
Setelah makan siang mereka selesai Anggia menatap Sani" Sania apakah aku boleh juga meminta tempat tinggal dulu padamu, aku pasti akan membayarnya aku pergi dari rumah aku nggak bisa tinggal terus di sana"
"Boleh ada rumahku didaerah dekat kampus kau bisa menempatinya, kau juga besok sudah bisa mulai kuliah suamiku sudah mendaftarkan mu, di jurusan yang sangat kau inginkan, kau juga sudah bisa mulai bekerja disini, "
"Hah aku bekerja disini, kau yakin "
"Tentu aku yakin kau bekerja disini ya, aku akan mengambilkan seragam mu, aku akan kelantai atas dulu, kau habiskan dulu makanan mu, aku akan berbicara dulu dengan atasannya "
"Baik San sekali lagi aku sungguh berterimakasih padamu, kalau tanpa mu aku tak mungkin bisa seperti ini "
Sani hanya tersenyum kecil saja, dia berjalan kelantai atas sedangkan Anggia melanjutkan makannya.
Tok tok tok " masuk "
Sani segera masuk dan tersenyum " nyonya Sani mari duduk "
"Terimakasih pak panggil nama saja "
"Emm maaf nona tak bisa "
"Baiklah " Sani segera duduk dan berhadapan dengan manager cafe ini.
"Begini pak saya kemari ingin memasukkan seseorang untuk bekerja di sini, untuk menjadi seorang pelayan masih ada kan lowongannya dia kakak saya dan dia juga pengen mandiri dia juga kuliah sih pak jadi bisa kan setengah hari kerja setelah pulang kuliah"
"Tentu kenapa tidak Nyonya, nyonya tidak usah berbicara pada saya, nyonya bisa langsung memasukkan kakak Nyonya di sini dan saya juga nanti akan memberikan seragamnya untuk kakak. Nyonya kalau boleh tahu siapa namanya "
__ADS_1
"Namanya Anggia dia sedang ada dibawah "
"Baiklah nyonya sebenar saya ambilkan seragamnya dulu "
Manager itu segera mengambilkan sebuah seragam, ada beberapa seragam juga, Sani menerimanya dan tersenyum pada manager itu.
"Baik pak terimakasih kapan Kakak saya bisa bekerja "
"Besok bisa langsung bekerja "
"Baiklah saya permisi "
Sani langsung pergi dari ruangan itu setelah mendapatkan apa yang dirinya mau, kenapa dirinya tak membawa Anggia saja kemari dan langsung mengenalkannya, tadinya mau tapi saat melihat kakaknya yang akan makan Sani urung dan biarkan saja dirinya yang mengambilkan seragam untuk kakaknya.
Untuk masalah berkenalan bisa dilakukan nanti kan " San makasih ya makanya " ucap Anggia setalah Sani datang
"Kalau boleh sih aku pengen istirahat dulu aja San, mungkin kalau untuk berkenalan kan bisa dilakuin besok aku juga nanti langsung ke sini aja ya San terus aku harus temuin siapa, ya takutnya mereka aneh gitu lihat aku "
"Nanti kamu bisa ke lantai atas ketuk aja pintunya bilang aja kalau kamu Anggia kakaknya Sani bilang aja kayak gitu, nanti sama pak Anton akan ditunjukkan kerjaan kamu dan juga memperkenalkan kamu sama teman-teman kamu yang ada di sini"
Anggia tersenyum senang, Anggi berpindah duduk dan langsung memeluk Sani, bahkan Anggia sampai menangis, adiknya begitu baik, padahal dirinya sudah memperlakukannya dengan tidak baik, tapi adiknya ini masih mau membantunya.
Dirinya suatu saat nanti harus bisa membalas apa yang Sani berikan, Sani adalah orang baik, dirinya tak boleh tergoda kembali dengan kata kata ibunya.
***
__ADS_1
"Nah ini rumahnya kamu gak apa apa tinggal disini "
Anggia mengedarkan pandangannya rumahnya sudah lengkap, sudah ada perabotannya juga " ini udah lengkap banget San "
"Emm iya aku dulu ngontrak disini tapi sama suamiku rumahnya dibeli jadi sekarang ini rumah milik suamiku "
Anggi menatap Sani dan memegang tangan Sani dengan erat " aku sangat bersyukur bisa mempunyai adik sebaik kamu, makasih ya atas semua bantuan yang kamu berikan sama aku dan aku juga mau minta maaf atas semua kelakuan aku dulu sama kamu, seharusnya aku tuh nggak kayak gitu sama kamu seharusnya aku tuh bela kamu. Bukannya aku malah sama aja kayak ibu "
Sani tersenyum "udah masa lalu biarin jadi masa lalu nggak usah diungkit-ungkit lagi yang perlu kita lakukan sekarang adalah merubah diri kita untuk menjadi lebih baik lagi, kamu harus bisa merubah segalanya dan kamu juga nanti di sana kerjanya betah-betah ya memang agak sedikit agak asing sama kamu tapi setelah nanti kamu lama-lama kerja di sana kamu juga bakal nyaman kok di sana temen-temennya baik"
"Aku akan belajar dari nol semuanya aku akan belajar menjadi orang yang berjuang sendirian seperti kamu dulu. Aku akan berjuang demi pendidikanku dan makasih juga buat suami kamu yang mau biayain kuliah aku mungkin aku sekarang cuman harus biayai makan saja tapi sungguh aku berterima kasih atas semua bantuan yang kalian berikan padaku, aku nggak tahu harus balasnya sama apa kalian tuh udah baik banget sama aku"
"Nggak usah kamu pikirin tentang masalah itu yang penting sekarang kamu harus nata hidup kamu dari awal lagi ya, jangan menyerah semuanya akan indah pada waktunya"
"Iya San "
Anggia memeluk Sani dengan erat, sangat erat ini untuk ketiga kalinya dirinya memeluk Sani, dulu dirinya tak pernah seperti ini, tak pernah memeluk Sani seperti ini, tapi kali ini dirinya memeluk terus Sani, Sani adalah penolongnya Sani adalah orang yang mau menolongnya.
***
Sarah bolak balik masuk keluar rumah, "ini beneran Anggia nggak akan pulang lagi, dia ke mana sebenarnya pergi ke mana terus kerja di mana, gimana kalau dia jual diri enak aja aku sekolahin dia dan manjain dia terus tiba-tiba dia jual diri nggak mungkin kan dia jual diri"
Sarah kembali masuk kedalam rumah, lalu kembali keluar rumah, Sarah duduk dikursi luar dengan wajah yang gelisah "bagaimana kalau Anggi ada yang menculiknya bagaimana tiba-tiba aku mendengar berita kalau Anggia sudah tidak ada nanti, aduh jangan-jangan kau ini berpikiran kemana-mana saja jangan sampai Anggia meninggalkanku, dia hartaku satu-satunya dan dia yang bisa membuat aku kaya raya dengan menikahi Alvaro anaknya Sonia. Jangan sampai dia meninggalkanku aku ini belum kaya aku belum jadi orang kaya , aku tidak mau mati sebelum kaya "
Sarah terus saja celingak celinguk mencari keberadaan Anggia siapa tahu Anggi ada diujung jalan sedang pulang lagi kearah rumah Sonia, namun nyatanya tak ada tiba tiba saja hujan turun dan membuat Sarah mau tidak mau harus masuk kedalam rumah.
__ADS_1
"Anggia kamu ini kemana jangan sampai kau membuatku malu nanti dengan menjual dirimu "