
Sena yang baru saja sampai dikantor hanya tersenyum senyum saja rasannya bahagia sekali, bisa mengantarkan Sani sekolah dan mengobrol banyak dengannya, rasannya senang sekali.
Saat dirinya duduk tiba tiba saja ada yang membuka pintunya dengan paksa "Sena "
Sena langsung mengalihkan pandangannya, dan ingatan masa lalunya kembali lagi, Sonia ada dihadapannya "Sena kamu masih ingat kan dengan ku " sambil mendekati Sena dan memegang tangannya dengan erat, namun Sena langsung menghempaskannya begitu saja.
"Aku masih ingat dengan mu, dan aku masih ingat saat kau meninggalkan aku beserta Alvaro hanya demi laki laki aku tau semuanya, jadi kau tak usah bertanya seperti itu "
"Ada alasannya kenapa aku pergi ada alasannya, mamih mu, mamih mu telah menyuruh ku untuk pergi, kau masih ingat kan saat aku melahirkan dan ibumu masuk kedalam ruangan ku saat kau tak ada, dia menyuruhku pergi dan memberikan ku uang, dia selalu meneror ku saat kau tak ada dirumah saat kau bekerja "
"Oh begitu ya, disuruh oleh mamihku atau kau kabur bersama laki laki, aku menunggu saat saat ini aku ingin sekali mendengar penjelasan dari mu dan mengapa kau meninggalkan aku dan Alvaro begitu saja, saat Alvaro masih butuh ibunya kau pergi begitu saja kenapa apa salah anak mu, apa kenapa kau meninggalkan kami, lalu setelah sekian lama sudah 18 tahun kau kembali lagi, apa sekarang selingkuhan mu sudah tak punya uang, sudah bangkrut makannya kau datang kemari hah "
"Aku terpaksa meninggalkan kalian semua kalian berdua, karena ibumu dia mengancam ku akan mengambil Alvaro dariku makannya aku lebih baik pergi bersama temanmu, bukannya aku selingkuh aku hanya ingin membuat anak kita tetap bersamamu itu saja. Aku sama sekali tidak berselingkuh "
"Kenapa kau tidak bilang padaku memangnya aku tidak bisa menyelesaikan masalah itu, kita bisa menyelesaikannya bersama-sama jika kau memang peduli pada Alvaro, kau akan berbicara padaku dan mengatakan yang sesungguhnya apa yang terjadi dan apa saja yang mami ku bicarakan padamu. Lalu kau terima kan uangnya dari mamiku dan kau pergi dengan laki-laki itu, sudah mempunyai berapa anak sekarang kau dengan dia"
"Mamih mu mengancamku untuk tidak mengatakannya padamu aku sungguh takut makanya aku tidak berbicara padamu dan lebih baik aku pergi saja. Aku sama sekali tidak berselingkuh aku tidak mengambil uangnya aku sungguh tidak mengambil uang itu Sena, aku tidak mengambil uangnya mana mungkin aku seperti itu "
"Pergi sekarang dari ruanganku. Aku tidak mau berbicara lagi denganmu dan aku tidak mau lagi berurusan denganmu, aku dan Alvaro sudah bahagia tidak butuh dirimu dan Alvaro juga tidak butuh sosok Ibu sepertimu, dia bahagia bersamaku dan tidak akan mau juga bertemu denganmu, jadi lebih baik kau pergi sekarang juga dari kantorku. Aku tidak mau melihatmu lagi ada di hadapanku. Aku muak melihat mu pergi sekarang dari sini"
"Tidak Sena jangan aku ingin bertemu dengan Alvaro. Aku ingin bersama-sama lagi denganmu. Aku ingin kita semua bersama-sama lagi pasti Alvaro mau. Ayolah aku minta maaf padamu"
"Enak sekali kau berkata seperti itu saat aku kesusahan kau di mana saat aku berjuang untuk membesarkan namaku kembali kau ke mana dan saat anakmu tumbuh kau ke mana hah. Kau ke mana tiba-tiba datang dan meminta hak untuk bisa kembali lagi padaku dan Alvaro dan itu tidak akan pernah terjadi sampai kapanpun, jadi lebih baik kau pergi dari kantor ini jangan sampai kau injakan lagi kakimu di sini security security Fatimah Fatimah "
Fatimah dan security datang bersamaan" Jangan pernah kalian masukkan lagi orang ini ke dalam kantor saya cepat usir dia dari sini sekarang juga"
"Baik tuan"
"Tidak Sena kenapa seperti ini kau mengusirku aku ini istrimu. Kenapa kau begitu tega aku ini ibu dari anakmu kau tega mengusir ku "
"Itu dulu sekarang tidak kau bukan siapa-siapa kau hanya mengandung anakku saja cepat usir dia"
Security langsung mengusur Sonia keluar dari ruangan tuannya, setelah mereka pergi Sena memegang kepalanya dan memikirkan tentang kejadian ini kenapa Sonia bisa datang, Kenapa dia tiba-tiba datang lagi saat hatinya sudah terbuka untuk orang lain.
