
"Huff cape juga ya meeting dari siang sampai malam kayak gini, capenya bener bener deh" guman Fatimah.
Fatimah membuka ponselnya dan melihat status teman temannya, namun saat melihat status Rizki yang meperlihatkan Sani diperban kaki dan juga tanganya membuat Fatimah panik dan mencari tuannya.
Baru juga mau bangkit, tuannya sudah ada dihadapannya "mau kemana kamu Fatimah kenapa sepertinya kamu sedang terburu buru mau kemana kamu "
"Emm ini tuan saya ingin memperlihatkan ini pada tuan "
Sani segera mengambil ponsel Fatimah dan langsung menatap kembali Fatimah "ada apa dengan Sani "
"Saya kurang tahu tuan tapi saya melihat dari statusnya Rizki kalau kaki dan tangan Sani diperban sepertinya dia kecelakaan, apa mau saya hubungi Rizki untuk menanyakan keadaannya Sani "
"Boleh kau tanyakan tapi jangan menyebutkan namaku ya"
"Baik tuan "
Fatimah langsung menghubungi Rizki dan pada deringan pertama suda diangkat oleh Rizki dengan riang dan bahagia.
"Halo Kak Fatimah ada apa nih telepon kayaknya mau banget ya telepon sama aku, ada apa nih Kak Fatimah ada perlu apa Kak Fatimah kangen ya sama Rizki, waktu kemarin-kemarin aja Rizki telepon nggak diangkat tapi sekarang nelpon-nelpon Rizki ada apa sih "
"Udah jangan main-main dulu Rizki saya sedang kerja saya tidak bisa angkat telepon dari kamu, saya mau tanya tuh status kamu tentang Sani yang tangannya diperban kakinya diperban itu kenapa"
"Hehehe aku juga kurang tahu sih karena aku juga Ambil foto ini dari Mira dari statusnya Mira, terus aku bikin status lagi deh. Katanya sih dia kecelakaan jadi gitu deh diperban kaki tangannya dan hari ini juga dia nggak masuk ya begitulah. Tapi aku nggak tahu keadaan yang sesungguhnya karena aku nggak tengok-tengok dia tuh karena teman-teman juga belum ada kabar mau tengok-tengok ke sana gitu"
"Seharusnya kamu tuh sebelum bikin status harus tahu dahulu keadaan teman kamu tuh kayak gimana. Terus dia sekarang di mana di rumah atau di rumah sakit"
"Setahu aku sih dari Mira dia ada di rumah iya di rumah kok dan juga Alvaro juga satu kelompok lagi tuh sama Sani. Coba tanya Alvaro dia pasti tahu keadaan Sani, mungkin mereka udah kerja kelompok tapi aku juga nggak tahu sih mereka udah kerja kelompok atau enggak, dengan keadaan Sani yang kayak gitu. Jadi gimana Kak Fatimah tentang hubungan kita apakah akan berlanjut ke pelaminan"
Sena yang sudah mendengar semuanya langsung ngacir pergi meninggalkan Fatimah, Fatimah yang akan melarang tuannya susah sekali, sekarang sedang ada badai mana mungkin bisa pulangkan.
"Ya sudah terima kasih tentang hubungan kita ya begini saja kau anak kecil dan aku orang dewasa, sudah aku akan bekerja dulu kau urusin saja dirimu itu ya, jangan ganggu orang dewasa sedang bekerja. Jadilah anak baik jangan jadi anak pembangkang dan anak nakal "
Fatimah langsung mematikan sepihak dan mengejar tuannya yang sudah pergi jauh, jangan sampai dirinya ditinggal disini sendirian, sedangkan besok ada meeting lagi, namun tuanya malah udah ngacir pergi tanpa sepatah kata pun bagaimana ini.
**
Sena celingkak celinguk diam melihat sekitar dan melihat banyak taksi yang terparkir "mau kemana anda tuan "
__ADS_1
"Saya ingin kealamat ini " sambil menunjukan alamat rumah Sani.
