Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Datang juga kan


__ADS_3

"Aku kuliah dulu ya bee"


"Iya sayang, ingat selalu ingat aku ya, jangan lupakan aku sayang, awas kalau ada laki laki macam macam padamu, langsung hubungi aku, biar langsung aku hajar dia "


"Ist kamu ini ya bee "


Sani mencium bibir suaminya cukup lama lalu berpamitan dan keluar dari mobil saat dia berbelok ke lorong tiba-tiba ada yang menarik tangannya "itu pacar kamu San"


Sani menatap kearah Arzan " iya Zan "


"Kok aku mobilnya kayak kenal ya, kayak orang yang selalu aku lihat itu kayak orang yang benar-benar aku kenal apa aku kenal sama pacar kamu itu, apakah bukan orang asing di pertemanan kita San "


Sani diam, apa Arzan melihatnya, apa dia melihat dirinya mencium bibir suaminya " San kok diem sih, apakah orang yang kita kenal siapa dong ceritain kita kan temen "


"Mungkin sama aja deh mobilnya dan kamu juga sama temen-temen yang lain nggak ada yang kenal kok kan mobil di dunia ini nggak cuma satu sama seperti kenalan kamu, banyak kali cuman mungkin sama aja warnanya atau plat nomornya hampir sama "


Arzan mengangguk anggukan kepalanya tapi dirinya memang benar-benar mengenalnya, itu seperti mobilnya Om Sena yang selalu Alvaro pakai dulu saat sekolah, dirinya tidak mungkin salah pertemanan mereka sudah lama dan dirinya juga tahu apa yang dipunya oleh temannya itu dan juga ayahnya.


"Hem mungkin sama saja ya, yasudah ayo kita masuk kelas, aku antar kau ke kelas "


"Emm sepertinya tak usah, aku ke kelas dulu "

__ADS_1


Sani langsung pergi begitu saja, dirinya tak mau berurusan dengan Arzan dan membuat suaminya marah nanti.


"Kenapa coba Sani apa dia marah karena ditanya tanya kayak gitu , kan aku kepo siapa pasangan Sani, siapa laki laki itu, apakah lebih tampan darinya apakah lebih kayak darinya atau tidak "


Arzan segera melihat jam tangannya ternyata dirinya sudah begitu telat "gara gara ngelamun nih "


Arzan langsung berlari dengan terbirit birit, dirinya tak mau dihukum untuk kedua kalinya.


***


"Kamu mau kemana Anggia "


"Aku sudah bilang kan aku akan pergi dari rumah ini, aku tidak mau jadi pembantu lagi di sini aku akan kerja Bu, aku akan melakukannya sendirian kalau ibu tidak mau yasudah tak apa "


"Ibu tak usah menghiraukanku semuanya baik-baik saja dan aku tidak akan pernah kembali lagi ke mari , meminta tolong pada ibu silakan Ibu kaya sendiri saja aku tidak mau terus dijadikan budak oleh tante Sonia dia sudah membuat kita sengsara aku lebih baik pergi. Selamat tinggal Bu terima kasih atas apa yang ibu berikan dulu Aku berterima kasih padamu"


Setelah mengatakan itu Anggia pergi, sedangkan Sarah hanya diam sambil melihat kepergian anaknya, biarkan saja dia, biar dia rasakan bagaimana susahnya hidup sendiri bagaimana menderitanya hidup sendiri.


"Dia juga pasti akan kembali lagi satu atau dua hari dia juga akan kembali lagi ke mari, sejak kapan Anggia bisa hidup sendiri dia tidak akan pernah bisa hidup sendiri tanpaku dia akan ketergantungan dengan diriku sampai kapanpun, kalau bukan aku yang memberikan ini itu dia dapat dari mana tidak dapat dari mana-mana kan hanya aku yang bisa memenuhi semua kebutuhannya, hanya aku tidak ada orang lain dia bodoh pergi begitu saja. Padahal dia akan dijodohkan bersama Alvaro dan akan menikah dengan orang kaya itu tapi dengan gegabah dia pergi biarkan saja lah biar dia merasakan bagaimana hidup sendirian bagaimana mencari uang dan bagaimana berjuang tanpa ada ibunya kita lihat saja"


Sarah masuk kedalam rumah dan mengunci pintunya dulu, lalu membaringkan badannya dikursi sambil memakan camilannya.

__ADS_1


**


Anggia sudah ada di restoran itu dia duduk sendirian menunggu Sani datang sesekali Anggia melihat ke arah jam tapi Sani belum juga datang. Apakah Sani tidak jadi datang. Apakah perkuliahannya belum selesai. Apakah suaminya tidak membolehkan Sani untuk membantunya.


Ya ampun kenapa dirinya kemarin tidak meminta nomor Sani untuk bisa menghubunginya dan berbicara langsung .Apakah benar dia akan memberikan pekerjaan dan membantunya untuk kuliah atau tidak.


Tiba-tiba ada pelayan datang dan memberikan sebuah buku menu namun Anggia lagi-lagi menolaknya "Mbak kalau emang nggak mau pesen nggak usah duduk di sini


, di sini lagi banyak banget pelanggan kalau menunggu orang tanpa beli apa-apa jangan nunggu kayak gini ya jadi ngehalangin yang mau duduk di sini"


"Oh iya maafkan saya maaf" Anggia segera bangkit dan membawa tasnya lalu dia diam di luar Anggia berdiri menunggu kedatangan Sani tapi tidak ada, Sani tidak muncul-muncul.


"Apakah Sani akan membalas apa yang telah aku lakukan padanya dulu. Apakah Sani ini hanya membohongiku saja kenapa tidak ada, kenapa dia tidak datang-datang bagaimana ini aku tidak mungkin kembali lagi pada ibu yang ada ibu akan mengolok-olok ku dan mengatakan kalau aku ini tidak benar pergi membawa tas tiba-tiba pulang lagi kan tidak enak sama ibu"


Anggia hanya bisa bolak-balik dan celinga-celinguk mencari keberadaan Sani namun setiap ada mobil yang lewat tak ada yang turun juga. Anggia yang akan pergi tiba-tiba melihat mobil berhenti dia menatap orang itu dan bukan Sani yang turun "rasanya rasanya Sani cuman main-main saja sudahlah aku jangan berharap lebih untuk dibantu kuliah olehnya dan dibantu untuk bekerja juga olehnya aku terlalu semangat sampai-sampai aku tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang bohong"


Anggia segera berjalan dengan perlahan namun tiba-tiba ada yang menarik tangannya "kamu mau ke mana kita kan mau ngobrol aku udah bilang kan kamu tunggu di dalam aja, kenapa kamu tiba-tiba mau pergi"


Anggia membalikkan badannya dan ternyata itu Sani Anggia tersenyum ternyata kata-kata Sani benar dia akan menemuinya lagi hampir saja dia mengatakan kalau Sani pembohong, ternyata dia sudah ada di hadapannya dia sudah ada di sini.


"Aku tadi tunggu di dalam tapi kata pelayan kalau aku tak pesan tidak boleh tunggu di dalam"

__ADS_1


"Kenapa begitu ayo masuk kita masuk lagi, kita makan siang dulu ya "


__ADS_2