Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Kelahiran Alvaro


__ADS_3

"Kenapa kau menangis lagi apakah kau tidak senang aku meninggalkan semua hartaku demimu, demi menikahimu demi anak kita, apakah kau tak suka aku melakukan itu untuk mu "


"Tidak aku hanya terharu saja, cintamu begitu besar padaku sampai-sampai kau meninggalkan semua yang kau punya demi diriku ini, aku sangat beruntung bisa dicintai sedalam ini oleh pria sepertimu. Terima kasih kau mau bertanggung jawab dan mau menikahiku juga"


"Aku sudah bilang kan aku akan menikahimu apapun yang terjadi. Maafkan aku yang telah melakukan kesalahan ini dan membuatmu mengandung anakku sebelum kita menikah, kalau saja waktu itu aku tidak mabuk mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi, "


"Sudahlah itu sudah berlalu yang harus kita pikirkan sekarang adalah masa depan kita dan juga anak kita, kita susun lagi hidup kita dari awal ya Sena. Semoga saja kita akan selalu bahagia bertiga hidup sama-sama, dan tak akan ada pertengkaran diantara kita berdua nantinya"


"Iya kita susun masa depan kita, kita pasti akan bahagia dan kita akan selalu bahagia. Tak akan ada yang bisa memisahkan kita aku janji tak akan ada "


Sonia dengan senang langsung memeluk Sena, rasanya dirinya beruntung mendapatkan Sena laki-laki tampan baik hati dan juga mau melepaskan apa yang dia punya hanya demi dirinya saja perempuan yang tak punya.


Dirinya bersama Sena seperti perempuan yang paling spesial dan dihargai, ini kali pertamanya dirinya memiliki kekasih yang baik, perhatian dan mau berjuangan bersama nya, dan yang paling penting dia tak malu berhubungan dengannya.


**


Singkat cerita mereka berdua sudah menikah dan sekarang kandungan istrinya juga sudah besar, malahan akan melahirkan. perekonomian mereka juga sangat stabil dengan Sena yang bekerja disebuah perusahaan besar di kota ini.


"Mas rasannya aku sudah tak sabar menanti kelahiran anak ini, aku juga penasaran bayi ini laki laki atau perempuan "


"Sabar sayang, tinggal hitung beberapa minggu lagi kau akan melahirkan "


"Iya mas benar, aku ingin segera mengendongnya "


Dengan sayang Sena segera mengusap kening sang istri, namun tiba tiba istrinya mengernyitkan dahinya "kenapa sayang, apakah perut mu sakit lagi "


"Iya mas perutku sangat sakit sekali, bahkan ini rasanya lebih sakit dari yang kemarin, sepertinya aku akan melahirkan mas "


Sena tanpa banyak bicara segera mengangkat sang istri dan memberhentikan taxi yang melintas di hadapannya "tolong pak antarakan kerumah sakit terdekat "

__ADS_1


"Baik pak "


Mobil taxi itu segera berjalan dan menuju rumah sakit "mas sakit sekali, mas aku tak kuat mas, aw sakit sekali mas "


"Tahan ya sayang sebentar lagi kita akan sampai, kamu tahan ya "


Tak lama kemudian mereka sampai dirumah sakit, Sena segera memberikan uang pada supir taxi dan memangku istrinya "tolong sus dok istri saya mau melahirkan "


Dengan cepat suster yang ada disana mengarahkan Sena untuk membawa istrinya keruang bersalin "tolong bapak tunggu diluar"


Sena dengan patuh segera keluar dan menunggu istrinya dan juga anaknya yang sebentar lagi akan keluar, dia sangat cemas karena sangat lama sekali istrinya didalam dan tak ada suara tangis seorang anak.