"Naik taksi bisa bisa sampai nanti tuan pagi nanti, apa lagi sedang ada badai "
"Tidak masalah apakah aku mau mengantarku aku akan memberikan tips yang besar mau "
"Boleh tuan ayo masuk "
Saat Sani akan masuk Fatimah memberhentikan langkahnya "ada apa Fatimah kau berlari lari seperti itu, kan ada ponsel kau bisa menghubungi ku "
"Oh iya maaf tuan aku lupa, tuan mau kemana ini ada badai dan besok juga masih ada meeting "
"Saya mau pulang pakai taksi kamu tenang aja saya akan baik-baik saja. Besok kamu urus semua meetingnya dengan baik dan bawa mobil saya pulang oke dan barang-barang saya semuanya saya harus pulang sekarang"
Sena tanpa mendengarkan jawaban dari Fatimah langsung pergi dan masuk kedalam taksi, sedangkan Fatimah kembali lagi masuk kehotel "mana gak tau jalan lagi, suruh pulang sendiri gimana ini, jauh banget lagi ah "
**
Selama perjalan kesana Sena sangat gelisah sekali, saat melihat ponsel taksi itu mengarah ketempat lain Sani mengernyitkan dahinya "kenapa kau mengambil jalan yang salah kau sedang tidak membohongi aku kan, itu bukan alamat tujuanku"
"Iya Tuan tenang saja saya pasti akan mengantarkan Tuan sampai ke tempat itu, tapi saya juga sambil bawa penumpang lain ya, biar sekalian aja gitu Tuan untung kan saya jadinya "
"Siap tuan "
Penumpang pertama naik, dan dia sangat berisik sekali bernyanyi dengan ponsel yang juga menyala namun dengan volume yang begitu besar.
Sani menoel orang itu "ah iya tuan "
"Bisakah kau kecilkan suaramu atau tidak kau memakai saja handset agar suara ponselmu itu tidak terlalu berisik dan hanya dirimu saja yang bisa mendengarnya"
"Ohh begitu ya tuan, maaf maafkan saya, sepertinya tuan bekerja kantoran ya di bidang apa itu Tuan, atau tuan adalah bosnya "
"Saya bekerja di bidang perhotelan properti dan banyak lagi"
"Wow Wow bagus banget Tuan, tahu tidak aku juga sedang bekerja di sebuah hotel jika Tuan ingin ke sana dan mencoba di sana itu sangat enak sekali harganya pun sangat murah, dan pelayanan juga sangat bagus jika Tuan ingin menginap ayo ke sana bersamaku, nanti aku akan mengantarkan Tuan ke sana kita jalan-jalan kita ke sana kemari, terus disediakan juga makanan yang enak harganya pun murah tuan tidak mahal-mahal bagaimana"
Sena menghembuskan nafasnya " aku sedang tidak berminat untuk menginap di mana pun jadi mohon maaf aku tidak bisa ikut denganmu. Aku sekarang harus pulang jadi tidak ada waktu untuk menginap di hotel manapun"
__ADS_1
"Baiklah Tuan baiklah kau sepertinya sangat sibuk sekali ya, ingin pulang ketemu dengan siapa dengan istri pastilah Tuan ini sudah punya anak dan istri kan "
" Ya begitulah"
"Baiklah Tuan saya permisi dulu saya sudah sampai nikmati perjalananmu. Terima kasih sudah membiarkan aku satu mobil denganmu juga "
Sena hanya mengangguk saja dan memijat kepalanya yang pusing, dirinya sama sekali belum makan apa apa, sejak tadi datang dirinya tak makan , hanya meminum kopi saja dan langsung meeting.
Tak lama kemudian datang seorang ibu ibu yang membawa banyak belanjaannya, dan saat masuk dia langsung berceloteh dengan pak supir dan itu sangat besik sekali, membuat Sena makin pusing saja kan.
