Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Menjadi ramah


__ADS_3

"Yaudah Varo sekolah dulu ya, papih di kantor jangan nakal sama perempuan ya "


"Iya papih gak akan nakal "


Alvaro langsung menyalimi papihnya dan langsung keluar dari dalam mobilnya, saat Sena akan menjalan kan mobilnya dia melihat Sani yang baru datang keluar dari dalam angkot.


Namun tiba tiba saja pemandangan itu dirusak oleh kesatangan Arzan yang langsung merangkul Sani, Sena dengan kesal langsung melajukannya meninggalkan sekolah sang anak, menyebalkan sekali kan, awas saja nanti setelah Sani menjadi miliknya tak akan dirinya lepaskan.


Tak akan ada yang boleh memegang Sani selain dirinya saja, tak akan dirinya biarkan itu.


**


"Zan kamu ngagetin aja sih, aku kira siapa "


Arzan langsung maju kedepan dan berjalan mundur "emang selain aku yang suka rangkul kamu siapa coba "


"Hemm ya kamu aja sih "


"Nah itu tau, muka kamu kok cemberut terus ada apa, apa ada sesuatu yang terjadi "


"Gak ada kok Zan "


"Ayo cerita sama aku "


"Engga aku gak punya masalah apa apa kok "


"Ayolah cerita sama aku, ada apa siapa tau aku bisa bantu kamu, apa coba ceritain sama aku ada apa, ayo ayo ceritain, aku akan dengerin semuanya "


"Aku pengen ketemu sama ayah aku, seharusnya aku gak pergi dari rumah dan tinggalin ayah aku sendirian kayak gini, "


"Kenapa kan kamu masih bisa ketemu sama dia , kamu juga pergi dari rumah karena ibu tiri kamu kan, "


"Iya tapi tetep aja aku gak bisa ketemu sama ayah aku karena ibu aku gak ngebolehin aku masuk sedikit pun ke rumah, aku pengen lihat ayah aku, aku pengen liat keadaannya apa dia baik baik aja, aku khawatir banget dan aku kefikiran terus sama ayah aku "


"Aku punya ide nanti pulang sekolah kita kerumah kamu "


"Apa rencana Zan apa "


"Nanti deh aku kasih tau setelah kamu mau ikutin rencana aku"


"Ya tapi kan aku harus tau dulu rencananya apa "

__ADS_1


"Pokoknya rencananya bagus banget deh, kamu akan ketemu sama ayah kamu, aku janji sama kamu, kamu akan ketemu sama ayah kamu "


"Beneran ya "


"Iya beneran yaudah yu kita kekelas "


Arzan yang masih berjalan mundur menabrak seseorang "Zannn ih kamu "


Arzan segera membantunya bangun "maaf ya aku gak sengaja"


"Makannya kalau jalan hati hati dong, kalau mau pacaran ya jangan disekolah, sana sana pergi "


"Sewot amat sih gue udah minta maaf ya "


Sani langsung menarik tangan Arzan "udah Zan jangan ayo kita kekelas "


"Awass ya " ancam Arzan.


Sani memukul tangan Arzan "kamu ini ya nyebelin jangan kayak gitu ah "


"Habisnya nyebelin tu anak, aku minta maaf baik baik tapi malah kayak gitu "


"Ya itu juga salah kamu kali, kenapa kamu jalan mundur yu yu udah "


Guru itu segera menyebutkannya, dan yang terakhir sekarang adalah giliran Sani, "baik Sani kamu satu kelompok dengan, Alvaro, Bella dan Rizki "


Alvaro langsung mengacungkan tangannya " bisa di ganti bu, saya gak mau sama Sani "


"Yaudah kamu mandiri saja "


Akhirnya Alvaro diam dan menatap Sani dengan penuh kebencian sedangkan Sani sendiri hanya diam saja tanpa mau berkomentar apa apa dan melihat kearah Alvaro.