Namun tiba tiba ada suara bayi, dengan tangis haru Sena bersujud dan bersyukur anaknya sudah lahir, dokter keluar dan Sena segera berdiri dan menatap sang dokter "bagaimana keadaan anak saya dan juga istri saya Sonia dok "


"Selamat pak anak bapak laki laki dan istri anda bu Sonia baik baik saja, setelah dibersihkan anda bisa melihat mereka berdua pak "


Rasanya sangat senang sekali mendapat kabar itu, kabar yang membuatnya sangat bahagia, akhirnya kebahagian mereka bertambah lagi, dengan kedatangan si kecil yang pastinya akan membuat keluarganya makin sempurna.


Dan tak lama kemudian Sonia dipindahkan ke kamar inapnya Sena berjalan mengikuti dari belakang.


Setelah itu suster langsung meninggalkan mereka bertiga, Sonia memangku sang anak dan tersenyum pada suaminya "lihat lah mas anak kita tampan sekali, aku tak menyangka kita akan mendapatkan anak setampan ini "


"Siapa lagi dong ayahnya, ya pasti dong anaknya ganteng, "


"Siapa mas namanya "


"Alvaro, Alvaro Anggara Wiratmaja apakah kau tak keberatan ada nama keluarga ku di belakangnya "


"Tentu mas aku sama sekali tak masalah, kau segeralah makan jangan membiarkan perut mu kosong "

__ADS_1


"Tapi aku ingin bermain main dulu dengan anak kita sayang "


"Ada waktunya sayang, kamu makan dulu ya, anak kita akan ada disini tak akan kemana mana "


"Baiklah aku pergi dulu kau tak apa kan aku tinggalkan "


"Tentu aku akan baik baik saja mas, "


Sena segera mengecup kening sang istri dan juga anaknya, lalu pergi dari ruangan istrinya dengan senyum senangnya.


Akhirnya dirinya bisa mempunyai anak di umur yang semuda ini, namun itu tak masalah yang terpenting dirinya akan terus menerus bersama sang istri Sonia.


Setelah sampai dikantin Sena memesan makanan dan segera memekannya dengan cepat, hanya butuh beberapa menit tak sampai berjam jam, Sena langsung kembali lagi keruangan sang istri.


Namun saat dirinya akan masuk keluar ibunya "mamih kenapa ada disini, ada perlu apa ibu disini diruangan istriku"


"Memangnya tidak boleh seorang nenek menengok cucunya aku ini neneknya, jadi aku berhak melihat Alvaro anakmu meskipun dia lahir dari perempuan miskin itu"


"Bukannya Mami sudah memutuskan hubungan keluarga denganku, lalu untuk apa Mamih menengok anakku bukannya Mami sudah melupakan aku sebagai anak mami dan Papi "


"Maafkan Papi dan Mami yang telah berkata seperti itu dulu padamu, mami dan Papi sangat kecewa denganmu makanya kami berkata seperti itu jangan kau masukkan ke dalam hati ya Maafkan mami"


"Entahlah mih rasanya aku pun sakit hati dengan perkataan Mami dan Papi yang sudah mencoretku dari hak waris dan mengusirku karena aku menikahi Sonia, dia juga manusia sama seperti kita hanya beda derajat saja, di mata Tuhan kita akan sama mih tapi mami dan Papi hanya melihat dari uangnya saja dari keadaan keluarganya saja, "


"Iya karena dari silsilah keluarga kita tidak pernah ada yang menikah dengan perempuan yang di bawah kita, kita harus menikah dengan orang berpunya juga, jangan sampai nantinya malah membuat malu Sen, makannya mamih dan papih tak menerima Sonia, yang ada dia akan menghancurkan keluarga kita dan membuat malu saja dengan tingkahnya "


"Fikiran mamih dan papih selalu saja begitu, aku mencintai Sonia dan sampai kapan pun akan mencintainya, lebih baik mamih pulang saja, aku tak mau keluargaku malah hancur oleh mamih dan papih, kami sudah bahagia mih , jadi jangan ganggu"


Sena langsung masuk meninggalkan sang mamih diluar.

__ADS_1


__ADS_2