Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Terbongkar semuanya


__ADS_3

Sena hanya tersenyum kecil saat sambungannya dipuskan begitu saja oleh Sani, mungkin dia baru mengerti dan faham, Fatimah yang masih setia menemani tuannya hanya diam saja tak mampu memberikan komentar apa apa, yang ada nanti salah bicara lagi.


"Lebih baik sekarang kamu pulang saja Fatimah ini juga udah malam kan kamu juga pasti mau istirahat. Terima kasih sudah membantu saya dan memberikan nasihat-nasihat pada saya kamu sungguh membantu"


"Sama sama tuan, saya permisi pulang "


"Baiklah hati hati dijalan "


Fatimah sebenarnya kaget dengan apa yang tuannya katakan karena tuannya ini jarang sekali berterima kasih padanya, ya mungkin bisa dihitunglah tidak banyak tapi sekarang dirinya mendengar kalau tuannya berterima kasih dengan begitu tulus hanya karena membantunya memberi nasehat tentang hubungannya dengan Sani.


Sepertinya kalau nanti tuannya menikah dengan Sani akan lebih memudahkannya saat bekerja sekarang saja saat masih mengejarnya sudah begini. Apalagi sudah menikah tapi bagaimana nanti dengan Alvaro. Apakah dia akan menerimanya, mempunyai ibu tiri yang sekarang menjadi temannya apakah tidak aneh, sudahlah jangan difikirkan kuta lihat saja nanti bagaimana.


Sena mendudukan bokongnya dikursi singlenya dan menatap foto Sani yang begitu cantik " Sani kau tahu aku sangat begitu menginginkanmu sampai-sampai aku tidak mau melepaskanmu jika suatu saat Alvaro ingin bersamamu aku tidak akan pernah melepaskanmu aku sekarang berjanji siapapun yang mendekatimu aku tidak akan mau merelakannya untuk siapapun, meskipun itu Alvaro anakku. Sekarang aku makin yakin kalau aku memang mencintaimu Suni "


Setelah puas menatap foto Sani, Sena bangkit dan keluar dari dalam rumah kontarakanya yang sudah dirinya sewa persis disamping rumah Sani. Saat dirinya keluar banyak ibu ibu yang menatapnya dan tiba-tiba ada yang memberhentikan langkahku, aku melihatnya ternyata ibu yang mempunyai kontrakan.


"Ehh ada Sena, ibu-ibu kenalin atuh ini tuh pamannya Sani"


Sena mengigat ngingat dan mencerna kata kata dari ibu itu, dan dirinya baru ingat pernah mengenalkan dirinya sebagai pamannya Sani "ehh iya ibu ibu kenalkan saya pamannya Sani, salam kenal ya ibu ibu, saya juga pindah kesini biar bisa lebih memantau Sani "


"Ehh iya ganteng, suka deh di lingkungan kita ada orang ganteng kapan-kapan main ke rumah saya nanti saya kenalin sama anak saya ya, pasti kamu teh suka sama anak saya pokoknya mah main ya. Saya nggak tahu kalau Sani punya paman setampan kamu kalau tahu gitu dari dulu saya tanya sama Sani punya nggak gitu yang ganteng-ganteng ternyata punya ganteng pisan(tampan banget )"

__ADS_1


"Ehh iya ibu ibu. Ya sudah saya permisi dulu ya ibu-ibu masih banyak kerjaaan. Ya sudah saya permisi ya ibu-ibu "


"Nyaatuh sok kasep kamana atuh meni buru buru pisan ah, seer pisannya padamelanna padahal tos bade wengi (yaudah tampan kemana buru buru banget sih, banyak banget ya pekerjaannya padahal udah mau malam ) "


Sena hanya tersenyum samar saja karena memang dirinya tidak terlalu lancar dengan bahasa sunda dan kadang juga tak mengerti kalau terlalu halus bahasannya.


Setelah sampai didepan gang Sena langsung masuk kedalam mobil dan pergi untuk mencari makan, perutnya sudah keroncongan ingin cepat diisi, sebenarnya dirinya ingin sekali memakan makanan yang dimasak Sani tapi Sani tak ada jadi terpaksa deh nyari makan diluar.


**


"Ada apa kamu tiba-tiba ajak aku keluar malam-malam kayak gini"


"Duduk dulu aja Mir "


"Maaf Mir sebelumnya seharusnya aku nggak ajak kamu buat kita pacaran bohong-bohongan buat narik perhatian Sani, tapi kenyataannya Sani sama sekali nggak tertarik sama aku dan dia juga kayaknya emang nggak suka sama aku deh, percuma kan aku pacaran bohong-bohongan sama kamu itu tuh beneran percuma lebih baik kita akhiri aja kita di depan Sani ya udah kayak teman lagi aja nggak usah pura-pura pacaran lagi"


Aku yang mendengar perkataan Arzan langsung tak enak hati benar kan kata-kataku pasti Arzan akan mengakhiri hubungan ini, padahal aku sudah senang Arzan menganggapku pacarnya ya meskipun bohong-bohongan tidak beneran dirinya sudah sangat senang dirinya kira Arzan akan mencoba untuk membuka hatinya untuk dirinya, tapi nyatanya tidak sama sekali.


Dia malah mengakhiri hubungan ini bahkan baru terjalin beberapa hari saja, dia tiba-tiba sudah memutuskan aku ya meskipun ini bohong-bohongan tapi aku memang melakukannya dari hati bukan karena mau untuk membantunya mendapatkan Sani.