**


Sena tak seperti biasanya selama berjalan kearah kantornya Sena selalu saja tersenyum dan menyapa setiap karyawannya, sampai sampai mereka kaget.


"Pagi Fatimah "


"Eh pagi pak "


Sena segera masuk kedalam ruangannya dan langsung menutup pintunya, tak lupa dengan senyum manisnya pada Fatimah.

__ADS_1


"Fatimah ada apa sih sama pak Sena dia baik baik aja kan gak kejedot gitu "


"Engga tau, enggak deh kayaknya tapi aneh gak kayak biasannya, atau gak dia udah berhasil "


"Berhasil apa, emang apa yang dia lakukan "


"Waktu itu dia pernah minta saran sama gue. Ya gimana gitu taklukin hati seorang perempuan ya maka dari itu pengalaman gue aja, ya gimana gue deketin sama laki-laki dan gimana maunya gue ya gue kasih tahu dan akhirnya dia setuju, tapi belum bilang sih dia berhasil atau enggak tapi dari raut wajahnya kayaknya perempuannya udah mulai luluh deh "


"Emang siapa perempuan yang beruntung itu, siapa sih gue jadi penasaran banget siapa perempuan itu "


"Kayaknya Sani deh temennya Alvaro "


Gea yang sedang minum sampai menyemburkan airnya kearah Fatimah "Ihh Gea lo ya nyebelin main sembur sembur aja, liat baju gue jadi basahkan "


"Maaf maaf " sambil mengelap pakain Fatimah "kok bisa ya, kok bisa tuan Sena suka sama temennya Alvaro, emang secantik apa sampai tuan Sena suka sama anak kecil, disini banyak perempuan dewasa yang perpengalaman tapi kenapa malah milih anak kecil, kenapa "


"Ya gak tau, mungkin dia suka yang munggil munggil, kalau menurut gue ya lumayan cantik lah dengan wajah yang agak kebarat baratan gitu, wajah kecil, hidung nya mancung dan matanya itu sayu, tapi menarik sih "


"Pantesna kita mah apa hidung pesek kan ,pantesan dia tertarik sama anak itu, nanti kapan kapan kalau ada tunjukin ya "


"Iya deh semoga aja nanti beneran sama tuan Sena jadi lo bisa lihat tampangnya Sani itu gimana "


"Ok deh makin penasaran aja kan gue, ah gara gara lo jadi gue penasaran kan, penasaran gimana tampangnya dan gimana perawakannya, gue jadi sedih ya tuan Sena malah jadi sama anak kecil dan suka sama dia, sedih banget ihhh"


"Yaelah harusnya lo sadar diri jangan berharap lebih, tuan Sena itu pasti akan mencari perempuan yang cantik dan muda, dia kan orang kaya jadi bebas mau suka sama siapa pun, kalau ada uang apa sih yang gak mungkin "


"Lagi apa kalian "


"Ehh tuan Sena maaf saya kerja dulu " pamit Gea


"Gak apa apa kalian ngobrol lagi saya cuman tanya aja, udah udah ngobrol dulu aja saya gak keberatan kok, silahkan silahkan ngobrol ngobrol "


Sena langsung masuk kembali dan membiarkan karyawannya itu mengobrol kembali.


"Kembali Fatimah sama Gea saling pandang "


"Pokoknya gue harus ketemu sama bocah itu dan gue harus banyak terimakasih karena dia kita jadi bebas, pokoknya gue harus ketemu, gue gak sabar pengen ketemu sama dia ya ampun "


"Gea lo heboh banget sih, udah udah jangan teriak teriak lagi, nanti tuan keluar lagi "


"Habisnya gue seneng banget sih "

__ADS_1


"Ya gak gitu juga kali, lo kayak apa aja deh, udah sana kembali kerja kerja nanti kalau tiba tiba tuan balik lagi gimana "


"Hooh gue keruangan gue duli bayy bestie "


__ADS_2