Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Cinta bisa merubah pandangan seseorang


__ADS_3

Fatimah yang baru bangun tidur langsung melihat ponselnya dan melihat lihat status teman temannya seperti biasa, alangkah kagetnya saat melihat status Rizki, banyak sekali dia mengapload foto Sani dan juga Alvaro "jadi mereka pergi bertiga, ini kenapa ya apakah merayakan jadiannya Alvaro sama Sani, gimana ini pasti akan ada perang dunia 10 antara anak dan ayah "


"Tuan harus tau ini, diakan nomornya baru lagi pasti tak akan tahu, dan jika aku tak memberitahunya dia pasti marah "


Dengan cepat Fatimah segera mengirimkam semua foto foto yang Rizki upload kepada Sena, bahkan Fatimah sampai bangkit dan menunggu balasan dari Sena. Takut takut malah dimarah marahi oleh Sena, bagaimana ini bosnya itu kadang suka salah sasaran dan marah marah pada yang tak salah.


"Kamu kenapa Fatimah, bagun tidur langsung mondar mandir kayak gitu kenapa sakit perut "


"Ini gawat banget get get pokoknya gawatnya tuh bener bener gawat, ini bisa bisa ya kantor ancur sama tuan Sena, kalau kantor ancur kita kerja dimana Gea "


"Kenapa bisa kayak gitu kenapa, ada apa sih sebenernya ada masalah apa cerita sama aku "


"Sebentar ya aku tiba tiba sakit perut Gea gak kuat nih udah diujung tiba tiba banget nih "


Fatimah langsung masuk kedalam kamar mandi sedangkan Gea yang binggung hanya diam saja melonggo melihat kelakuan temannya "ada apa sih sebenernya, masalah apa jangan sampai masalah kak Sonia , jangan sampai aku kebawa bawa, ya jangan sampai aku masih pengen kerja disana aku belum siap buat cari kerja yang lain"


Gea jadi takut juga, takut kalau tuan Sena marah padannya tentang masalah kakaknya Sonia, waktu kemarin tak ada sama sekali respon, takutnya kakaknya kembali membuat masalah dan tuan Sena marah besar.


**


Sena yang baru saja selesai mengerjakan pekerjaannya langsung mengecek ponselnya, saat melihat gambar gambar yang dikirim Fatimah langsung membuatnya kaget dan hampir saja melemparkan ponselnya "Sani dan Alvaro makan malam apa apaan ini, kenapa mereka melakukan ini"


"Kenapa malah makin lengket mereka berdua ini " dengan cepat Sena menghubungi Sani namun sama sekali tak diangkat, Sena sudah seperti sertikaan bolak balik sambil menghubungi Sani, namun sama sekali tak bisa dihubungi.


Fikiran Sena tiba tiba kemana mana tak karuan sekali, "kenapa fikiran ku jadi kemana mana sabar Sena sabar "


"**** sialan sialan kenapa seperti ini, kenapa tak diangakkt juga apa lagi yang sedang mereka lakukan "

__ADS_1


Wajah Sena sudah memerah menahan amarah dan juga cemburu, bagaimana kalau mereka benar benar pacaran, bagaimana ini, dirinya tak akan mungkin merelakan itu, dirinta tak akan mau menerimanya dan akan merestui mereka berdua juga.


"Angkat Sani angkat kenapa kau tak mengangkatnya, Sani angkat telfonya aku tak suka seperti ini, aku sungguh mempermainkan aku Sani "


Sena yang sudah pusing langsung menghubungi Fatimah "pesankan tiket sekarang dan kita pergi malam ini juga Fatimah tak ada penawan dan tak ada sesi tanya jawab "


Sena langsung mematikan sambungannya dan bergegas pergi kekamarnya, untuk membereskan pakainnya meskipun seadannya.


**


Fatimah yang baru saja mendapat telfon langsung memesan penerbangan hari ini juga, setelah selesai dia langsung masuk kekamar masih di ikuti Gea "kamu baik baik kan Fatimah kenapa buru buru kayak gitu "


"Aku harus pergi aku harus pergi, ini tuan Sena minta aku sekarang pergi sama dia ada sesuatu yang gawat, pokoknya gawat banget ini "


"Kenapa ini, bukan masalah tentang kakaku Soniakan Fatimah, bukan itukan "


"Iya pasti aku akan jaga rumah sesuai apa yang kamu minta dan aku juga gak akan keluyuran ibu negara, ?tapi kamu mau kemana sih "


"Nanti aku ceritain aku sekaramg pergi ya kalau aku gak pergi sekarang tuan Sena bisa ngamuk ngamuk sama aku, bay bay dampai ketemu annti "


Fatimah bahkan sampai menabrak pintu dan kembali bangun dia tak mengiraukan sakit didahinya, lalu mengeret kopernya pergi dari dalam rumah, Gea langsung menutup pintu dan menguncinya.


