku Alvaro pergi dari hadapan Sani tidak mungkin kan aku pergi ke arah mereka berdua dan say hai yang ada Alvaro akan curiga dengan aku yang tiba-tiba datang ke rumah sakit, kenapa sih hubunganku dengan Sani begitu rumit. Kenapa juga Alvaro tidak mau aku menikah dengan Sani padahal mereka sudah berbaikan jika aku menikah dengan Sani Alvaro pasti akan senang mempunyai teman"


Sena terus saja diam disana, menatap interaksi Alvaro dan juga Sani, namun tiba tiba anaknya pergi, Sena menunggu beberapa saat lalu segera berlari kearah Sani, sampai sampai dia terjatuh karena tergelincir.


Sani yang kaget langsung bangkit dan melihat Sena yang langsung bangun sambil mengusap pantatnya "om tak apa apa "


"Saya baik baik saja, bagaimana keadaanmu "


Sani mengusap air matanya dan sedikit menahan senyumnya "kenapa denganmu apa ada yang lucu "


Saat itu juga Sani tersenyum dengan terbahak bahak, karena memang sangat lucu, saat dirinya sedang sedih malah melihat om Sena yang terjatuh sungguh lucu sekali. Membuat suasana hatinya langsung berubah.


"Jangan mentertawakan ku, aku tak suka "


"Maaf kau lucu om, aku kaget aku kira apa ternyata dirimu "


Sena langsung mengecup bibir Sani, dan itu membuat Sani kaget sampai menutup mulutnya "apa yang om lakukan "


"Saya sudah bilang kalau saya tak suka ditertawakan,"


"Maaf "ucap Sani sambil menundukan kepalanya.


Sena yang merasa bersalah segera memeluk Sani dengan erat "tidak jangan meminta maaf, bagaimana keadaan ayahmu "


"Dia kritis om "


"Jangan menangis ya, saya akan selalu ada disampingku, ingat jika kau butuh sesuatu langsung hubungi aku, aku pasti akan datang padamu, kapan pun itu dan dimana pun itu "


"Terimakasih om "


"Jangan berterimakasih, kemana Alvaro pergi "

__ADS_1


"Dia membeli makanan om "


Sena langsung melepaskan pelukannya "baiklah saya akan pergi, saat sudah melihatmu saya tenang, saya tak bisa lama disini, yang ada nanti Alvaro mengetahuinya, ingat kata kata saya, selalu hubungi saya kalau ada apa apa, saya pasti akan membantumu "


Sani menganggukan kepalanya, Sena mengecup kening Sani dan pergi, berbarengan dengan Alvaro yang datang "kamu mau kemana San udah berdiri kayak gini "


Sani langsung mengalihkan pandangannya untung saja tidak ketahuan kan, kalau saja sampai ketahuan pasti Alvaro akan membenci dirinya dan akan menjauhi dirinya, apalagi sekarang kan Alvaro lagi patah hati jangan sampai dirinya menambah luka dari Alvaro.


"Engga Al aku tadi cuman pegel aja, "


"Yaudah ayo makan "


Alvaro menarik Sani dan membuka kantong kreseknya dan memberikannya pada Sani, mereka segera memakannya dengan lahap.


**


"Bagaimana ini Bu kalau misalnya ayah mati, siapa yang akan membiayai kita aku yakin Sani tak akan mau lagi menanggung kita "


"Memang masih ada ya yang mau dengan ibu "


"Anggia kau jangan meremehkan ku, aku ini ibumu aku cantik dan aku pasti akan bisa mendapatkan laki laki kaya, ingat itu jangan meremehkan ku "


"Emm baiklah Bu, kalah misalnya ibu tak bisa mendapatkannya bagaimana "


"Untuk apa ada dirimu, kau saja nanti yang menikah dengan laki laki kaya dan menjamin kehidupan ibu "


"Aku belum siap menikah Bu, aku belum siap , ibu jangan macam macam dengan menyuruhku menikah dengan laki laki tua, aku yakin fikiran ibu akan kesana, aku tak mau menikah dengan laki laki yang perutnya buncit "


"Tenang saja ibu tak akan mungkin menikahkan mu dengan laki laki seperti itu, kita goda saja laki laki yang selalu bersama Sani tapi ayahnya, kau ingat laki laki yang waktu itu membiayai Sani berobat "


"Ya aku ingat, kalau dengan yang itu aku mau Bu, mana ada sih yang tak mau bersamanya aku mau Bu "


"Baguslah kalau kau suka padannya karena dia juga tampan dan banyak uang, ibu yakin hidup kita akan terjamin, semua yang kita inginkan akan terpenuhi "

__ADS_1


"Ya benar Bu, aku jadi tak sabar ingin dekat dengan laki laki itu, pengusaha kaya pasti teman temanku akan kagum karena aku bisa menikah dengan pengusaha paling kaya, mereka pasti akan selalu bermain dengan ku "


"Pasti ibu juga pasti akan bahagia semau kebutuhan ibu terpenuhi, ibu akan mencoba mendekatkan mu dengan lelaki itu, atau kita bisa saja minta bantuan Sani "


"Bu apakah Sani akan mau membantu kita "


"Tentu dia harus mau, jangan sampai dia menolak, kita lihat saja nanti ya sayang, pokoknya ibu ingin yang terbaik untukmu, ibu tidak mau kau hidup sengsara ibu ingin kau selalu bahagia dan serba tercukupi "


"Ya Bu doakan saja aku bisa bersamanya, ayo Bu kita kembali kesana siapa tau laki laki angkuh tadi sudah pergi "


"Baiklah ayo sayang, kita pergi kesana jangan sampai nanti dokter mengatakan yang lain dan kita tidak mengetahuinya ayo ayo "


Mereka dengan cepat segera bangkit dan berlari, mereka seperti sedang dikerjar apa saja, berlari dirumah sakit, dan banyak yang melihat mereka. Namun mereka tak peduli.


***


"Abisin dong San jangan disisain gitu "


"Aku kenyang Al, kamu pesen porsi yang jumbo aku gak akan bisa ngabisin ini, beneran deh aku kenyang nanti aku makan lagi "


"Gak usah buang aja "


Saat Alvaro akan membuangnya Sani langsung memegang tangannya Alvaro "jangan kita tak boleh membuang buang makanan, kau tau di luaran sana masih banyak yang membutuhkan, jangan sampai kita membuangnya ya "


Alvaro langsung menyimpannya lagi dan memberikannya pada Sani " terserah kau, tapi bila sudah tak enak buang jangan dimakan "


"Iya Al iya, emm apakah kau tak apa disini terus menerus"


"Tidak masalah papihku sudah tau, jadi tak ada yang masalah dan tak akan ada yang melarangku, aku tak bisa meninggalkanmu disini sendirian, apa lagi bisa meninggalkan mu dengan ibu tiri dan kakak tirimu aku takut mereka melakukan sesuatu padamu, aku tak mau itu"


"Aku bisa melawan Al "


"Tetap saja aku takut, aku tak mau meninggalkan mu, aku akan disini sampai keadaan ayahmu baik baik saja."ucap Alvaro tak mau dibantah lagi.

__ADS_1


__ADS_2