__ADS_1
Kenapa dia sampai datang lagi mau apa lagi jangan sampai dirinya goyah karena kedatangan Sonia, jangan sampai ingat dia pernah menyakiti dirinya jadi dia tak pantas untuk dipertahankan kembali.
**
"Awas ya kau saat aku menjadi nyonya besar lagi di sini aku akan memecatmu, dasar kau tak sopan mendorong-dorongku menggusur-gusurku seperti ini keluar dari kantor suamiku awas saja"
"Tolong jangan membuat keributan Nyonya silakan anda pergi sebelum nanti Tuan marah"
Sonia segera pergi dari sana dan dia memegang tangannya yang perih karena ditarik-tarik oleh sekurity tadi "sialan tanganku sampai merah seperti ini, aku harus mendapatkan hati Sena kembali dan hidup bahagia, aku tidak mau miskin aku harus selalu hidup mewah dan tidak seperti ini, sepertinya aku harus menemui Alvaro dan membujuknya untuk aku ada di samping papihnya lagi. Ya sepertinya itu ide bagus"
"Kakak ngapain sih kesini, kenapa kakak ada disini, apa yang kakak lakukan"
Gea celinggak celingguk dan kembali menatap kakaknya " ya Kakak mau ambil hak kakak sebagai ibunya Alvaro apa lagi coba selain itu, kamu tuh kerjanya terlalu lambat dan terlalu fokus sama kerjaan kamu itu, kakak kan nyuruh kamu kerja di sini tuh buat mata-matain Sena sama Alvaro tapi kamu tuh nggak pernah kasih Kakak info yang akurat atau info yang lebih gitu. Buat apa kamu masuk kantor ini kalau kayak gini kan"
"Kak jangan macam-macam deh kakak juga masih punya suami kan. Terus sekarang mau bersatu lagi sama mantan suami apakah kakak gak malu nanti gimana sama suami kakak"
"Apaan sih dia udah campain kakak gitu aja, jadi ya udah kakak harus balik lagi sama Sena. Lihat kantor ini besar banget nanti setelah kakak balik lagi sama Sena kamu akan kakak angkat menjadi asistennya. Makanya kamu bantuin kakak pokoknya jangan diam terus jangan fokus kerja terus"
"Ya itu gara-gara kakak juga yang selingkuh sama laki-laki lain makanya suami kakak campain gitu aja, lebih baik kakak balik lagi sama suami kakak dari pada sekarang ngejar Tuan Sena Ya nggak mungkin bisa kakak gapai, udahlah balik lagi aja sama suami kakak oke jangan buat masalah dan menurut aku Alvaro juga nggak akan terima kakak secara kakak udah ninggalin dia dari kecil loh"
"Bukannya malu aku bisa-bisa dipecat"
"Ya ya ya masuk lah"
Gea mengangguk dan segera masuk kedalam lagi, sedangkan Sonia langsung masuk kedalam mobilnya dan melajukannya kesekolah Alvaro dirinya akan menemui Alvaro bagaimana pun caranya.
**
Sedangkan Alvaro yang masih di sekolah dia tidak berbicara dengan siapapun hanya diam dan menatap Sani dengan tatapan bencinya dan Sani yang ditatap seperti itu hanya bisa diam dan tak tahu harus melakukan apa.
