Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Udah berani yah


__ADS_3

Singkat cerita mereka sudah kembali ke rumah masing-masing, bahkan sekarang Sani sedang tertidur tiba-tiba saja dirinya mendengar suara pintu diketuk dan ada seseorang yang berbicara "Sani aku sudah menyimpang sarapan ini untukmu, segera bangun kau juga harus sekolah kan, aku harus pergi ke kantor secepatnya dan jangan membuat Alvaro curiga dengan aku yang menghilang pagi ini kau cepat bangun dan pergilah ke sekolah. Awas jangan dekat-dekat dengan laki-laki lain aku tak suka "


Sani yang mendengar perkataan dari om Sena langsung bangun dan melihat jam ternyata masih jam 06.00 pagi dengan cepat Sani keluar dan melihat ada sebuah paper bag menggantung di pintunya.


Sani segera mengambilnya dan membukanya ternyata isinya nasi goreng sandwich dan juga jus mangga ada juga susu hangat, benar-benar ya kalau om Sena ini perhatian banget deh Suni segera meminum susunya dan melahap nasi gorengnya untuk sandwich lebih baik nanti dia bekal saja.


Dan tak terasa nasi gorengnya sudah habis, dengan cepat Sani masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan dirinya tak butuh waktu lama dirunya juga sudah keluar lagi memakai seragamnya dan membawa sandwich nya dan juga jus mangganya, memasukkannya ke dalam tas.


Lalu pergi keluar dari dalam rumah dengan senyum yang tak pernah luntur dari bibirnya . Entahlah perhatian sekecil apapun yang diberikan om Sena selalu saja membuatnya senang dan bahagia.


Sani yang sudah sampai di sekolah langsung menghampiri Mira yang sudah duduk di tempat mereka, ya dimeja kelas " Mira kamu baik-baik aja kan"

__ADS_1


Mira yang sedang memaikan ponselnya sampai kaget " eh aku kira kamu masih jalan-jalan sama Alvaro, aku baik-baik aja kenapa emang"


"Nggak mungkin kan aku lama-lama di sana, kata mami kamu, kamu sakit kenapa kamu nggak angkat telepon aku apa kamu marah gara-gara masalah Arzan itu, aku udah janji kan sama kamu kalau aku nggak akan pernah deketin Arzan. Aku bakal jauhin dia tapi kenapa sikap kamu tiba-tiba berubah gini sama aku, apa yang harus aku lakuin supaya kamu nggak kayak gini sama aku Mir"


"Kayak gini gimana San, aku masih biasa aja kok kenapa aku nggak angkat telepon kamu karena aku lagi sakit nggak mungkin kan orang sakit main ponsel terus, ya bahkan aku nggak pegang ponsel aku sama sekali cuman disimpan aja itu ponsel udah gitu aja, aku nggak sama sekali nggak marah sama kamu kok dan aku juga nggak masalah sih kalau kamu masih mau berteman sama Arzan aku juga nggak bisa ngelarang kan, kamu mau berteman sama siapa aja. Emangnya aku ini siapa kamu sampai-sampai aku harus ngelarang kamu kayak gitu, emang waktu itu aku nelpon sama kamu buat jauhin Arzan aku tahu tapi kalau kalian mau berteman ya berteman aja aku juga enggak maksa kan buat kamu jauhin Arzan"


Sani yang mendengar jawaban Mira memang merasakan kalau Mira menjawabnya dengan amarah dan kebencian padanya dari ekspresi wajahnya saja sudah terlihat"sesuai janji apa yang aku katakan pada kamu, aku bakal jauhin Arzan bahkan aku bisa nggak berteman sama dia kamu tenang aja aku nggak akan pernah mungkin rebut Arzan dari kamu, jadi kamu nggak usah musuhin aku kayak gitu" jawab Sani


"Dari dulu juga aku nggak pernah respon Arzan kalau dia bilang gombalan-gombalan atau apapun itu, ya kamu juga harus berusahalah buat dia nggak terus deketin aku dan jauhin aku kamu kan yang suka sama dia. Ya kamu juga yang harus berkorban dong buat jaga dia biar nggak gatel sama aku. Emangnya aku yang gatal sama Arzan bukan kan kamu ini ya Mir cuman gara-gara cinta aja kamu sampai kayak gini sama aku . Emangnya aku ngerebut Arzan dari kamu enggak kan. Seharusnya aku yang bertanya seperti itu sama kamu apakah kamu menganggap aku sahabat kamu nggak, kalau kamu anggap aku sahabat kamu , kamu nggak akan kayak gini sama aku"


Mira hanya diam tidak menjawab apa-apa kata-kata dari Sani. Bagaimana mau menjaga Arzan, Arzan saja tidak mau dengannya Arzan saja marah padanya gara-gara maminya memarahi Arzan.

__ADS_1


"Aku tahu kau selama sakit, online terus tuh WhatsApp Instagram. Emangnya aku nggak tahu Mir meskipun kamu menyembunyikan semuanya aku tahu Mir. Aku bukan orang bodoh sampai bisa-bisa ditipu sama kamu. Kalau kamu emang gak mau angkat telepon aku lagi ya udah aku nggak masalah, kalau kamu nggak mau berteman lagi sama aku ya udah aku pun nggak masalah, kamu kejar aja cinta kamu sampai dapat aku nggak akan ganggu kamu dan aku nggak akan respon apa-apa pun dari Arzan Tapi kalau masalahnya tentang kerja kelompok ataupun masalah sekolah maaf aku nggak bisa aku harus respon dia karena ini bersangkutan dengan sekolah bukan tentang cinta kamu itu dan kecemburuan kamu"


"Dan sekarang kamu duduk aja sama Arzan, biar kalian lebih dekat lagi dan cinta kamu itu bisa terbalaskan Mir. Semoga apa yang kamu inginkan tercapai. Aku cuman bisa doain aja buat kamu yang terbaik. Makasih untuk selama ini kamu udah baik sama aku. Makasih juga selama ini kamu mau jadi sahabat aku Mir"


Suni langsung pergi meninggalkan Mira, dia lebih baik duduk di belakang saja membiarkan emosi Mira menjadi lebih teratur lagi, setiap Mira berbicara padanya pasti selalu saja ada amarah dan kebencian dari dalam mata Mir.


Sudah tersirat jelas kebencian itu untuknya, setiap dia bicara selalu saja tatapannya sinis. Mira sebelumnya tidak seperti ini dia tidak pernah seperti ini pada dirinya, tapi sekarang hanya karena Arzan karena kecemburuannya dia berubah 100%.


Sudahlah dirinya hanya bisa pasrah dan menerima semua ini semoga saja Mira tidak seperti itu lagi dan kembali lagi pada Miranya yang dulu, bukannya dirinya kasar tadi berbicara seperti itu, tapi hanya ingin meyakinkan sahabatnya saja.


Mira itu orang yang keras dan sulit untuk dimengerti dirinya sudah berteman bertahun-tahun dengannya jadi tahu karakter dia meskipun Mira tidak memberitahunya sama sekali. Sudah terlihat jelas bagaimana karakter Mira.

__ADS_1


__ADS_2