"Apakah kau yakin akan mengakhiri hubungan ini, apakah kau tidak akan memikirkannya terlebih dahulu dan nanti tiba-tiba saja Sani bisa cemburu saat kita selalu bersama dan bareng bareng gitu kamu nggak mikir ke sana ya"

__ADS_1


"Aku udah pikirin mateng mateng tentang semua ini, kayaknya mendingan udahan aja deh Mir dari pada nanti terbawa suasana lebih baik akhirin aja , aku mau mengejar Sani tanpa membuatnya cemburu aku akan mengejarnya sesuai yang aku mampu. Maaf aku udah buat kamu kayak gini seharusnya aku nggak minta tolong kayak gini kan sama kamu maaf ya sekali lagi"


Tiba tiba saja air mata Mira mengalir, Arzan yang melihatnya sampai panik, kenapa Mira tiba-tiba saja menangis "kenapa kamu nangis, jangan nangis dong apa ada kata kata aku yang buat kamu sakit hati Mir, aku sungguh minta maaf sama kamu "


Mira langsung mengusap air matanya mungkin lebih baik sekarang saja dirinya berbicara pada Arzan agar dia tau perasaannya yang sesungguhnya, agar dia tahu kalau aku mencintainya.


"Aku baik-baik aja kok aku cuman kecewa aja sama diri aku sendiri. Kamu nggak usah mikirin aku dan aku juga sekarang mau jujur sama kamu, tapi kamu Jangan benci aku dan jauhin aku ya sebenarnya dari dulu semenjak aku ketemu sama kamu semenjak kita masih SMP aku tuh udah suka sama kamu Arzan, sampai sekarang pun aku suka sama kamu bahkan saat kamu ngajak aku buat rencanain tentang pacaran pura-pura itu, aku senang aku berharap kalau kita bisa pacaran beneran. Aku berharap kalau kita bisa sama-sama aku senang banget dengernya dan aku juga seneng banget bisa menjalankan itu, tapi nyatanya semua itu berakhir dengan cepat dan aku enggak bisa dapetin hati kamu . Ternyata hati kamu emang buat Sani aja ya sebenarnya apa sih kekurangan aku dibandingkan Sani, apa karena aku kurang cantik dari Sani atau apa sampai-sampai kamu nggak bisa buka hati sama aku sampai-sampai kamu nggak bisa suka sama aku"


Arzan yang kaget medengar pernyataan dari Mira langsung tak enak hati dirinya merasa bersalah, dirinya memang benar-benar tidak tahu kalau Mira selama ini mencintainya dirinya tidak tahu selama ini Mira memendam rasa padanya, sungguh dirinya tidak tahu kalau tahu mungkin dirinya tidak akan meminta bantuan pada Amira.


"Maaf aku Mir. Aku nggak tahu kalau kamu suka sama aku. Aku benar-benar enggak tahu dan aku minta maaf sama kamu. Kamu tahu kan cinta nggak bisa dipaksain dan cinta itu datang tiba-tiba dan inilah yang aku rasain aku nggak bisa bandingin kalian berdua dan aku nggak bisa lihat kekurangan kalian berdua dari segi apa pun. Karena cinta aku sama Sani itu datang tiba-tiba aja. Aku minta maaf sama kamu kalau aku udah bilang kayak gini sama kamu kalau dari awal kamu bilang mungkin kejadiannya enggak akan kayak gini Mir"


"Iya aku tahu kok cinta datang itu tiba-tiba dan tidak tahu akan datang pada siapa saja dan kalau aku bilang dari awal aku cinta sama kamu emang bener nggak akan kayak gini kejadiannya, kamu gak akan mau temenan sama aku dan kamu gak akan pernah mau minta bantuan sama aku sedikit pun, aku tahu kok ujungnya akan kayak gimana oalau kamu tahu aku suka sama kamu, mungkin aku cuma mau kasih tahu kamu aja aku nggak ada maksud apa-apa kok. Aku cuman mau kasih tahu kamu kalau aku suka sama kamu tapi tolong jangan kamu jauhin aku ya. Aku jujur sama kamu cuman biar buat hatiku tenang aja kalau aku udah sampaikam apa yang ada di dalam hati aku, maaf kalau buat kamu nggak nyaman nantinya tapi aku juga nggak bisa tiba-tiba lupain kamu. Ini udah kan ya udah selesai kan semuanya ya udah aku pulang dulu ya. Makasih buat semuanya Zan makasih atas semua kejujuran kamu"


Mira langsung bangkit dan meninggalkan Arzan tak terasa air matanya masih menetes sungguh sakit sekali, tapi bagaimana lagi, dirinya harus menghadapi semua ini, dirinya tak mungkin terus memendap perasaan ini.


Saat masuk kedalam mobil supirnya khawatir ada apa dengan nonanya ini tiba tiba saja menangis " Nona nggak papa tiba-tiba masuk mobil nangis nggak kenapa-napa kan nggak ada yang jahatin kan " sambil celinggal celingguk mencari siapa saja yang menjahati nonanya.


"Gak pak saya gak ada yang jahatin, anaterin saja kerumahnya Sani ya bisa kan "


"Baik non siap, saya antar sekarang "

__ADS_1


Mobil segera melaju sesuai perintah dari sang nona, dan Mira masih saja menangis, rasannya air matannya tak akan berhenti sampai mengering sendirin.


Sedangkan Arzan masih diam saja bagaimana ini Mira ternyata menyukainya harus mengambil langkah apa dirinya ini, tak mungkinkan saat bertemu dengan Mira biasa biasa saja pasti akan canggung, aku yang pusing menjambak rambutku dan menundukan kepalaku, sungguh aku menyesal telah membawa Mira pada masalah ini, kalau saja aku tak membawa bawa Mira mungkin semua ini tidak akan terjadi, ya pasi tak akan terjadi.


__ADS_2