"Hey anak muda kenapa kau diam saja ada apa dengan mu "
"Tidak aku baik baik saja "
"Begitu ya, aku membawa roti apakah kau mau makan ini "
Sena mengelengkan kepalanya dan kembali fokus kejalan" kau tahu anak muda ini di sweater yang aku pakai adalah rajutan suamiku sendiri, bagus tidak warnanya biru langit cerah dia menjahitkannya sewaktu kita menikah dan sampai sekarang saat aku sudah tua aku memakainya kenangan itu tak bisa kulupakan, saat aku memakainya aku seperti sedang dipeluk oleh suamiku "
Sena lagi lagi diam dia tidak menjawab sama sekali " sebenarnya kau ini mau ke mana di cuaca yang sedang tidak bagus ini apakah kau sedang mengejar cintamu ya, pasti aku yakin kau sedang mengejar cinta, menurutku jika kau memang mencintainya dan tidak ingin kehilangannya kejarlah dia sampai kau mendapatkannya, jangan sampai kau lepaskan dia, dulu juga suamiku seperti itu mengejarku sampai dia bisa mendapatkan aku, jangan pernah sia-siakan orang yang baik pada kita dan akan sulit lagi kita untuk mencari orang itu pertahankanlah dia jika kau memang benar-benar cinta padanya. Ayo ini roti mau kan makan lah pasti kau sangat lapar kan"
Sena tersenyum dan mengambil roti itu dan memaknnya dengan senang, tiba tiba semangatnya kembali lagi untuk mengejar Sani, entahlah tiba tiba tumbuh lagi semangatnya dan dirinya akan melakukan apa pun untuk sanu dan akan berjuang untuk mendapatkan Sani.
Setelah cukup lama ibu itu turun, Sani membuka jendela " Ibu sweater itu sangat cantik bagus sekali warnanya dan kelihatannya juga sangat bagus sekali aku suka dengan Sweater mu itu, bagus sekali "
"Apa aku bilang sweater ini sangat bagus kan warnanya juga cantik ini dijahit khusus oleh suamiku, makanya sangat bagus ya sudah kau hati-hati ya di jalan hati-hati bye bye"
Sena melambaikan tangannya dan setelah mobil jalan kembali Sena menutup jendelanya.
Sena membuka galerinya dan banyak foto Sani yang tersembunyi, Sena mengusap foto itu dengan sayang. Tersenyum senyum sendiri membayangkan kalau Sani ada disapingnya.
Sani aku tidak jadi mundur untuk mengejarmu. Aku akan kembali berjuang untuk mendapatkanmu meskipun nanti Alvaro menentangnya.
Namun aku yakin dia pasti akan menerimamu suatu saat, aku tidak mau kehilanganmu aku tahu kau yang terbaik untukku dan aku akan selalu mencintaimu dan menyayangimu.
Aku tidak akan bisa melepaskanmu sampai kapanpun jadi aku akan mengejarmu sampai aku bisa mendapatkanmu, meskipun seluruh dunia menentangku namun aku tetap akan berjuang untukmu hanya untukmu saja.
Sena memeluk fotonya yang ada diponselnya lalu mencoba untuk tertidur di dalam mobil, semoga saja dirinya bisa tertidur dengan nyenyak disini didalam mobil yang sempit.
__ADS_1
Pak supir yang melihat Sena memeluk ponselnya hanya tersenyum dan bergumam " ternyata demi cinta apapun bisa dilakukan, dia sepertinya begitu mencintai perempuannya, sampai-sampai mau menggunakan taksi dan sampai pagi hari dengan cuaca yang begitu buruk cinta bisa mengubah segalanya ternyata "
Diam diam dari tadi pak supir mengamati Sena , dari obralan yang dilakukan Sena dengan ibu ibu tadi membuatnya tau apa tujuan Sena terburu buru ingin pulang kekota itu, ternyata ada seseorang yang menunggunya.