"Ternyata jadi asisten tuan harus 24 jam ada ya, kalau kita lagi sakit gimana ya dan nanti kalau udah punya suami gimana gak mungkin kan harus kayak gitu, "


Gea kembali melanjutkan nonton tvnya dan kembali fokus dan tak memikirkan apa apa lagi, untung saja bukan masalah kakaknya Sonia kalau masalah kakaknya sudah lah habis dirinya ini.


**

__ADS_1


Mira yang masih dirumah sakit melihat postingan dari Rizki Mira hanya tersneyum miring "sekarang kamu jadi perempuan murahan ya San, bisa dibawa sama siapa aja, dan kamu pergi sama Alvaro udah Arzan sekarang Alvaro gimana kalau Bella tahu, kamu pasti habis, kamun ini terlalu polos atau bodoh sih San, kamu udah buat persahabat mereka hancur, kamu sudah membuat 4 sekawan itu berhamburan, dan kamu juga udah rusak hubungan orang lain "


"Kamu kok bicara gitu sama sahabat kamu sendiri Mir, gak baik loh ngomongin dia dibelakang kamu jangan bermuka dua, dihadapan Sani kamu baik tapi saat dibelakang kamu malah jelek jelekin dia dan maki maki dia juga "


Mira yang kaget langsung melihat mamihnya yang sudah ada didepamnya "apaan sih mamih kenapa tiba tiba ada didepan aku, ngagetin aja deh ah "


"Kamu yang terlalu fokus, kenapa kamu bilang kayak gitu sama Sani, dia itu teman kamu, jangan sampai persahabatn kalian hancur cuman gara gara laki laki, inget kalian udah sama sama lama loh, bukannya mamih membela Sani tapi ini kenyataan kamu jangan cemburu buta dan akhirnya benci sama sahabat sendiri, gak baik loh inget kalau gak ada dia kamu sama siapa "


"Ishh emang bener kok, dia gak peduli mih sama aku, dia malah lagi happy happy sama pacar orang lain sampai dinner jugau gak salah ya yang kayak gini dijadiin temen , "


"Gimana dia mau tahu kamu aja gak pernah angakat telfon dia kalau Sani nelfon, mamih tau kok ponsel kamu berdering terus telfon dari Sani, tapi kamu gak pernah angkat inget perkataan mamih tadi kamu jangan sampai begini cuman karena laki laki aja. Penyesalan akan datang diakhir inget itu, kamu jangan menyia nyiakan sahabat kamu"


"Mamih itu kan mau Sani jadi anak mamih makannya kayak gini bella terus Sani, aku tahu kok mih, aku tahu isi hati mamih "


"Keras kepala banget ya kamu, mamih lagi nasihatin kamu, tapi kamu malah jawab aja terus gak sopan tau gak sih, kamu ini disekolahin sama mamih untuk hormat sama orang tua bukannya bantah terus perkataan mamih, dan juga kamu makan juga kan, apa kata mamih kamu akan kelaparan kan "


"Gak juga kalau aja aku gak mau perjuangin Arzan aku gak akan makan, mamih terlalu egois gak mau minta maaf sama Arzan seharusnya mamih minta maaf sama Arzan kalau aja mamih minta maaf sama Arzan pasti Arzan udah ada disini jagain aku "


"Kamu inu ya kesana lagi pembahasannya,kamu sudah dibutakan oleh cinta sampai sampai lupa segalanya Mira, mamih tak pernah mengajarkan ini padamu, sungguh mamih aneh kenapa kamu bisa kayak gini, cinta buka segalanya dalam hidup Mira, ingat itu


"Gimana mamih aja, mamih egois tau "


"Terserah "


Mamih Mira langsung saja pergi, meninggalkan anaknya dirinya tak mau berdebat dengan sang anak dan malah kelepasa nanti, anaknya keras kepala sekali, dirinya harus menjauhakn anaknya dari Arzan lihat saja akan dirinya buat mereka jauh, dan Arzan gak akan bisa sama Mira anaknya, dan Anaknya Mira tak akan berharap teru menerus pada laki laki itu.


Mira yang melihat mamihnya keluar hanya diam saja dan kembali memainkan ponslenya sambil melihat lihat postingan Arzan yang selalu saja membuatnya deg degan dan membuatnya makin cinta sama Arzan.

__ADS_1


"Kamu ganteng banget Zan aku makin suka sama kamu, kapan ya kamu akan balas perasaan aku, semoga ajaa secepatnya kamu balas perasaan aku ya, pokoknya kamu harus jadi milik ku selamanya, aku janji akan buat kamu bahagai Zan i love you Zan aku akan selalu mencintai kamu apapun yang terjadi nanti, dalam keadaan apapun itu"


__ADS_2