"Ada apa sih sama si Alvaro dari tadi lihatin kamu terus deh apa dia punya masalah sama kamu ya San"
"Aku juga nggak tahu kok dia tatapannya kayak gitu banget ya sama aku. Emangnya aku punya salah ya sama dia padahal aku nggak punya salah apa-apa loh tapi tatapannya itu loh nyeremin banget dari tadi tuh tatap aku terus Mir. Aku tuh bukannya senang atau gimana yang ada aku takut lihat deh kamu tahu kan gimana dia tatap aku kayak yang benci gitu "
__ADS_1
"Ingat-ingat deh apa kamu lakuin sesuatu gitu sama dia sampai-sampai dia marah kayak gitu tatap kamu terus menerus"
"Aku juga nggak tahu aku nggak punya salah apa-apa kan, kemarin juga udah clear kan dia juga nggak mau mempermasalahkannya lagi masa sekarang mau dipermasalahin lagi nggak mungkin kan Mir"
"Ya udah yuk mending kita ke kantin aja dari pada di kelas kamu diihatin terus sama Alvaro nanti Bella malah salah faham lagi dan anggap yang nggak-nggak. Nanti bilangnya kamu caper lah cari perhatian Alvaro apalah udah mending kita kekantin aja "
"Ya udah ayo lebih baik ke kantin aja, aku juga nggak nyaman diliatin kayak gitu aku nggak nyaman banget dari tadi"
"Yaudah ayo"
Mereka segera pergi dari kelas namun tatapan Alvaro masih saja mengarah pada Sani, namun tiba-tiba saat Sani akan keluar dari kelas tangannya tiba-tiba dipegang oleh Bella.
"Gimana gue berhasil kan buat Alvaro benci lagi sama lo, jadi siap-siap aja lo bakal di-bully habis-habisan lagi sama dia. Jangan harap hidup loh di sekolah ini akan nyaman dan tentram setelah lo dekat sama ayahnya Alvaro yang ada lo makin nambah masalah aja. Gue tahu lo ada hubungan kan sama ayahnya Alvaro sampai lo diantar jemput kayak gitu, cari uang yang halal dong jangan pacaran sama yang lebih dewasa dan ayah temen lo sendiri lo jual diri ya" bisik Bella
Sani langsung melepaskan cekalan itu " kamu nggak tahu apa apa jadi jangan asal bicara punya mulut dipakai yang bener jangan cuman dipakai buat fitnah orang dan maki maki orang aja "
Sani langsung menarik sahabatnya untuk segera pergi dari sana sedangkan Mira terus saja menatap Sani dengan kagum akhirnya sahabatnya ini bisa berani dan melawan komplotan Bella and the geng.
"Kenapa sih Mir kamu liatin aku kayak gitu banget"
"Aku bangga aja sama kamu akhirnya kamu berani dan bisa bicara kayak gitu sama Bella, ya ampun aku tuh seneng banget akhirnya kamu bisa ucapin kata-kata itu, ya pokoknya aku seneng banget deh, kamu hebat deh diajarin sama siapa sih sahabatku yang cantik ini sampai berani bilang kayak gitu"
Sani tersenyum dan mengangguk-anggukkan kepalanya " ada deh pokoknya ada yang bilang aku tuh harus lawan mereka. Tadinya sih aku nggak mau ya lawan-lawan karena aku tahu kasta aku tuh rendah banget di antara mereka, aku bukan orang kaya dan aku nggak punya power sedikitpun di sini, tapi aku sadar kalau aku kayak gitu terus kapan aku majunya dan kapan mereka berhenti bully aku kalau aku terus mengalah sama mereka bener gak sih"
"Bener banget San, pokoknya hebat orang yang udah kasih kamu nasehat kayak gitu, kapan-kapan ketemuan dong aku sama dia pengen aku berterima kasih sama dia karena telah merubah kamu menjadi Sani yang berani"
"Emm boleh tapi itu orang yang kamu kenal juga loh"
"Siapa"
"Nanti juga kamu tau"
Mira hanya menganggukan kepalanya saja dan dalam pikirannya dia tertuju pada Arzan dalam hati dia berkata, pasti Arzan deh yang kasih kata-kata ini sama Sani. Emangnya mereka itu cocok banget sampai dekat banget dan Arzan juga kayaknya emang suka banget sama Sani.
__ADS_1
Apakah aku harus terus mencintai laki-laki yang tidak mungkin mencintaiku. Harus bagaimana aku pusing memikirkan semua itu, di satu sisi ada Sani sahabatku tapi di sisi lain aku mencintai Arzan.
Jadi lebih baik aku mengikuti alurnya saja bagaimana nanti kedepannya, yang terpenting persahabatan aku bersama Sani tidak boleh terputus sampai kapanpun, aku tidak mau itu sampai terjadi kita berdua harus terus bersama-sama sampai kapanpun tak boleh sampai berpisah.