
Alvaro yang tidak masuk kedalam kelas malah diam di Rooftop sambil menyalakan rokoknya. Entahlah jadi malas untuk masuk ke dalam kelas apa lagi belajar saat seperti ini, saat masalahnya sedang banyak seperti ini.
Namun tiba-tiba ada yang menumpuk bahunya, Alvaro segera melihat ke samping ternyata itu Bella " kenapa kamu nggak masuk kelas, malah kesini, belajar kamu harus banyak belajar sebentar lagi mau lulus "
"Kamu juga di sini kan kenapa, kamu nggak masuk kelas, aku tadi izin untuk pergi ketoilet dan cari kamu ternyata di sini, kenapa siu harus lari dan gak ikut pelajaran ayo balik yu"
"Ya udah balik kelas sana, kan izinnya ke toilet bukan temuin aku "
"Ya udah ayo sama kamu ngapain sih di sini ngerokok, ini masih daerah sekolah Alvaro jangan buat gara-gara lagi deh, aku udah dengar semuanya tentang masalah kamu sana Sani dan aku juga mau minta maaf aku terlalu egois karena percaya tentang video itu aku nggak percaya sama kamu maaf ya "
Alvaro segera membalikkan badannya dan menatap Bella "ini kamu nggak pura-pura kan karena cuman buat mau baik bail lagi sama aku, kamu ini memang benar-benar tulus kan nggak egois lagi kayak kemarin-kemarin,"
"Enggak aku beneran minta maaf sama kamu, aku terlalu memikirkan kata-kata orang sampai nggak mikirin perasaan kamu, maaf ya aku nggak mau kita break aku mau kita kayak dulu lagi aja ya please jangan kayak gini Al, aku nggak bisa tanpa kamu"
Alvaro mematikan rokoknya dan menatap Bella " Ya udah kita nggak jadi break tapi tolong kamu ngerti aku ya, aku tuh lagi fokus belajar aku lagi fokus latihan bukan berarti aku lagi cari cewek lain lagi, deketin Sani atau apa kamu udah tahu kan itu cuma salah paham aja, aku sama sekali enggak ada hubungan sama dia dan nggak ada waktu buat aku ngejar-ngejar dia, bukan berarti aku nggak ngebully dia lagi aku suka sama dia Bel, aku lagi pengen beresin sekolah aku tuh dengan nilai yang memuaskan, kamu juga sama harus belajar kan untuk kali ini kita enggak usah pikirin dulu Sani atau kita yang ngebully dia atau apa itu fokus dulu aja sama belajar kita ya "
"Iya aku tahu kok ya udah kita mau masuk kelas nggak masa mau di sini terus, kalau nanti ketahuan gimana ayo "
"Udahlah kali ini kita bolos aja terlanjur juga kan mau dilanjutin masuk kelas yang ada nanti malah dihukum sama guru"
Bella mengangguk saja lalu memegang tangan pacarnya, sebenarnya ini memang triknya ya karena memang dirinya tidak bawa break dengan Alvaro.
Tapi tetap rencananya akan dia jalankan karena dia masih belum percaya kalau pacarnya itu memang tidak menyukai Sani.
Jadinya harus melakukan sesuatu pada Sani agar dia malu dan tidak lagi mendekati pacarnya, awas aja dirinya sudah tahu alamat baru rumah Sani jadi tinggal laksanakan saja.
**
Sena yang sudah ada di kantor lagi langsung masuk ruang meeting dan melihat karyawan-karyawannya sudah berkumpul di sini.
__ADS_1
"Mohon maaf saya telat datang, mari kita mulai meeting hari ini ya" Sena langsung duduk dan membuka laptopnya
"Baik Tuan"
Meeting dilaksanakan dengan sangat fokus dan teliti. Mereka mendengarkan apa perkataan tentang pembahasan kantor saham, kerjasama dengan klien, dan yang lainnya mereka fokus menata pada Sena.
Dan sesekali mereka berdiskusi, memberikan ide ide dan juga pendapat pendapat dari setiap orang, lalu Sena menampungnya dan mempertimbangkan mana yang akan dirinya ambil.
Tak terasa meeting pun berakhir dan Sena segera mengakhiri meeting hari ini, semuanya lancar tak ada gangguan sama sekali.
"Baiklah meeting kita akhiri saja. Apakah ada yang ingin bertanya apa sudah mengerti semuanya "
"Tidak ada tuan mengerti "
"Baiklah silakan bubar, "
Mereka semua segera bubar dan meninggalkan Sena sendirian, dia masih ingin menikmati duduk sendirian di sini, ya karena malas saja masuk kedalam ruanganya, masih ingin disini saja.
"Siapa perempuan yang dekat dengan Sena, kenapa kau tak memberitahuku "
"Kak ini aku masih di tempat kerja nggak mungkin kan kita bahas tentang tuan Sena di sini, kakak juga baru pulang kan dari Swiss terus sekarang tiba-tiba tanya itu sama aku. Emang gak bisa ya di rumah nanti aja gitu tanya-tanya kak, ada waktukan "
"Nggak bisa kakak harus tahu sekarang, lagi deket sama siapa Sena sekarang dia itu nggak boleh dekat sama siapa-siapa, kamu kan masuk ke sana buat mata-matain dia Gea, terus kamu kenapa nggak kasih tahu kakak tentang dia yang lagi deket sama perempuan, dan seharusnya kakak tau dari kamu, tapi ini kenapa malah kakak tahu dari orang lain, dari orang yang kakak suruh buat mata-matain Sena. Sekarang kamu buat apa kerja di sana kalau nggak kasih info sama kakak percuma dong "
"Iya iya sorry aku tuh terlalu banyak pekerjaan jadi aku terlalu fokus sama kerjaan kak, ya udah deh nanti aku jelasin di rumah kenapa sih harus di sini, kan masih ada waktu kak, gak usah disini "
"Jelasin sekarang siapa perempuan itu, cepet kakak ingin tahu semuanya sekarang juga "
Gea segera berjalan dan menjauhi ruang meeting dia masuk ke dalam kamar mandi dan celengan-celengok takut ada salah satu temannya yang ada di dalam bilik kamar mandi itu, tapi tidak ada siapa-siapa.
__ADS_1
"Biasa teman dari Alvaro ya seumuran sama Alvaro. Lumayan deket tapi aku juga nggak tahu mereka ada hubungan atau enggak, karena kelihatannya pun nggak ada hubungan hanya dekat sekedar dekat aja. Tapi menurut Fatimah tuan Sena itu lagi deketin perempuan itu. Tapi nggak tahu bener nggak tau nggak ya karena mana mungkin kan selera Tuan Sena itu anak kecil seumuran lagi sama anaknya"
"Kakak nggak salah denger kan kamu beneran bilang kayak gini kalau Sena lagi deketin anak yang seumuran sama Alvaro baru aja 17 tahun berarti perempuan itu pun berumur 17 tahun kan, pokoknya kamu selidiki lagi lebih dalam kakak tidak mau tahu kamu harus mengetahui semuanya, "
"Iya nanti aku tanya lagi Fatimah karena dia yang lebih tahu, aku gak mungkin kan ikutin tuan Sena yang ada kerjaan aku terlantar kak "
"Siapa lagi Fatimah perempuan yang lagi dekat juga sama Sena, banyak banget yang deket sama Sena "
"Bukanlah dia asistennya, asistennya akan lebih tahu aku tuh disini cuman keuangan aja jadi nggak akan tahu semuanya, sedangkan Fatimah dia kan lebih dekat lebih tahu semuanya udah deh aku lagi mau kerja dulu. Udah dulu ya takut nanti ketahuan sama teman-teman lain kalau ada yang denger gimana, "
"Ya sudah kau matikan saja teleponnya, aku pun akan beristirahat lagi "
Gea segera mematikan ponselnya dan langsung pergi dari kamar mandi namun dia malah berpapasan dengan Fatimah "Kenapa Gea mukanya kok kayak yang kaget sih "
"Nggak apa-apa kok Fatimah tadi aku kaget aja waktu buka pintu langsung ada kamu, aku cuman kaget aja "
"Yakin, aku kebelet tadi pengen banget pipis waktu lagi meeting tapi kan nggak mungkin aku minta izin sama Tuan Sena yang ada nanti dia bisa marah, aku masuk dulu ya "
"Ah gitu ya, ya udah aku duluan ya"
"Okk"
**
Sena masih diruang meeting, lalu dengan cepat Sena keluar dan akan mengambil tas kerjanya, pekerjaannya sudah selesai, pokoknya tak ada lagi pekerjaan.
"Fatimah saya akan pulang duluan jika ada sesuatu kamu langsung telepon saya saja ya"
"Baik tuan "
__ADS_1
Sena langsung pergi dan meninggalkan kantor, dia harus bertemu dengan Sani karena dirinya tadi tidak melihat keadaan yang sebenarnya, mukanya berwarna keungu ungguan.
Sena langsung masuk kedalam mobil, dan melajukannya kedekat rumah Sani, ya biar kalau dia belum pulang, yang terpenting dirinya harus ada disana dan melihat keadaan Sani.